Keajaiban Dunia: Warisan yang Misterius dan Historis

Mungkin saja candi yang terletak di Desa Borobudur, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah ini tidak lagi menyandang gelar Keajaiban Dunia karena tergeser dari New Seven Wonders versi sang yayasan baru, namun Indonesia masih tetap berbangga.

Borobudur dicatat sebagai situs arkeologi candi Budha terbesar di dunia dari lembaga Guinness World Records pada Juni 2012 lalu, disusul penobatannya sebagai ’27 Tempat yang Harus Dikunjungi Sebelum Meninggal’ di urutan pertama — khususnya menjelang fajar merekah — versi CNN yang juga diberikan pada Juni 2012, setelah bertahun – tahun silam pada 1991, Borobudur mendapat pengakuan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Lebih dari segalanya — selain gelar, status, dan penghargaan tersebut — pada hakikatnya Borobudur menyimpan misteri dan keindahan yang terus memikat kalangan awam maupun pakar di beberapa bidang, termasuk para arkeolog, sejarawan, sastrawan, budayawan, agamawan, pemerhati pariwisata, dan seterusnya.

Ketakjuban dunia pada legenda dan mitos yang berkisar pada metode pembangunan candi ini sendiri selalu membangkitkan rasa ingin tahu. Penelitian dan hipotesis diajukan oleh para ahli sesuai versinya masing-masing, namun tetap saja ada faktor dan hal-hal yang tak terjawab.

Keelokan Borobudur sebagai warisan arsitektur nan bersejarah memang tak terbantahkan. Belum lagi dengan status yang dianugerahkan oleh CNN, Borobudur menjadi incaran beragam kalangan yang sangat menyukai dunia fotografi serta aktivitas berwisata.

Faktanya, pesona momen matahari terbit di lingkungan Candi Borobudur diburu oleh mereka yang ingin mengabadikannya, lebih daripada momen cantik matahari terbit di pantai-pantai atau gunung-gunung yang sejak dulu menjadi daya tarik wisata di berbagai tempat di dunia.

Sebab itulah, candi Budha termegah sejagat ini akan tetap diingat sebagai salah satu keajaiban dunia seperti halnya Piramida Agung Giza yang juga tak tercatat di versi baru Keajaiban Dunia.

Di lain pihak, kisah tentang Borobudur sebagai keajaiban dunia masih tetap menjadi misteri bahkan cenderung menjadi mitos melegenda perihal pembangunan Borobudur itu sendiri.

Misteriusnya Candi Borobudur nyata-nyata tidak terlepas dari bagaimana caranya candi yang begitu indah dengan luas dan volume bangunan cukup lapang, tinggi, dan besar tersebut dibangun.

Apalagi dengan struktur bangunan yang terbuat dari susunan blok batu-batu andesit berukuran besar saling dirapatkan tanpa perekat apa pun.

Tentang struktur blok batu tersebut juga sering timbul pertanyaan, bagaimana caranya pekerja pada masa itu mengangkutnya serta dari mana, atau bagaimana membentuk, mengatur, dan menumpuknya.

Misteri Borobudur yang lain pun sebenarnya masih belum terkuak, tepatnya hingga sekarang, belum ditemukan satu pun bukti yang menunjukkan siapa yang membangun Borobudur dan apa fungsinya.

Namun dari dugaan dan analisis para ahli berdasarkan penelitian atas jenis aksara yang tertulis di kaki candi sama seperti jenis aksara pada prasasti-prasasti yang dibuat pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, Borobudur diperkirakan sebagai candi peninggalan Wangsa Syailendra dengan sang ‘arsitek’ Gunadharma yang awal konstruksinya dibangun sekitar 770 Masehi dan selesai sekitar 825 Masehi saat pemerintahan Samaratungga.

Bila benar perkiraan tahun-tahun tersebut, sungguh menakjubkan mereka yang turut terlibat dalam pembangunan candi tersebut memiliki metode dan teknik yang begitu hebat dengan teknologi, perkakas, dan peralatan penunjang yang tentunya cukup terbatas pada masa itu.

Tidak menampik kenyataan bahwa dengan catatan sejarah demikian, candi dengan keagungan ini dibangun oleh penganut Budha Mahayana.

Maka sebagai upaya untuk melestarikan salah satu dari keajaiban dunia tersebut secara fungsional, candi dengan stupa dan panel relief penuh makna ini pun dimanfaatkan sebagai tempat peribadatan umat Budha Indonesia, bahkan umat Budha dari sepenjuru dunia.

Keajaiban Dunia Warisan yang Misterius dan Historis

Borobudur yang bersejarah ini adalah salah satu kebanggaan Indonesia. Photo used under Creative Commons from Justine Hong

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s