Fakta Menarik Neptunus

Dahulu kita tidak mengetahui adanya planet nun jauh dari matahari seperti planet Neptunus. Namun hal tersebut ternyata telah diperhitungkan oleh Bouvard (astronomer berkebangsaan Perancis) dan barulah Galle (astronomer Jerman) berdasarkan perhitungan dari Bouvard menemukan planet Neptunus ini. Sebuah misteri kecil tata surya pun terpecahkan. Planet gas raksasa yang terdiri dari campuran gas Helium dan Hidrogen ini mempunyai warna biru mirip seperti planet Saturnus.

Hampir berhasilnya Galileo dalam menemukan Neptunus

Meskipun Galileo (ilmuan Italia) merupakan seorang astronomer terkenal namun sejarah telah mencatat bahwa jika bukan dikarenakan beberapa hari-hari mendung di Italia maka Galileo merupakan penemu Neptunus. Di tahun 1613, sebenarnya galileo mengamati objek menarik berada di dekat planet Jupiter hanya saja ia tidak mengira planet tersebut adalah Neptunus melainkan Galileo menganggap objek tersebut hanyalah bintang biasa. Jika saja bukan dikarenakan langit mendung Florentine maka Neptunus pasti berada dalam jangkauan Galileo.

Yang menakjubkan dari Neptunus

Dikarenakan jaraknya nun jauh dari matahari membuat neptunus tidak mendapatkan kehangatan dan kemampuan untuk mendukung kehidupan apapun untuk eksis. Di dalam inti Neptunus para geologis menemukan banyak kesamaan dengan bumi namun tidak untuk permukaan planetnya. Warna biru indah planet ini diyakini merupakan hasil dari campuran warna merah di athmosfernya planet Neptunus dengan unsur lainnya. Selain itu warna biru ini ini juga merupakan campuran dari helium, hidrogen, dan methane. Campuran basah partikel-partikel air dan es juga membuat planet Neptunus ini mempunya reputasi sebagai planet biru.

Menurut sejarah pada tahun 1989 telah terjadi badai besar di permukaan planet Neptunus menghasilkan angin dengan kecepatan mencapai 2.400 km/jam. Badai dengan ukuran sebesar bumi tersebut keluar dari athmosfer planet Neptunus dengan kecepatan sekitar 1.100 km/jam. Tidak “ayal” lagi peristiwa ini menyita perhatian para astronomer dan para ilmuan NASA ketika melihatnya pertama kali dengan teleskop Hubble.

Eksplorasi Bulan Neptunus

Triton sebagai bulan terbesar planet Neptunus ditemukan pertama kali oleh seorang astronomi yang juga merangkap sebagai pedagang pembuat bir bernama William Lassel. Penyelidikan lebih lanjut akan Triton telah menguak fakta lebih besar yaitu Neptunus dan Triton bergerak berputar secara berlawanan arah. Pergerakan antara kedua objek ini bisa dikatakan unik karena tidak ada satupun bulan berputar berlawanan arah dengan planetnya sendiri. Apakah Triton dahulunya merupakan sebuah planet bila dilihat dari gerakan uniknya ini? Bukti mengatakan seharusnya iya, sebelum Triton ditarik oleh medan magnet Neptunus.

Berdasarkan fakta, para astronomer percaya Triton pada akhirnya akan hancur oleh Neptunus dalam satu juta tahun dari sekarang dikarenakan gaya magnet Neptunus untuk terus menarik Triton mendekat. Ketika Triton berada dalam jangkauan gravitasi Neptunus maka saat itu merupakan hari terakhir dari eksistensi Triton.

Sampai hari terakhir bagi Triton itu datang maka Triton akan terus setia dengan putaran uniknya terhadap Neptunus. Meskipun Triton merupakan objek langit terdingin dalam tata surya kita namun tidak ada yang menginginkan nasib buruk tersebut mengakhiri eksistensi Triton.

Fakta Menarik Neptunus

Gunung berapi, Photo used under Creative Commons from therealbrute

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s