Dibalik Puncak Tertinggi Afrika

Memiliki berbagai macam landscape dan landmark yang menakjubkan, Tanzania adalah salah satu destinasi favorit bagi para backpacker dan pelancong yang mencintai jalan-jalan. Dari singgah di pasar rempah-rempah Zanzibar sampai mendaki gunung kilimanjaro, selalu ada saja pengalaman berharga dengan pemandangan yang belum pernah dilihat, suara-suara alam yang tidak pernah didengar, atau berbagai macam rasa indra lainnya untuk dinikmati sepanjang perjalanan. Agar bisa merasakan kehebatan destinasi wisata yang satu ini sangatlah perlu bagi kita untuk membaca kembali sejarah anggun negeri ini sampai kondisinya yang sekarang. Para Traveller yang telah memiliki pengetahuan mengenai Tanzania tentunya akan bisa menghargai daya pikat negeri aduhai ini secara lebih baik. Demikianlah sedikit pengenalan mengenai negeri yang tidak kalah eksotisnya dengan tujuan turis dan wisata terkenal lainnya seperti Hanoi di Asia.

Lokasi dan keadaan alam

Berdasarkan peta, negeri ciamik ini berbatasan dengan Samudra Hindia di sebelah Timurnya, dan di Utara dengan Uganda dan kenya, Burundi dan Republik Demokratik Kongo di bagian barat, serta Malawi, Mozambique, dan Zambia di sebelah Selatannya. Selain itu, Tanzania juga mencakup sebagian dari daratan utama Afrika dan juga salah satu pulau Zanzibar. Lebih lanjut, negeri kondang ini terbagi menjadi 30 region serta memiliki terrain atau permukaan bumi dan iklim yang bervariasi. Artinya kita bisa melakukan trekking ke Gunung Kilimanjaro di Timur laut negeri ini maupun bersantai di hangat pantainya yang cerah di sebelah Selatan atau menjelajahi hutan dan lahan pertanian yang subur diantara dua tempat asik tadi. Bila kita pelajari lebih jauh, negeri beken ini juga tersohor akan geografisnya yang ekstrem dengan danau terdalamnya Afrika yaitu Lake Tanganyika (kedalaman 1.470 m) dan puncak tertinggi Kilimanjaro (ketinggian 5.896 m diatas permukaan laut). Tidak hanya itu, negeri indah ini juga memiliki flora fauna yang masih asri dengan Ngorongoro Crater sebagai pusat dari kehidupan liar tadi.

Sejarah

Bila kita teliti lebih jauh akar budaya dan sejarah manusia di Tanzania sangatlah kaya dan mendalam, dimulai dari penemuan fosil-fosil hominid yaitu kera besar menyerupai manusia yang berumur sekitar dua juta tahun lamanya sampai adanya tur safari dan trekking Kilimanjaro. Selanjutnya berbagai macam komunitas suku dan bangsa telah hidup menetap maupun nomaden sejak saat itu di negeri unik ini. Posisinya yang stretegis telah membuat negeri keren ini menjadi jalur perdagangan antara Afrika Timur, Teluk Persia, dan India yang menumbuhkan budaya, agama, serta pertukaran bahasa baik di Zanzibar maupun daratan utama negeri bersejarah ini.

Awal mulanya bagian utama negeri Tanzania ini yang kemudian dikenal dengan nama Tanganyika diambil oleh Jerman pada abad ke 19, selanjutnya setelah perang dunia pertama Tanganyika memperoleh kemerdekaannya dari inggris (1961). Lantas Zanzibar juga memperoleh kemerdekaan pada tahun 1963 dan kedua negara ini yaitu Tanganyika dan Zanzibar bergabung menjadi Tanzania pada tahun 1964.

Tanzania hari ini

Saat ini Tanzania dihuni oleh lebih dari 100 etnis suku, termasuk diantaranya Chagga, Nyamwezi, Sukuma dan Maasai, selain itu masih ada juga kelompok orang-orang Arab, India, dan Cina.

Untuk merasakan multikulturisme negara ini, kita bisa mengeksplorasi dan menelusuri Dar es Salaam City dan Zanzibar’s Stone Town sebagai tambahan petualangan kita di Kilimanjaro.

Dibalik Puncak Tertinggi Afrika

Sunrise dari Gunung Kilimanjaro, Photo used under Creative Commons from Filip Lachowski

Advertisements

One thought on “Dibalik Puncak Tertinggi Afrika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s