Keseimbangan Lingkungan serta Perubahan Akibat Tindakan Manusia

Banyak orang berbicara tentang lingkungan yang seimbang, namun tidak banyak yang benar-benar memahami mengapa suatu lingkungan dapat dikatakan seimbang atau tidak seimbang sehingga tiap tindakan atau keputusan yang terkait dengan kondisi lingkungan seringkali dilakukan sedemikian rupa sehingga salah kaprah atau berakibat buruk. Pada dasarnya, lingkungan yang seimbang tidak hanya bermakna lingkungan yang nampak bersih, namun juga mampu mempertahankan kondisinya dari gangguan sekaligus mendukung proses interaksi penghuninya dalam satu lingkungan yang utuh dan klimaks, persis seperti sebuah rumah ideal yang para penghuninya hidup rukun satu sama lain sekaligus memiliki kondisi baik dan keamanan yang memadai. Selain itu, kalaupun terjadi perubahan, perubahan tersebut biasanya memang sesuatu yang wajar dan harus terjadi untuk mendukung seluruh aspek kehidupan dalam lingkungan tersebut alih-alih merusaknya. Sifat seimbang ini harus meliputi setiap aspek dalam sebuah lingkungan baik dalam takaran sempit maupun luas; termasuk di dalamnya aspek hayati dan non hayati serta meliputi manusia, tumbuhan dan hewan.

Kondisi keseimbangan lingkungan ditunjukkan dalam beberapa ciri atau faktor. Pertama, lingkungan tersebut haruslah kaya akan proses interaksi yang mendukung proses tumbuh dan berkembangnya organisme-organisme hidup dalam lingkungan tersebut seperti rantai makanan, daur materi, daur kimia dan sebagainya. Proses tersebut bukan merupakan sesuatu yang menghilangkan satu organism secara abnormal dari lingkungan tersebut, namun merupakan daur alami yang berakibat terjaganya keberlangsungan hidup setiap organisme. Setiap organisme yang ada di dalam lingkungan tersebut juga harus mendapat sokongan atau dukungan dari sumber daya alami untuk keberlangsungan hidupnya dalam lingkungan tersebut. Selain itu, kalaupun terjadi gangguan atau kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam atau keadaan lingkungan abnormal lainnya, lingkungan yang seimbang seharusnya mampu memulihkan diri sendiri dari kerusakan tersebut. Lingkungan yang seimbang bukan berarti tidak mungkin mengalami perubahan terutama karena alam sekitar merupakan tempat yang sangat dinamis, namun perubahan yang terjadi merupakan perubahan alami yang cepat atau lambat akan kembali memulihkan kondisi lingkungan dan bukan merusaknya secara permanen.

Dalam sejarah lingkungan, manusia dikenal sebagai satu-satunya organisme hidup yang bisa mengakibatkan perubahan drastis pada kondisi lingkungan sehingga berpotensi merusak keseimbangan lingkungan. Contoh tindakan yang dapat mengakibatkan perubahan drastis ini adalah tindakan yang berakibat musnahnya satu kelompok organisme sekaligus akibat perusakan habitat secara luas dan besar-besaran, misalnya mencemarkan sebuah danau dengan limbah beracun dari sebuah pabrik sehingga ikan-ikannya mati. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada lingkungan sekitar yang organismenya bergantung pada danau tersebut seperti hewan-hewan pemakan ikan, manusia yang menggunakan airnya serta menangkap ikannya untuk makanan, tumbuhan air di sekitar danau tersebut dan sebagainya. Perubahan jenis ini bukanlah perubahan yang alami karena mengakibatkan musnahnya banyak organisme sekaligus, menghilangkan sumber makanan serta mengganggu proses-proses alami dalam lingkungan di sekitar danau tersebut. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan kerusakan yang berasal dari bencana alam seperti letusan gunung berapi atau badai karena separah apapun kerusakan yang diakibatkan, lingkungan tersebut masih memiliki kesempatan untuk memulihkan diri entah ke keadaan semula atau menghasilkan jenis ekosistem baru. Prinsip-prinsip keseimbangan lingkungan inilah yang harus diingat oleh setiap orang termasuk para pembuat kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan agar setiap tindakan atau kebijakan yang diambil tidak akan menjadi salah kaprah atau bumerang bagi kondisi lingkungan yang ideal itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s