Amalkan Ajaran Agama untuk Keseimbangan Alam

Semua ajaran agama di dunia ini mengajarkan semua umat dan pemeluk agama untuk berbuat kebaikan. Kebaikan tidak hanya bagi diri mereka sendiri, namun juga bagi orang lain dan semua aspek kehidupan. Tuhan menciptakan dunia beserta isinya untuk dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh manusia untuk menunjang segala kebutuhan mereka. Namun, manusia tidak hanya diberi hak untuk memanfaatkan dan menikmati semua yang ada di alam. Tuhan juga menginginkan kita semua umat manusia untuk dapat menjaga alam yang kita tempati agar tetap seimbang dan dalam keadaan yang baik. Kita harus menunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan yang telah memberikan kesempatan untuk dapat bernafas dan menikmati semua keindahan yang diciptakan-Nya. Salah satu bentuk ungkapan syukur yang dapat kita lakukan adalah dengan menjaga alam ciptaan Tuhan agar tetap seimbang dan asri.

Cara mensyukuri nikmat Tuhan

Selain dengan memanjatkan doa yang tulus, kita juga dapat menjaga alam lingkungan yang kita tempati sebagai wujud rasa syukur kita. Bayangkan saja apabila anda seorang tuan rumah menerima seorang tamu. Tentu saja anda akan merasa senang apabila tamu tersebut dapat menjaga fasilitas yang anda berikan, seperti misalnya kamar untuk ditempati, atau isi rumah yang juga dapat mereka pakai. Namun, anda tentu akan marah apabila tamu tersebut justru merusak semua fasilitas yang anda berikan. Begitu pula yang terjadi pada dunia ini. Tuhan pastinya akan senang apabila semua umat manusia mampu menjaga alam beserta isinya. Tuhan akan senang apabila manusia mampu menjaga keseimbangan alam yang telah Dia ciptakan untuk kita umat-Nya. Tuhan akan mengerti bahwa kita mensyukuri semua yang telah Dia berikan apabila kita secara nyata menjaga keseimbangan alam yang telah Tuhan berikan. Dalam menjaga keseimbangan alam, kita dapat mulai membiasakan pola hidup kita untuk dapat menjaga keseimbangan alam. Kita dapat meletakkan tanaman-tanaman yang dapat membuat rumah kita terlihat lebih segar dan hijau. Selain itu, kita dapat mulai untuk mengurangi penggunaan peralatan rumah yang dapat menimbulkan berkurangnya sumber daya alam yang ada. Beberapa langkah yang dapat kita tempuh antara lain, kita dapat mengurangi penggunaan listrik dengan cara mematikan peralatan listrik yang tidak kita pergunakan. Selain itu, kita juga dapat menghemat penggunaan air dengan cara mematikan kran apabila kita tidak lagi menggunakan kamar mandi atau toilet.

Mungkin anda pikir hal tersebut tidak ada kaitannya dengan rasa syukur kepada Tuhan. Namun, apabila anda merenungkan hal tersebut dan membuatnya sebagai pola hidup sehari-hari maka anda akan merasa hal tersebut adalah sebagai salah satu rasa syukur yang dapat anda panjatkan. Bayangkan saja, apabila anda tidak menghemat penggunaan air di rumah anda, sementara di belahan dunia lain orang mati karena kehabisan air. Apakah anda tidak merasa berdosa dengan adanya kenyataan yang seperti itu. Kaitan antara agama dan lingkungan adalah hal yang sangat dekat. Secara sederhana kita dapat menyimpulkan bahwa agama adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan, dan lingkungan adalah salah satu maha karya Tuhan. Dengan adanya benang merah tersebut, maka dengan menjaga lingkungan, kita dapat menunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan. Jadi, apabila anda adalah makhluk Tuhan yang ingin menunjukkan rasa syukur, jagalah lingkungan sekitar anda dengan baik. Berdoa memang baik, namun akan lebih baik apabila kita tambahkan dengan aksi nyata untuk menjaga segala yang telah Dia ciptakan untuk kita. Seperti yang ada pada sebuah agama yang mengatakan “semoga semua makhluk di dunia ini berbahagia”. Tanaman dan hewan adalah juga makhluk Tuhan yang perlu kita bahagiakan bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s