Shangri-La, Mitos dan Fakta

Buat para penggemar trekking tentunya punya destinasi favoritnya sendiri-sendiri. Namun ada dua tujuan pendakian gunung terkondang di dunia, yaitu Nepal dan Tibet dengan jalur hikingnya Annapurna Circuit dan Everest Base Camp Trek. Himalaya, dalam sejarah pernah tidak ada di peta-peta, atlas, dan map-map lainnya untuk waktu yang sangat lama, kosong dan tidak tereksplorasi. Nepal, Tibet, dan negeri-negeri Himalaya lainnya dulu tertutup dan masih menjadi misteri buat orang luar sampai sekitar abad 20 an. Mitos dan rumor yang beredar saat itu mengenai gunung-gunung ini salah satunya adalah Shangri-La.

Shangri-La dunia Barat

Tahun 1933. James Hilton menulis buku Lost Horizon, kemungkinan besar buku ini diinspirasi oleh perjalanan Budha dan ekspedisi Everest saat itu. Bersetting setelah kecelakaan pesawat di Himalaya, orang-orang Inggris dan Amerika yang selamat menemukan diri mereka terdampar di sebuah Biara Budha tersembunyi di Shangri-La atau Utopia atau “surga di Bumi”.

Sama seperti cerita misteri dan legenda lainnya, popularitas Shangri-La tak bisa dielakkan. Dengan depresi dan runtuhnya ekonomi dunia, serta perubahan kekuasaan antara Facis, Komunis, dan perang dunia menyebabkan pengasingan diri ke pegunungan dan tempat terpencil lainnya menjadi sangat menarik bagi mata dunia. Dalam persimpangan nasib di kehidupan, tentara Nazi dengan khayalan mereka akan keajaiban dan dunia magis pun tergoda. Tahun 1938, dengan kegagahannya tentara ini melakukan ekspedisi dan trekking di sekitar Everest dan Himalaya untuk mencari tempat mistis tersebut.

Shangri-La dunia Timur

Lost Horizon adalah buku yang memberikan pencerahan bagi dunia Barat, tetapi kisah mengenai surga tersembunyi di Himalaya sebenarnya telah lama ada sebelum jari-jemari James Hilton menuliskan setiap kata dari bukunya, maupun berabad-abad lamanya sebelum para penjelajah dari dunia Barat menapakkan kakinya di Everest dan Himalaya. Termasyhur dengan kata Shambala, sebuah legenda Budha mengenai kerajaan terpencil di Himalaya. Sebagaimana hikayat Budha lainnya, Shambala memiliki dua arti yaitu kerajaan tersembunyi (outer) dan keberadaan damai spiritual yang tinggi (inner).

Masa sekarang

Hari ini, Tibet dan Nepal telah dieksplorasi seluruhnya. Puncak tertinggi duniapun telah ditaklukkan ribuan kali, lalu Everest Base Camp Trek menjadi begitu populer diantara para pecinta petualangan dan adrenaline. Sampai saat ini inpirasi mengenai kerajaan tersembunyi dan terlarang Shangri-La masih menggaung di antara para traveller, baik di luasnya daratan mapun di dalamnya lautan yang belum pernah ditelusuri.

Dalai Lama ketika ditanya menenai misteri kehidupan Budha pernah berkata:

“Hari ini, tidak ada yang tau dimana Shambala berada. Meskipun nyata, namun manusia tak dapat melihatnya, atau berkomunikasi dengannya. Sebagian berkata, Shambala terletak di dunia lain, sebagiannya lagi mengatakan dia adalah tanah impian. Beberapa orang mengatakan Shambala benar adanya walau tak bisa ditemukan. Sebagiannya lagi percaya bahwa ada cara untuk mencapainya. Apapun kebenarannya, ekspedisi Shambala dimulai dari outer journey sesungguhnya yang lalu menjadi pencarian di dalam diri atau inner discovery.”

Shangri-La, Mitos dan Fakta

Salju di Gunung Everest, Photo used under Creative Commons from Mahatma4711

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s