Proton, Neutron, Elektron, dan Energi

Pada awalnya, tidak ada bentuk dan kekuatan apapun di alam semesta. Membicarakan tentang alam semesta waktu itu merupakan hal tidak berarti dikarenakan tidak ada apapun saat itu. Ruang dan waktu tidak eksis secara nyata dan tidak berbentuk dalam bentuk apapun. Sederhananya, tidak ada ruang angkasa, hampa.

Dan kemudian terjadilah suatu ledakan dahsyat. Kita tidak dapat mengatakan kapan kejadian tersebut terjadi karena pada saat itu belum ada sang waktu, tidak ada apapun. Ledakan tersebut begitu berenergi menyebabkan partikel-partikel dalam jumlah tak terkira tercipta. Einstein telah mengajarkan kita bahwa energi dan materi merupakan dua hal setara, hanya manifestasi energilah yang berbeda. Dengan kejadian inilah kemudian terbentuk energi.

Awalnya semua bentuk material-material ini begitu padatnya. lalu semua material-material ini hancur menjadi seukuran kelereng. Setelah itu, material-material ini menyebar keseluruh ruang angkasa sampai hari ini, tetapi karena luar biasa padatnya, material-material ini milyaran kali lebih panas daripada inti matahari.

Elektron saat itu eksis sebagaimana sekarang, tetapi dengan lebih banyak energi daripada proton dan neutron. Sebenarnya semua partikel ini terbentuk dari sesuatu materi yang lebih kecil yaitu quark. Karena quark mengandung begitu banyak energi maka terbentuklah subatomik partikel seperti kita dapati hari ini.

Faktanya, dibutuhkan waktu 100.000 tahun sebelum alam semesta cukup dingin supaya quark-quark bergabung menjadi bentuk-bentuk yang lebih besar. Pada saat quark berdekatan satu sama lain, maka mereka akan menyatu seperti magnet. Namun dikarenakan quark ini mengandung terlalu banyak energi, kekuatan momentum quark menjadi lebih besar daripada daya tarik menarik antara material-material quark tersebut.

Saat semua peristiwa ini telah selesai terjadi, kita memiliki proton, elektron, dan energi. Tetapi sekarang dengan adanya partikel-partikel subatomik di sekitar kita, alam semesta mampu membentuk unsur-unsur dasar helium dan hidrogen. Tentunya pembentukan hidrogen dan helium ini masih susah untuk terjadi dikarenakan alam semesta masih harus mengembang.

Kemudian sampailah saatnya alam semesta menjadi cukup dingin sehingga material-material mulai terbentuk. Ketika material-material ini bergabung menjadi awan-awan debu sebagai hasil gravitasi, akhirnya alam semesta siap untuk membentuk kehidupan. Tentu saja milyaran tahun dibutuhkan bagi bintang-bintang untuk terbentuk, terbakar, dan meledak sehingga terbentuknya alam semesta saat ini.

Proton, Neutron, Elektron, dan Energi

Listrik, Photo used under Creative Commons from veggiefrog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s