Menyusuri Sejarah Islam di Birma

Terjepit di tengah kesibukan kota-kota di Birma, tempat para Bhiksu dengan pagoda-pagoda emasnya berada. Ya, dalam situasi tersebut tentunya di otak kita akan langsung terbayang tentang Budha dan ajarannya. Namun diantara mayoritas etnis suku, budaya, dan seni, negeri ini diwarnai juga dengan tradisi dan kepercayaan lain. Salah satu agama yang tersimpan tersebut bernama Islam beserta perjalanan panjang sejarahnya. Kali ini kita akan membahas sedikit mengenai Islam dengan rona kehidupannya di negeri Birma yang disebut juga dengan Myanmar ini.

Permulaan Islam di Birma

Delta sungai Ayeyarwady, berkilau diantara para sejarawan sebagai tempat lahir kerajaan Pagan di Birma pada tahun 1044 dengan rajanya Anawrahta. Beberapa tahun setelah itu, orang-orang Islam mulai berdatangan di area yang sama.

Sejarah mengatakan, orang-orang Islam ini berasal dari Persia dan sekitarnya. Kemudian beberapa orang Islam menikah dengan penduduk lokal seperti suku Bamar dan perkampungan Islam mulai terbentuk. Kemungkinan besar jumlah penduduk Islam yang bertambah setiap tahunnya berasal dari pedagang atau saudagar, tentara, pelarian, dan tahanan perang.

Cerita selanjutnya, beberapa orang Islam ini menjadi orang-orang penting dalam perjalanan sejarah kerajaan Pagan. Diantaranya adalah dua bersaudara Shwe Byin yang menjadi tentara dan agen rahasia bagi negeri Pagan. Ada cerita sedih menyangkut kesetiaan dua bersaudara ini. Setelah dibunuh oleh raja mereka sendiri, konon roh mereka bergentayangan membuat heboh seluruh negeri dan istana. Untuk menenangkan kedua jiwa ini maka raja Anawrahta saat itu memerintahkan untuk membangun tempat suci di Taung Byone.

Perkembangan Islam di Birma

Abad 17 Masehi, penduduk muslim Birma memainkan peran penting dalam perdagangan di setiap pelabuhan yang ada. Di bagian lain negeri ini, penduduk Islam menjadi bagian dari tentara kerajaan. Sewaktu Mandalay ditemukan, warga muslim diberikan sebagian dari daerah apik ini. Orang-Orang muslim yang datang ke Birma masih terus meningkat tatkala Inggris masih memerintah Birma (1824 – 1948).

Islam hari ini

Pemerintah setempat mengatakan populasi muslim sekarang sekitar 4 persen dari total penduduk Myanmar. Seperti negara-negara lainnya, beragamnya budaya dan suku muslim di negeri indah ini telah memberikan nuansa berbeda. Buat siapapun yang menyambangi Birma tentunya akan melihat beraneka macam komunitas muslim telah memberikan sumbangsihnya terhadap kehidupan sosial negeri ternama ini.

Menyusuri Sejarah Islam di Birma

Kehidupan di Sittwé City, Photo used under Creative Commons from Daniel Julie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s