Keajaiban Dunia: Antara Buatan Manusia, Karya Tuhan Dan Rencana Perjalanan

Mengunjungi tempat yang mendapat label keajaiban dunia adalah sebuah kebanggan tersendiri. Tembok besar di Cina misalnya adalah pembuktian bahwa manusia sebenarnya mampu untuk berbuat lebih dari yang diharapkan.

Hal yang sama juga terjadi pada pembangunan piramida di Mesir. Sudah banyak spekulasi yang terkait dengan pembangunan bangunan simetris ini.

Perlahan tapi pasti akhirnya terkuak bahwa piramida dibangun berdasarkan teknik-teknik arsitektur dan aplikasi material yang luar bisa.

Dalam beberapa tayangan dokumenter bisa dilihat bahwa bangsa Mesir tidak membutuhkan bantuan alien dengan peradaban yang canggih sebagaimana banyak film Hollywood tampilkan.

Beberapa teknik pemotongan balok batu yang besar dengan pasir kuarsa memberikan salah satu contoh aplikasi praktis dari pengetahuan di masa itu. Tentu bagian ini hanyalah bagian kecil dari begitu banyak misteri seputar piramida.

Dan dalam lingkup Indonesia, pembangunan aneka candi sebenarnya juga adalah bentuk dari keberhasilan bangsa ini untuk menyelesaikan banyak bangunan monumental di masa lalu.

Meskipun candi Borobudur sudah tidak lagi diangkat sebagai keajaiban dunia oleh yayasan New 7 Wonders, tetap saja kharisma borobudur begitu kuat menarik wisatawan.

Detil arsitektur candi adalah salah satu alasan banyak orang baik yang berstatus sebagai turis biasa maupun peneliti.

Keajaiban dunia tidak hanya berupa karya monumental manusia. Beberapa tempat yang secara alami memang indah dan menarik juga pantas mendapatkan pengakuan yang sama.

Gunung Meja di Afrika Selatan misalnya, adalah tempat yang patut dikunjungi. Gunung ini memiliki puncak datar dan inilah yang kemudian seolah-olah berbentuk seperti meja. Gunung ini adalah bagian dari taman nasional Table Mountain.

Untuk daerah dengan keanekaragaman hayati terbanyak, hutan hujan Amazon adalah keajaiban dunia lainnya yang layak untuk dikunjungi.

Mengingat luasnya hutan amazon, diperlukan pemandu agar keindahan amazon bisa dinikmati dengan aman dan menyenangkan.

Jika ingin menikmati keajaiban alam lain, pulau Komodo layak untuk masuk ke dalam daftar kunjungan.

Komodo hingga saat ini adalah salah satu kadal besar yang memiliki posisi menarik bagi banyak peneliti.

Julukan sang naga pada binatang ini tidak lepas dari sifat primitifnya yang layak diberi gelar sebagai salah satu jenis naga yang tersisa di muka bumi.

Mengunjungi tempat-tempat yang mendapat gelar keajaiban dunia akan memberi kepuasan tersendiri. Namun demikian, untuk dapat benar-benar menikmati kunjungan ke tempat-tempat semacam ini, perencanaan yang matang dibutuhkan.

Jika dana yang tersedia cukup terbatas, kunjungan pada saat objek tersebut ramai dikunjungi ada baiknya ditunda kembali. Akan ada kemungkinan bahwa ongkos untuk tiket, penginapan, makan dan transportasi naik drastis.

Selain itu, kenikmatan dalam berkunjung bisa jadi akan berkurang karena tempat yang dikunjungi terlalu dipenuhi turis.

Pada masa ini jugalah, faktor keamanan biasanya menjadi masalah. Copet misalnya tidak hanya beraksi di Indonesia saja. Banyak juga copet yang beraksi di aneka tempat kunjungan wisata yang sedang penuh turis. Aneka modus penipuan juga akan menjamur mendekati masa puncak kunjungan.

Untuk menghindari aneka upaya kejahatan, ada beberapa upaya yang bisa diambil.

Yang pertama, memilih paket perjalanan yang lengkap dengan pemandu setempat dari agen perjalanan yang terpercaya.

Kedua, membawa barang-barang yang benar-benar dibutuhkan saja, tidak perlu memakai perhiasan yang berlebihan.

Ketiga, carilah informasi seputar tempat wisata yang akan dikunjungi jauh hari sebelum keberangkatan.

Hal ini setidaknya akan memberi kesempatan untuk mengetahui tempat-tempat yang rawan dan juga tempat –tempat penting lainnya seperti tempat penginapan terdekat, rumah sakit, bank dan tempat-tempat lainnya yang mungkin dibutuhkan pada situasi tertentu.

Keajaiban Dunia Antara Buatan Manusia, Karya Tuhan Dan Rencana Perjalanan

Pulau Komodo nan eksotik ini merupakan salah satu kebanggaan Indonesia. Photo used under Creative Commons from Gabriel Hsia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s