Hindari penebangan bebas untuk mencegah banjir

Hindari penebangan bebas untuk mencegah banjir

Photo from hans peter meyer used under Creative Commons

Dewasa ini jika kita melihat berbagai macam berita di televisi maka akan ada banyak sekali berita mengenai banjir dan bencana.

Belum lama, ibukota negara kita indonesia terkena banjir yang menewaskan lebih dari 20 orang dan nyaris menenggelamkan Jakarta karena serangan banjir selama berminggu-minggu. Banjir yang datang lebih mirip air bah karena datang secara mendadak dan tiba-tiba.

Apapun bentuknya, banjir adalah akibat dari kesalahan manusia di masa kini yang karena rakusnya akan kehidupan dan harta duniawi sampai harus merusak alam dan ekosistem lingkungan yang ada.

Sebab dan akibat penebangan bebas

Berbicara mengenai penebangan bebas akan membuat hati kita teriris perih. Coba saja sebentar kita flash back ke masa lalu dimana ada banyak sekali hutan rindang yang rimbun dan penuh dengan burung-burung disana bebas bermain. Dimana saat itu musim, cuaca dan juga iklim masih berjalan dengan normal dan wajar tanpa adanya banjir dan bencana seperti saat ini yang sering kita alami. Tetapi semuanya itu berubah manakala manusia semakin pintar dan cerdas.

Tujuan pemerintah mewajibkan masyarakat untuk belajar adalah demi kesejahteraan hidup mereka nantinya agar generasi mendatang sebagai generasi penerus bangsa tidak bodoh dan ketinggalan informasi.

Tetapi yang terjadi adalah semakin pintar maka semakin cerdik pula cara manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Penebangan bebas sudah menjadi masalah dari jaman bahula yang sampai detik ini tidak terselesaikan.

Mungkin penebangan tidak akan menjadi masalah jika para penebang bertanggung-jawab untuk menanami kembali lahan yang habis ditebang massal. Walaupun membutuhkan waktu lama setidaknya tanah tersebut tidak dibiarkan kosong dan gundul karena tidak akan ada akar yang mengikat tanah yang juga akan memberikan air kehidupan kepada kita manusia.

Sangat disayangkan jika bukit yang tadinya hijau dan rimbun berubah menjadi bukit yang botak dan seakan tak bernyawa. Banjir terjadi karena tidak adanya lagi pohon dan akar yang menahan dan menampung air hujan.

Jika dahulu kala disaat hujan adalah suatu yang menyenangkan maka saat ini semua itu berbalik menjadi rasa was-was, duka dan sedih serta ketakutan akan datangnya banjir yang akan merusak semua tawa manusia.

Jika mencintai lingkungan maka bertanggung jawablah

Lingkungan adalah sesuatu yang harus dirawat, dicintai dan dikasihi dengan benar. Jika kita memperlakukan alam dengan tidak baik maka alam pun akan melakukan hal yang sama kepada kita. Kita diberikan keindahan alam oleh Tuhan, karena itu seharusnya kita juga harus merawat dan bertanggung jawab untuk melestarikannya.

Tanamlah pohon berakar besar dan kuat ketika penebangan habis dilakukan. Mintalah ijin untuk penebangan yang legal dan bukan penebangan ilegal. Penebangan ilegal adalah salah satu penebangan berbahaya yang selama ini masih saja terjadi di indonesia. Tapi tanpa pernah ada tindakan keras dari pemerintah kita.

Tidakkah kita menginginkan alam yang indah seperti dulu dengan air yang jernih?

Bukan seperti sekarang, air yang menggenang dan udara kotor penuh dengan debu di udara. Tanpa ada usaha untuk memperbaiki maka alam kita tidak akan bertahan lebih lama.

Pernahkah anda mendengar berita dimana es di kutub sudah mencair?

Apa penyebabnya selain karena pemanasan global?

Bagaimana cara menanggulanginya?

Hanya dengan menanam pohon. Pohon berfungi memberikan kita oksigen dan menyerap kotoran di udara.

Masihkah anda bermalas-malasan menanam sebuah pohon untuk kehidupan berjuta orang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s