Mars, Planet Kebumian dan Kemiripannya Dengan Bumi

Ketika para ilmuan mengetahui Mars memiliki kawah, bulan, selubung es, lembah, dan gunung berapi, maka sejak saat itulah dipercayai adanya kemungkinan suatu bentuk kehidupan di planet Mars. Namun beberapa eksplorasi dan penelitian pada akhir-akhir ini telah membuat anggapan bahwa adanya kehidupan di planet Mars ini semakin memudar dikarenakan tidak terdapatnya air serta tingginya kandungan karbon dioksida membuat atmosfer Mars tidak cocok untuk makhluk hidup manapun.

Ciri-ciri khusus sang planet merah

Mars memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari semua planet penghuni tata surya. Sebagai contohnya, Ngarai terbesar yang pernah ada dari semua planet dan bulan terdapat di Mars, yaitu ngarai Valles Marineris. Fakta lebih mencengangkan lainnya, Mars memiliki puncak gunung tertinggi dari seluruh sistem tata surya, yaitu Olympus Moon. Meskipun Mars hanya seukuran setengah bumi, namun kedua ciri khusus tersebut telah membuat Mars menjadi bahan diskusi dan perdebatan hangat diantara para pengamat langit dan astronomer.

Struktur geologi dari si planet keempat

Mars oleh para ilmuan diklasifikasikan sebagai terestrial planet (planet kebumian) dan bukan dikelompokkan sebagai planet-planet gas. Banyak mineral di Mars seperti silicon dengan kandungan oksigen dan elemen lainnya terdapat juga dalam formasi batuan di Bumi. Fakta lainnya atas keunikan Mars yaitu keberadaan mineral hematite di planet Mars telah membuat para ilmuan bisa melakukan penelitian lebih lanjut dalam tatanan molekular dan atom untuk mineral ini. Disaat banyak planet mendapat serangan meteor-meteor dan asteroid (dikenal juga sebagai bencana bulan), Mars juga tak luput dari serangan ini. Berdasarkan fakta, setengah dari planet Mars masih menyimpan bekas-bekas serangan dan tabrakan benda-benda langit tersebut sampai detik ini.

Aktivitas vulkanik dan lempeng tektonik Mars

Mungkin sebagian besar kita membayangkan peristiwa-peristiwa tektonik Bumi akan sama seperti pergeseran lempeng di Mars, tetapi aktivitas tektonik di Mars sangatlah berbeda. Bergerak di dataran yang lebih vertikal, lempeng tektonik bergerak disebabkan keluar dan tenggelamnya lava. Perisitwa pergerakan lempeng ini menjadi satu faktor pembeda antara Mars dan Bumi dalam hal peristiwa tektonik, lempeng yang selalu bergerak di kerak planet Mars telah mempengaruhi pola kehidupan dan aktivitas geologi Planet Mars tersebut. Selain itu peristiwa badai besar dengan menyertakan angin topan telah menyapu pasir dan debu menyebabkan planet Mars tampak seperti daerah-daerah di gurun. Sangat jarang kita ketahui dapat terbentuknya bukit pasir dari badai besar seperti ini.

Perdebatan panjang akan adanya air di Mars

Berdasarkan pengetahuan kita bahwa tanaman dan hewan sangat bergantung kepada air untuk hidupnya, para geologis dan astronomer selau mencari bukti-bukti akan adanya air di Mars pada masa lalu. Bukti-bukti dan penemuan para penjelajah ruang angkasa menunjukkan pernah terjadinya banjir besar di permukaan planet Mars jutaan tahun lalu. Bagaimana caranya planet tersebut bisa dipenuhi oleh air dan membentuk lautan masih menjadi misteri sampai saat ini. Apakah ada bentuk-bentuk kehidupan dahulu kala di planet Mars, kemudian semua kehidupan tersebut dilenyapkan oleh sebuah bencana besar pada atmosfer planet tersebut? Tidak ada yang tau akan hal itu sampai sekarang sebab bukti-bukti akan hal itu telah menghilang.

Biar bagaimanapun, perdebatan dan spekulasi tidak akan berakhir sampai lebih banyak penelitian, eksplorasi, serta data-data lebih banyak didapatkan. Tampaknya eksplorasi planet Mars beberapa tahun terakhir fokus untuk menguak hal tersebut dan untuk mendapatkan bukti bahwa pernah ada bentuk kehidupan di sana jutaan tahun lalu.

Apakah Mars akan menjadi rumah kedua bagi manusia? Bila mempertimbangkan kemampuan manusia untuk terus belajar dan mengembangkan teknologi maka hal tersebut dapat menjadi kenyataan. Tidak ada yang pernah berpikir bahwa perjalanan kebulan sebelumnya bisa terjadi, maka kita juga tidak tau apa takdir apa yang ada untuk Mars di masa mendatang.

Mars, Planet Kebumian dan Kemiripannya Dengan Bumi

Gunung berapi, Photo used under Creative Commons from Brewbooks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s