Lingkungan Hidup dan Kesadaran Warga akan Kebersihan

Lingkungan Hidup dan Kesadaran Warga akan Kebersihan

Sungai yang tercemar. Photo used under Creative Commons from SuSanA Secretariat

Lingkungan hidup adalah salah satu isu yang paling sering dibicarakan saat ini. Seiring perkembangan zaman ternyata pengembangan teknologi dan perkembangan peradaban sering kali mengabaikan lingkungan hidup.

Ketika manusia melakukan lompatan besar dengan melakukan pengembangan wilayah untuk kawasan industri, pemukiman penduduk, area bisnis, dan lainnya, ternyata lingkungan hidup dibiarkan merana. Bahkan banyak sekali kawasan industri yang menjalankan operasinya tanpa memperhatikan lingkungan justru memperparah keadaan dengan membuang limbah berbahaya begitu saja.

Tindakan yang tidak bertanggung jawab tersebut bisa menurunkan kualitas air, tanah, dan udara dengan drastis. Bahkan keadaan lingkungan di beberapa wilayah yang menjadi pusat industri bisa dibilang tidak layak digunakan sebagai tempat tinggal karena besarnya kandungan zat-zat yang bisa meracuni organ tubuh.

Di tempat lain, system pemukiman penduduk yang tidak memperhatikan keadaan lingkungan kerap kali didatangi bencana secara rutin. Hal seperti ini kerap kali ditemukan di kota-kota besar. Dengan kepadatan penduduk tinggi seharusnya pengaturan system pemukiman layak yang juga memperhatikan keadaan lingkungan hidup dilakukan semenjak dini.

Tetapi sayangnya, perencanaan tata kota yang ada selama ini sering kali mengesampingkan lingkungan hidup, karena tujuan komersial lebih sering diutamakan. Daerah-daerah di kota besar yang seharusnya tidak digunakan untuk pemukiman, perkantoran, atau bangunan komersial, justru di penuhi dengan hutan beton atau rumah-rumah penduduk yang itupun tidak ditata dengan baik.

Penataan kota yang buruk tersebut berimbas pada ketidak efisienan berbagai fasilitas dan infrastruktur publik. Kemacetan seringkali terjadi karena berjubelnya kendaraan bermotor pada titik-titik padat tertentu di dalam kota.

Pada akhirnya masalah kemacetan tersebut juga berdampak buruk bagi lingkungan hidup. Emisi kendaraan bermotor tersebut tentunya menjadi polusi yang meracuni udara, sehingga sangat sulit untuk menghirup udara segar di tengah kota apalagi ketika jam-jam ramai sewaktu kemacetan sedang pada puncaknya.

Berbagai masalah tersebut masih diperparah oleh kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan yang masih sangat rendah. Bagi mayoritas orang, kota sudah menjadi hal yang wajar untuk membuang sampah di sembarang tempat.

Banyak juga pemukiman penduduk yang dibangun dipinggir sungai. Setiap hari sampah rumah tangga dengan seenaknya dibuang kesungai, sehingga memperparah kondisi air di sungai-sungai yang berada di tengah kota.

Lebih parah lagi orang juga sembarangan membuang hajat di sungai karena buruknya system sanitasi di perkotaan apalagi di wilayah-wilayah kumuh yang sebenarnya tidak layak menjadi hunian.

Selama beberapa dekade kondisi sungai tersebut semakin memburuk bahkan bisa dibilang saat ini air sungai sudah tidak bisa lagi digunakan untuk konsumsi maupun digunakan untuk keperluan lain karena saking kotornya. Orangpun terpaksa membeli air untuk keperluan sehari-hari.

Pada akhirnya, mereka menerima imbas dari berbagai tindakan buruk terhadap lingkungan hidup tersebut. Berbagai bencana alam terutama banjir terjadi secara rutin. Uang dengan jumlah sangat besar untuk membangun tanggul ataupun fasilitas pencegah banjir seolah-olah sia-sia ditelan air bah yang besar dan selalu datang tak terkendali.

Kondisi buruk yang sudah terlanjur terjadi tersebut tentu tidak bisa begitu saja diperbaiki dalam waktu singkat, karena tak akan pernah cukup pembangunan berbagai fasilitas penahan banjir bila kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan masih sangat rendah. Di titik inilah seharusnya pihak yang bertanggung-jawab mulai memfokuskan usahanya.

Kesadaran tentu bukan sesuatu yang begitu saja bisa dibangun dalam waktu singkat sebagaimana membangun tanggul banjir, tetapi bila secara serius dan kontinyu diadakan penyuluhan, kerja bakti wajib yang dilaksanakan secara terencana, dan pendidikan tentang pentingnya kebersihan lingkungan, maka lingkungan bersih di perkotaan boleh jadi bisa terwujud meski hal itu mungkin masih lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s