Eceng Gondok: Si Sampah yang Berharga

Eceng gondok adalah salah satu tumbuhan air yang dapat dengan mudah kita temui di kolam kolam dangkal, rawa, dan sungai di seluruh perairan Indonesia. Eceng gondok sendiri sebenarnya memiliki fungsi sebagai penyerap residu dari pestisida dan penangkap polutan logam berat yang terbawa ke air. Namun karena kecepatan tumbuhnya yang sangat tinggi, tumbuhan ini seringkali dianggap sebagai gulma.

Tumbuhan ini bisa menyumbat aliran sungai, mengganggu kelancaran transportasi air karena penyebarannya yang menutup seluruh area permukaan air, serta mempercepet proses pendangkalan karena eceng gondok yang mati akan tenggelam ke dasar sungai. Dampak buruk lainnya dari eceng gondok ini adalah berkurangnya debit air karena digunakan sebagai makanan bagi daun daunnya yang lebar yang tumbuh dengan sangat cepat. Karena beberapa hal inilah banyak yang menganggap eceng gondok sebagai sampah dan gulma, namun sebenarnya sampah ini dapat diolah sebagai sesuatu yang bernilai dan menguntungkan.

Terlebih dengan populasinya yang bisa dibilang berlebihan, kita dapat dengan mudah mendapatkan bahan bakunya. Pengolahan eceng gondok sendiri juga tidak sulit, namun setelah menjadi barang komoditi harganya cukup tinggi. Berikut adalah beberapa alternatif pengolahan eceng gondok yang paling populer.

Eceng gondok sebagai komoditi kerajinan

Dengan serat batang daun yang cukup kuat, setelah dikeringkan tanaman eceng gondok ini dapat diubah menjadi berbagai jenis kerajinan yang memiliki nilai eksotisme dan nilai jual tinggi seperti tas jinjing, sendal, dompet, hiasan dinding, taplak meja, dan lain sebagainya sesuai dengan kreatifitas para pengrajin. Barang barang tersebut bahkan mampu menjadi salah satu komoditi eksport yang diminati berbagai negara di eropa, Australia, Amerika, dan beberapa negara lainnya seperti Arab Saudi dengan nilai jual berkisar antara 20 ribu sampai 200 ribu bahkan lebih tergantung kerumitan model dan variasi bentuk.

Eceng gondok sebagai pupuk organik

Selain dapat dirubah sebagai berbagai jenis barang yang cantik dan eksotis, eceng gondok juga dapat dirubah menjadi pupuk organik dengan kualitas tinggi. Eceng gondok sendiri mengandung senyawa fitohara yang dapat mempercepat pertumbuhan akar sehingga tanaman dapat tumbuh lebih cepat dan lebih baik. Bahkan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Pertanian Pesantren Alam Bubohu tentang evektifitas tanaman eceng gondok sebagai pupuk organik mendapatkan hasil yang sangat menakjubkan.

Tanaman yang baru berusia 5 bulan sudah mampu menghasilkan 10 kg ketela jika dipupuk menggunakan eceng gondok, padahal lazimnya ketela sebanyak itu baru bisa diperoleh pada usia 9 bulan. 1 hektar lahan yang biasanya menghasilkan 20 – 30 kg ketela juga akan mendapatkan hasil hampir 100 kg jika dipupuk menggunakan eceng gondok.

Eceng gondok sebagai briket

Tumbuhan ini memang ternyata sangat kaya manfaat dan dapat dirubah menjadi berbagai barang bermanfaat salah satunya sebagai briket yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak. Briket ini dapat digunakan baik sebagai bahan bakar industri maupun bahan bakar rumah tangga. Briket yang sudah dibakar juga masih bisa difungsikan sebagai bio arang dengan kualitas tinggi.

Kelebihan dari bio arang eceng gondok ini adalah ramah lingkungan, sedikit asap dan lebih harum dari arang pada umumnya. Selain itu, limbah pembuatan briket eceng gondok yang tidak terpakai juga dapat dimanfaatkan sebagai abu gosok atau sebagai pengganti tanah liat pada proses pembuatan telur asin. Kelebihan briket eceng gondok lainnya adalah harganya yang jauh lebih murah daripada bahan bakar lainnya.

Advertisements

3 thoughts on “Eceng Gondok: Si Sampah yang Berharga

  1. abidin hamid May 30, 2013 / 12:50

    Mantap……
    Sangat bermanfaat….
    Ada poto lengkap jenis enceng gondoknya?

  2. yusuf September 12, 2013 / 22:47

    Saya tertarik utk belajar lebih jauh, apakah sy bs belajar sm akang? 🙂

    Mhn tanggapannya via japri

    Thanks,
    Yusuf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s