Mitosis, Pembelahan Sel

Kita semua tentu menyadari adanya proses reproduksi pada manusia dan hewan. Tetapi apakah anda tau bagaimana reproduksi terjadi pada tanaman dan organisme-organisme eukariotik (organisme yang memiliki inti sel) lainnya?

Tumbuhan dan sel-sel eukariotik lainnya melakukan reproduksi dengan memisahkan kromosom duplikat dan proses ini dikenal dengan nama mitosis. Mengenai mitosis dan fase-fasenya akan saya jelaskan lebih lanjut.

Mekanisme dasar mitosis dijelaskan pertama kali pada tahun 1880. Kata mitosis sendiri dicetuskan oleh ilmuan bernama “Fleming” tahun 1882. Fleming mempelajari dan mengamati mitosis dengan dua cara yaitu pengamatan organisme utuh (a.k.a in vivo) dan melalui mikroskop untuk mempelajari proses pemisahan sel tunggal hewan.

Definisi mitosis secara umum yaitu pembelahan sel untuk membentuk sel anakan, dengan jumlah kromosom pada sel anakan tersebut sama dengan sel induk. Proses ini dimiliki oleh semua sel-sel vegetatif. Dalam kasus tumbuhan, mitosis diamati pada semua akar dan pucuk daun. Sedangkan pada hewan-hewan eukariotik, mitosis diamati pada organ yang berhubungan dengan sel-sel darah, sel-sel kulit, serta area-area penyembuhan.

Tahap-tahap mitosis

  1. Interfase. Komponen-komponen sel dalam fase ini adalah nuclear envelope (pembungkus nukleus), nukleolus (inti nukleus), dan kromatin yang tampak seperti benang. Selain itu juga, pada saat interfase terjadinya pembesaran ukuran nukleolus. Fase interfase disebut juga periode istirahat dikarenakan tidak terjadinya pembelahan sitoplasma (cairan dalam sel selain nukleus atau inti sel) dan nukleolus. Dibutuhkan waktu sekitar satu sampai dua hari untuk menyelesaikan fase ini.
  2. Profase. Difase ini, kromatin dari nukleus secara berangsur-angsur memadat menjadi benang-benang kromatin yang berbeda dengan bantuan air. Kemudian secara bertahap kromatin tersebut menjadi lebih tebal dan menjadi lebih pendek lalu membentuk kromosom, lalu kromosom menduplikasi dirinya (duplikat kromosom disebut kromatid). Nukleus dan Nuclear membrane (pembungkus nukleus) akan menghilang diakhir fase profase ini.
  3. Metafase. Pada fase mitosis ini, kromosom akan bergerak ke arah tengah sel, dan saling menempel dengan bantuan sentromer (pusat kromosom). lantas pada akhir fase ini, kromosom membelah menjadi 2, dan masing-masing kromatid memiliki sentromer sendiri.
  4. Anafase. Setelah pemisahan kromatid, anakan kromosom bergerak ke ujung-ujung sel secara berlawanan arah. Fase ini diakhiri dengan sampainya anakan kromosom ke ujung-ujung sel. Selain itu fase ini terjadi hanya beberapa menit sehingga menjadi fase tersingkat mitosis.
  5. Telofase. Fase ini ditandai dengan terbentuknya dua kelompok kromosom, dimasing ujung-ujung sel. Namun sel masih belum terbelah dalam fase ini. Lalu bentuk kromatin kembali seperti di awal fase mitosis. Dan di akhir telofase, nukleolus (inti nukleus) dan nuclear membrane (pembungkus nukleus) terbentuk.
  6. Sitokinesis. Selanjutnya pada fase akhir mitosis terjadilah sitokinesis (peristiwa pembelahan sitoplasma) lalu terbentuklah dua sel anakan baru.

Mitosis, Pembelahan Sel

Tanaman, Photo used under Creative Commons from Corey Leopold

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s