Isu Lingkungan Abad ke 21

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungan tempat kita tumbuh dan tinggal. Lingkungan bahkan menjadi faktor utama bagi perkembangan seseorang. Oleh karena itu, lingkungan juga menjadi salah satu faktor penting ketika kita membesarkan seorang anak. Bagi kita yang tinggal di perkotaan besar, lingkungan alami yang asri sudah jarang kita temukan. Kita sering berpapasan dengan pencemaran lingkungan yang sebagian besar dilakukan oleh oknum manusia sendiri.

Isu lingkungan juga mulai banyak bermunculan apalagi pada abad modern sekarang ini dimana industri sudah tidak bisa dipisahkan juga dari kehidupan dan kebutuhan manusia. Pengelolaan yang salah juga menimbulkan banyak masalah lingkungan yang dampaknya akan segera kita rasakan dalam waktu yang singkat. Ada dua isu lingkungan yang sangat penting terutama di abad 21 dan harus segera kita sadari sebelum bahaya yang lebih berbahaya datang kehadapan kita.

Perubahan Pengelolaan Lahan

Seperti yang kita ketahui, Indonesia terdiri dari banyak kekayaan alam. Kita banyak menemukan lahan persawahan, hutan, dan daerah-daerah lainnya. Banyak perubahan yang terjadi pada banyak petani dalam mengolah lahannya. Kini cara bertani dan mengolah lahan dengan cara eksploitatif banyak diterapkan di berbagai tempat. Hasilnya tentu sangat berbahaya.

Cara mengolah yang seperti ini akan memicu erosi tanah yang sangat berbahaya. Bahkan bahaya erosi tanah bisa 100 kali lebih cepat dibandingkan dengan cara pengolahan lahan lainnya. Erosi tanah yang cepat ini juga tidak sebanding dengan cara alam kita dalam membentuknya.

Seperti yang telah disurvei untuk tahun 2030 lebih dari 20% lahan atau habitat kita seperti hutan, padang rumput serta rawa telah berubah fungsi menjadi lahan garapan. Hal ini tentu sangat berbahaya karena akan menyebabkan kerusakan yang fatal bagi keanekaragaman hayati serta ekosistem seperti air, energi, serta material. Lalu apa dampak yang akan kita dapatkan?

Perubahan iklim yang ekstrim. Lahan hutan dan rawa sangat penting bagi siklus iklim di bumi.

Banjir. Tanah kita mengandung bahan organik yang berguna dalam menyimpan karbon yang besar. Bahan organik ini akan mengikat nutrisi untuk tanaman dan juga menyerap air hujan. Jika penyerap air hujan tidak ada lagi maka air dari dataran tinggi malahan akan langsung masuk ke pemukiman.

Tanah longsor. Tanah sebagai penyerap air sangat penting dan jika tanah tersebut telah beralih fungsi maka tanah akan tidak padat dan akan menyebabkan tanah longsor.

Sudah mulai abad ke 19 sebanyak 60% karbon yang ada dalam tanah sudah hilang akibat penggunaan lahan yang dilakukan secara eksploitatif. Jika pengelolaan tanah ini dilakukan secara buruk dan terus berlanjut maka ini akan memperparah pemanasan global yang akan membahayakan bumi.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Di sejumlah Negara maju, PLTN telah banyak dikembangkan dan selama 10 tahun kedepan jumlah PLTN akan semakin banyak dan diperkirakan akan sebanyak 80 unit. PLTN dipercaya bisa menghasilkan tenaga listrik secara lebih cepat dan bisa digunakan untuk semua hal. PLTN ini semakin banyak dikembangkan tetapi kini banyak di non-aktifkan karena dampak dari PLTN ini yang buruk bagi lingkungan. PLTN ini merupakan isu lingkungan yang penting pada abad 21.

Kebocoran PLTN ini akan menyebabkan perubahan genetika bagi semua manusia. Limbah nuklir ini bisa merusak lingkungan hidup juga. Kita sebaiknya lebih bijak dalam mengelola lahan dan menghasilkan energi. Pengelolaan lahan secara bijaksana dan menghasilkan energi dengan bantuan tenaga yang ramah lingkungan akan jauh lebih menjaga bumi dan lingkungan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s