Menapaki Revolusi Jerman di Gerbang Brandenburg

Menapaki Revolusi Jerman di Gerbang Brandenburg

Photo from j27 under Creative Commons

Gerbang Brandenburg atau yang lebih dikenal dengan Brandenburger Tor merupakan salah satu ikon negara Jerman yang sangat terkenal. Gerbang ini dulunya merupakan suatu pintu masuk menuju sebuah kota.

Setelah diruntuhkan akibat peperangan, gerbang ini dibangun kembali pada abad ke 18 dengan desain yang lebih megah dan besar. Selain itu, Brandenburger Tor ini merupakan salah satu peninggalan neo-Klasik di Eropa.

Gerbang ini berlokasi di pusat keramaian Kota Berlin dan merupakan salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi di Jerman.

Karenanya, tak heran jika banyak warga Eropa yang menjulukinya sebagai salah satu keajaiban dunia. Gerbang ini tepatnya berlokasi di Jalan Erbert di bagian barat pusat kota dan tepat di sebelah barat Pariser Platz.

Brandenburger Tor dibangun pada masa kepemimpinan Raja Frederick William II of Prussia sebagai lambang perdamaian. Bangunan megah ini dibangun dan dirancang oleh Carl Gottard Langhans pada tahun 1788 sampai 1791.

Pada masa perang dunia II, Brandenburger Tor sebenarnya hampir dihancurkan akibat perang. Namun, gerbang megah ini hanya mengalami sedikit kerusakan.

Selama perang saudara di Jerman, kawasan Brandenburger Tor ditutup untuk umum dan tak mungkin ada sembarangan orang yang bisa masuk. Baru pada tahun 1989 setelah revolusi Jerman dan bergabungnya kembali Jerman Barat dan Jerman Timur, Brandenburger Tor mulai dibuka kembali untuk umum.

Pada tahun 2000 sampai 2002, gerbang ini ditutup lagi untuk umum karena sedang diadakan perbaikan oleh Dinas Konservasi Monumen Kota Berlin. Konservasi ini dilakukan untuk memastikan kekuatan bangunan agar bisa bertahan lebih lama lagi. Selanjutnya, banyak yang memperhitungkan bahwa Gerbang Brandenburg ini sebagai salah satu keajaiban dunia.

Brandenburger Tor sebenarnya bukan satu-satunya gerbang kota di jerman. Di Kota Berlin sendiri, sebetulnya terdapat gerbang kota yang memiliki fungsi serupa sejumlah 18 gerbang. Brandenburger Tor juga merupakan salah satu bagian dari Berlin Customs Wall yang menjadi landmark dari setiap wilayah di Berlin.

Desain dari Brandenburger Tor sendiri sebenarnya merupakan hasil imajinasi mitologi Yunani. Si perancang Carl Gotthard Langhans mengambil cerita Propylaea untuk dijadikan inspirasi. Dalam mitologi tersebut, disebutkan adanya gerbang menuju kota lain di Athena, yaitu Acropolis.

Mitologi Yunani memiliki hubungan yang erat dengan sejarah budaya dan juga tradisi arsitektur di Berlin. Karenanya, tak heran jika si perancang mengambil mitologi Yunani untuk dijadikan bahan acuan. Selain Yunani, Budaya dan Arsitektur kota Berlin juga banyak dipengaruhi oleh Baroque dan neo-Palladian.

Desain dari Brandenburger Tor tidak pernah berubah sejak masa pembangunan di abad ke 18 sampai sekarang. Ketika pergolakan politik berlangsung di Jerman pada pertengahan abad ke 20, Brandenburger Tor banyak dijadikan rebutan oleh kekuasaan oposisi yang saat itu ingin menguasai Jerman.

Beberapa diantara negara tersebut adalah Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. Sementara itu, pihak Komunis lah yang akhir mampu menguasai wilayah Berlin.

Pada masa Pemerintahan Adolf Hitler, Brandenburger Tor dijadikan lambang untuk partai. Sampai pada akhir perang dunia II, Brandenburger Tor selamat dan tidak dihancurkan selama perang meskipun tentara sekutu menjatuhkan bom disekitar gerbang.

Setelah perang dunia II berakhir, pemerintah membagi kota Berlin menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur dengan membangun tembok di sepanjang kota Berlin untuk memisahkan wilayah konflik tersebut.

Selama kurun waktu tersebut, Berlin banyak mengalami kesengsaraan dan rakyat kota Berlin banyak dilanda ketakutan akibat krisis politik di Jerman.

Selama masa tersebut, kota Berlin pun banyak mengalami kesulitan untuk berkembang. Pada tahun 1989, tembok yang memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur diruntuhkan dan revolusi Jerman pun bergolak di Berlin.

Hingga pada akhirnya, bulan Oktober 1990, kota Berlin akhrinya secara resmi bersatu kembali karena pihak Jerman Timur yang memperjuangkan agar Jerman bersatu menyusul runtuhnya Tembok Berlin.

Dengan sejarah yang panjang dan bangunan yang megah, Brandenburger Tor layak dipertimbangkan sebagai salah satu keajaiban dunia.

Advertisements

6 thoughts on “Menapaki Revolusi Jerman di Gerbang Brandenburg

  1. goldfa February 17, 2013 / 05:27

    Jerman merupakan salah satu target saya untuk melanjutkan kuliah S2. Dan tempat2 seperti Brandenburg Gate akan saya kunjungi suatu hari nanti. Dan saya harap secepatnya. Hehehhehe

    Salam Kenal
    http://wp.me/p1yPIN-2s

    • jujubandung February 17, 2013 / 05:34

      amin, semoga terlaksana..sukses dan lancar.. 😀

  2. Ilham March 2, 2013 / 10:55

    eh iya, itu di puncaknya ada lambang yang suka di topinya hitler. keren. 🙂

  3. Transeropa April 8, 2014 / 19:17

    Tak ada lagi selain, “Menakjubkan!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s