Selamatkan Lingkungan Hidup Dengan Pohon Matoa

Menanam pohon adalah salah satu langkah konkrit untuk menyelamatkan lingkungan hidup kita. Setiap pohon yang kita tanam memiliki peran yang berarti dalam menghindarkan kita dari bencana banjir dan longsor serta mempertahankan ketersediaan oksigen dan cadangan air untuk kita dan anak cucu. Karena itu pemerintah terus rajin mengimbau masyarakat untuk menanam berbagai jenis pohon.

Dari beragam jenis pohon yang ada di Indonesia, beberapa yang paling baik ditanam untuk mendukung usaha menyelamatkan lingkungan adalah pohon sowing, trambesi, damar, dan matoa. Dan dari nama-nama pohon yang disebutkan tadi, bisa jadi yang paling menarik adalah pohon matoa.

Pohon khas Papua ini bisa memberikan manfaat langsung kepada lingkungan hidup terutama manusia. Selain mendapat oksigen segar darinya, kita juga bisa menikmati buahnya, memanfaatkan kayunya, dan merasakan sejuk dari kerindangan pohonnya.

Pohon matoa rata-rata tumbuh setinggi 18 meter, dengan diameter batang mencapai 100 cm. Daunnya berbentuk bundar memanjang dengan tepi bergerigi. Daun matoa ini masuk dalam jenis daun majemuk berseling. Panjang tangkai daunnya sekitar 1 m dengan anak daun berjumlah 4-13 pasang.

Pohon matoa berbuah dan berbunga sekali dalam setahun sekitar bulan Juli-Oktober. Buahnya seukuran buah pinan dan berwarna hijau kekuningan saat masih mentah dan coklat kemerahan saat masak. Di dalamnya, ada biji yang diselimuti kulit ari putih. Rasanya manis seperti kelengkeng. Ada juga yang bilang mirip rambutan dan leci. Di Papua sendiri dikenal dua jenis matoa. Yang pertama adalah Matoa Kelapa yang memiliki daging buah kenyal seperti rambutan Aceh. Dan yang kedua adalah Matoa Papeda yang daging buahnya lebih lembek dan lebih kecil daripada Matoa Kelapa.

Daerah penyebaran pohon matoa kebanyakan di dataran rendah bertanah kering hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Pohon yang memiliki nama latin Pometia pinnata ini bisa tumbuh dengan baik di kondisi panas maupun dingin. Bahkan serangga juga sulit merusak daun dan buah pohon ini. Karena keistimewaannya inilah, matoa menjadi pohon yang sangat pas di tanam di tanah Indonesia.

Di Papua, pohon matoa tumbuh liar di hutan-hutan. Peneliti mengatakan tanaman ini masih satu keluarga dengan rambutan, Kayu dari pohon ini tampilannya cukup indah dan sudah banyak dimanfaatkan untuk membuat perabot rumah seperti lemari dan kursi serta sebagai bahan lantai dan dinding rumah-rumah kayu. Selain di Papua, matoa banyak ditemukan di Sulawesi dan Maluku. Sudah saatnya yang tinggal di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan ikut menanam pohon ini.

Setelah itu lanjutkan dengan menanam jenis-jenis pohon lainnya. Seorang ahli lingkungan hidup mengatakan bahwa pohon apa saja yang ditanam pasti memberikan manfaat baik bagi penanam, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Misalnya jika sebuah pohon di tanam di halaman rumah, si penanam dan keluarganya akan merasakan keteduhan dan segarnya, begitu juga orang yang lewat.

Pohon melakukan sebuah proses memasak karbonmonoksida dari kegiatan manusia dan lainnya. Proses ini disebut asimilasi karbon atau asimilasi dan hanya butuh bantuan sinar matahari serta klorofil yang ada di daun hijau pohon tersebut. Hasilnya, karbonmonoksida akan menjadi oksigen baru yang dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lain.

Selain itu, akar pohon yang tertancap ke tanah dan menyebar di dalam tanah akan menguatkan struktur tanah sehingga tidak mudah terjadi longsor dan banjir. Akar ini juga menjadi tempat cadangan air sehingga kita akan terhindar dari kekeringan. Mari menanam pohon matoa dan pohon-pohon lain untuk menyelamatkan lingkungan hidup sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s