Milan: Kota Eropa Bercita Rasa Seni ala Italia

Tren berbusana menjadi sesuatu yang tak terhindarkan dalam keseharian masyarakat dunia. Walau peralihan mode merupakan perubahan ‘paling kejam’ sepanjang masa dengan rotasinya yang cepat seiring musim berganti setiap tahunnya—dari musim gugur, dingin, semi, hingga panas—fesyen menjadi hal paling menyemarakkan kehidupan manusia yang penuh warna. Kreativitas dan produktivitas para penggelut dunia mode jelas mencengangkan.

Tuntutan seni beralih menjadi industri yang tak kenal lelah di mana perputaran rodanya dilarang macet sehingga persaingan nyata-nyata sangat ketat dan cenderung sadis. Namun, persaingan tersebut tentunya berbuah manis dengan keglamoran dunia yang begitu indah dan gemerlap. Di atas panggung peragaan busana nan cantik penuh cita rasa seni yang tinggi, segala kepahitan pun terlupakan.

Selera seni tinggi di bidang fesyen tidak terlepas dari rumah mode dunia, Milan di Italia dan Paris di Prancis, selain London di Inggris dan New York di Amerika Serikat. Berpuluh-puluh tahun, Milan dan Paris mengukuhkan diri sebagai dua dari kota-kota di Eropa selain kota di Amerika yang menegakkan pentas peragaan busana dengan begitu megahnya. Selera seni dan pandangan atas kebebasan dalam mengungkapkan perasaan kasih juga kreativitas menjadi hal yang wajar sehingga semua orang di sini merasa tidak terkekang serta kemudian dapat mengekspresikan ide seninya secara terbuka.

Produksi berbagai pakaian dan unsur-unsur pendukung fesyen di Milan seolah tidak akan pernah mati dan bahkan akan terus tumbuh berkembang seiring zaman yang kian memerhatikan penampilan. Penampilan yang tidak perlu glamor namun cukup rapi dan elegan sehingga dapat membuat orang lain yang memandang berdecak kagum seraya mengapresiasi selera busana yang menawan.

Apalagi, gaya berpakaian kini jelas tidak lagi hanya menjadi monopoli kaum wanita, karena kaum adam pun sudah mulai memedulikan penampilannya dengan berani memadumadankan faktor-faktor penunjang, tidak hanya atasan dan bawahan, namun juga pemanis lainnya. Mengembangkan mode berkelas bagi pria inilah yang semakin diperhatikan oleh Milan sebagai kota yang berperan penting sebagai kiblat dunia mode.

Corak, model, pola, potongan, serta ragam bahan baju diaplikasikan dengan bebas bersama aksesoris dan pernak-pernik lain oleh berbagai perancang kenamaan tanpa terikat pada suatu aliran yang membatasi kreativitas di kota yang tak pernah sepi dari ajang pekan mode ini. Inspirasi tiada batas menjadi pegangan dan prinsip para desainer di Milan untuk menuangkan daya kreasinya dalam setiap koleksi rancangan yang hendak dijadikan tren terbaru, baik bagi anak-anak, remaja, dewasa, tak memandang untuk wanita maupun pria.

Armani, Cartier, Gucci, Prada, dan Versace hanyalah segelintir dari merek dan label fesyen tersohor yang dipusatkan di Milan dan menyemarakkan Milan sebagai kota dengan pengunjung yang mayoritasnya terpikat pada dunia seni adibusana.

Beberapa butik dan galeri ternama tersebut dapat ditemukan di kawasan Piazza del Duomo yang merupakan alun-alun alias jantung Milan. Masih di kawasan Piazza del Duomo, dapat ditemukan Katedral Milan dan Galleria Vittorio Emanuele. Katedral Milan yang merupakan katedral terbesar ke-4 di dunia memiliki struktur bangunan begitu indah dan megah.

Tidak heran karena kota terluas ke-2 di Italia ini memiliki daya tarik lain seperti ciri khas kota-kota lain di Italia dari sisi seni dan budaya, bahkan arsitektur serta planologi kota ini tidak lepas dari selera seni tinggi. Seni lukis jelas juga menjadi salah satu unsur pembangun Milan paling populer, termasuk lukisan lantai Bull’s Ball di Galleria Vittorio Emanuele, yang menjadi tempat melakukan ritual demi bisa kembali ke Milan suatu saat nanti serta nasib mujur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s