Waktunya Menyontek Energi Alternatif Brazil

Waktunya Menyontek Energi Alternatif Brazil

Premium. Photo used under Creative Commons from Riza Nugraha

Indonesia Bukanlah Penghasil Minyak Terbesar

Brazil negara yang terkenal dengan sepak bola nya dan tarian sambanya memang jauh lebih maju dari kita dalam hal penanganan pelestarian lingkungan. Mereka lebih maju dalam penggunaan energi alternatif.

Meskipun Brazil adalah negara penghasil minyak bumi dan sumber daya mineral lainnya, namun masyarakat dan pemerintah bersama-sama mencari energi alternatif agar sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui ini masih terjaga kelestariannya dan lingkungan akan terjaga terus.

Bercermin dari Brazil, Indonesia sebagai negara penghasil minyak, kita harus mengusahakan energi alternatif, karena sumber daya alam kita terutama minyak tidak sebanyak hasil dari negara Brazil.

Kita rakyat Indonesia mempunyai prediksi keliru dalam memahami kalau Indonesia adalah negara penghasil minyak terbesar. Sebenarnya Indonesia bukanlah negara yang kaya minyak. Cadangan minyak kita jauh di bawah cadangan minyak negara-negara lain seperti Brazil, China, Qatar apalagi Arab Saudi.

Brazil memiliki cadangan minyak lebih besar hingga tiga kali lipat di banding Indonesia yang hanya memiliki 0,3 % dari total cadangan minyak dunia. Di Brazil sendiri pemerintahnya telah menetapkan penduduknya menggunakan bahan bakar campuran etanol dan bensin untuk mobilnya.

Dengan kadar beragam dari 10% sampai 22%. Dengan begitu mereka sudah menghemat sebanyak 10 sampai 22% penggunaan bensin mereka. Petrobras sebagai pengelola terbesar di akhir 2007 sudah mencatat bahwa penggunaan bahan bakar campuran etanol meningkat menjadi kadar 25%. Sungguh penghematan sumber daya alam yang luar biasa.

Menerapkan Bioetanol di Indonesia

Demi menjaga kelestarian lingkungan sumber daya alam, Indonesia semestinya meniru dan menyontek cara kerja energi alternatif di Brazil. Salah satunya pemanfaatan Bioetanol. Walaupun sebenarnya penerapan energi ini bukanlah hal yang baru di negara kita.

Tahun 2005 sudah pernah di gunakan sebagai hasil riset sebagai pengganti BBM yang ada, namun masih dengan perbandingan 1:1. Di daerah Karang Anyar juga sudah pernah dibuat energi alternatif dengan bahan singkong, dan dapat di gunakan sebagai bahan bakar motor.

Ide–ide ini harus selalu mendapat dukungan karena kita sudah sangat bergantung pada harga minyak mentah dunia yang sudah memberatkan masyarakat yaitu tanpa subsidi Rp. 6.500,- . Penggunaan bioetanol mampu menghemat setidaknya Rp. 800,- dengan harga Rp. 5.600,- perliter.

Pengolahan bioetanol ini pun bisa diolah dari berbagai jenis tanaman seperti ubi kayu, jagung, sorgum biji dan sagu, yang mengandung pati, serta juga bisa menggunakan tanaman bergula seperti tebu dan sorgum manis.

Bioetanol juga bisa dibuat dengan tanaman berserat seperti jerami, ampas gergaji dan ampas tebu. Bayangkan berapa biaya produksi yang bisa diminimalisir dan berapa biaya yang bisa di turunkan. Jika ditangani dengan skala besar bisa saja Indonesia menyamai kemajuan Brazil dalam menerapkan penggunaan energi alternatif.

Tanaman lain yang bisa dimanfaatkan dari lingkungan masyarakat adalah rumput laut. Bioetanol dari rumput laut jauh lebih irit dari pada tebu dan ubi kayu, karena pertumbuhan rumput laut lebih cepat dan bisa panen sampai enam kali dalam satu tahun.

Dan negara Indonesia yang di dominasi daerah perairan laut akan lebih mudah mendapatkan bahan baku rumput laut ini. Dan secara tidak langsung metode penggunaan bioetanol sebagai alternatif bahan bakar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani penghasil bahan baku pembuat bioetanol. Sungguh solusi cerdas.

Sedangkan untuk proses nya bisa di contek gaya produksi di Brazil dan yang perlu dihindari adalah penurunan keaneka-ragaman hayati akibat pengekplorasian tanaman bahan baku bioetanol, dalam hal ini pemerintah juga harus waspada dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar selalu memperbarui keanekaragaman hayati yang di ambil agar habitat dan ekosistem lingkungan tidak rusak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s