Fakta Menarik Mengenai Energi Matahari

Sel surya atau kita sebut saja dengan nama ilmiahnya yaitu photovoltaic cell sudah ada lama sekali bahkan lebih lama dari yang kita kira. Bukti pertama bahwa kita berusaha menggunakan energi surya berasal dari seorang ilmuwan bernama A.E. Becquerel. Pada umur 19 tahun Becquerel berhasil menghasilkan photocurrent dan photovoltage dari hasil percobaannya. Semua peristiwa tersebut terjadi di laboratorium ayahnya ketika tahun 1839.

Kemudian W.G. Adams dan R.E. Day melanjutkan penelitian Becquerel dengan melakukan percobaan dan mengobservasi efek photovoltaic pada selenium. Selanjutnya setelah peristiwa tersebut evolusi sel surya menjadi semakin sering terjadi dan barulah pada tahun 1888 Edward Weston (chemist) mempatenkan istilah sel surya.

Pengembangan teknologi

Selama lebih dari 170 tahun teknologi sel surya berkembang masih terasa bahwa teknologi ini masih perlu dikembangkan lebih jauh. Selama tahun-tahun tersebut pengetahuan masyarakat terhadap teknologi sel surya masih sangatlah minim. Kemudian teknologi ini mulai terkenal di masyarakat barulah saat satelit-satelit menggunakan sel surya sebagai sumber energi mereka sekitar tahun 1950 an. Pada saat itu eksplorasi ke luar angkasa merupakan hal luar biasa bagi dunia dikarenakan keinginan untuk mengungkap apa yang ada di luar angkasa.

Tampaknya kedepan energi matahari akan menggantikan semua sumber energi lain di bumi dikarenakan energi gratis dari matahari dapat menghidupkan segala aktivitas di rumah-rumah dan menjalankan mobil-mobil di jalan raya. Bagaimanapun kita harus jujur bahwa dalam 70 tahun kedepan tidak akan begitu banyak perubahan dalam porsi pemakaian energi kita dan kita masih akan menggunakan energi dari fosil.

Alasannya adalah energi yang dihasilkan dari sel surya tidak dapat menggantikan biaya dari pembuatan teknologinya. Masih menjadi kenyataan teknologi sel surya lebih mahal daripada energi fosil sehingga perkembangan teknologi sel surya seakan terhambat. Untuk membantu kita lebih memahaminya akan saya berikan ilustrasinya dibawah.

  • Efisiensi sel surya tahun 1950 = 5% – 6%
  • Efisiensi sel surya hari ini = 20%
  • Efisiensi batu bara dan minyak bumi hari ini = 33%
  • Efisiensi gas alam saat ini = 60%

Dengan penggambaran di atas anda dapat mengambil kesimpulan bahwa teknologi sel surya tidak dapat melakukan pekerjaan lebih banyak dan lebih efisien daripada energi fosil. Tetapi bila kita melihat bahwa cadangan dan pasokan energi fosil semakin menipis maka akan semakin banyak negara mengembangkan riset tentang energi sel surya ini. Sebagai contohnya aja selama 5 tahun terakhir ini pemerintahan Inggris telah membantu masyarakatnya dalam pemasangan sel surya dirumah-rumah mereka.

Bagaimana masa depan sel surya?

Pertama sekali untuk teknologi sel surya lebih berkembang maka teknologi ini harus lebih efisien dan dan lebih murah. Saat ini tampaknya telah ada penggunaan teknologi sel surya secara besar-besaran di suatu daerah untuk tujuan penelitian. Kita tampaknya harus menunggu hasil dari penelitian-penelitian tersebut.

Pastinya dalam skala-skala kecil kita telah terbiasa terhadap teknologi sel surya mulai dari sel surya untuk lampu jalan sampai sel surya untuk kendaraan. Akhirnya kita berada pada masa saat kita harus memilih teknologi. Akankah kita cukup berani berpindah dari pengguna tenaga fosil ke tenaga surya? Saya kira waktulah yang pantas menjawabnya.

Fakta Menarik Mengenai Energi Matahari

Solar sel, Photo used under Creative Commons from Thomas Kohler

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s