Kearifan lokal lingkungan dalam penyelamatan lingkungan

Lingkungan hidup adalah tempat manusia dan semua makhluk hidup dapat hidup dan berkembang dengan sempurna. Semua orang tidak akan mampu berkembang ketika lingkungan tempat tinggalnya tidak lagi mendukung perkembangan yang lebih baik atau dengan kata lain lingkungan sudah berbeda orientasi atau rusak. Menjaga lingkungan mulai dari lingkungan rumah sangat dibutuhkan. Menjaga lingkungan bukan berarti kita hanya membersihkan lingkungan kita. Kita perlu mengadakan upaya untuk mengembangkan lingkungan dan tetap melestarikan agar lingkungan tetap menjadi tempat hidup yang baik bagi semua orang. Setiap lingkungan mempunya tipe daerah yang berbeda-beda. Semua daerah mempunyai keunikannya sendiri –sendiri. Seperti yang kita bisa dapat lihat di kawasan Guning Sewu, Pegunungan Seribu, Gunung Kidul. Derah ini memang terkenal sebagai daerah yang kering dan berkapur. Daerah ini sangat kering dan tandus hingga pada jaman dahulu daerah ini sangat terkenal dengan masyarakat miskin dan kurang pangan serta air. Kini daerah ini mulai dikembangkan dengan kearifan lokal lingkungan yang berciri tidak merusak alam aslinya. Banyak orang meneliti kondisi batuan yang ada di Gunung Kidul. Sifat batuan adalah batu yang mudah larut oleh air. Banyak sekali kandungan air dibawah gua gua atau banyak ditemukan sungan bawah permukaan yang sangat bersih. Dengan semakin canggihnya pengetahuan manusia, manusia kini sangat mungkin mengatasi masalah kekeringan air yang merupakan masalah lingkungan kawasan ini.

Lalu bagaimana upaya kearifan lokal lingkungan yang terlihat dikawasan ini? Semua orang pasti membutuhkan air. Semua orang akan tinggal didekat sumber mata air. Ini bisa digunakan sebagai strategi untuk pengembangan lingkungan. Pola pemukiman dibuat mendekati sumber air sehingga semua sumber air baik yang dari sungai bawah permukaan bisa dimanfaatkan secara optimal. Sumber mata air ini harus bisa digunakan sebagai sumber untuk berbagai pengairan pertanian dan lain sebagainya. Masyarakan didaerah ini telah mempunyai cara tersendiri untuk mengolah serta memanfaatkan sumber mata airnya. Mereka biasanya menggunakan air sisa hujan untuk mengairi pertanian semasa musim kemarau. Selama musim penghujan, semua rumah menampung air hujan. Setiap rumah mempunyai sebuah bak besar sebagai penampung hujan. Air-air hujan inilah yang nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan selama musim kemarau. Semua masyarakan tentu akan memperhatikan lingkungan sekitar. Mereka ingin bisa memanfaatkan semua sumber daya yang ada disekitarnya tanpa merusak atau merubah tatanan yang ada.

Bagaimana perkembangan hingga saat ini? Dengan bertambahnya pemukiman dan semakin majunya kebudayaan, terjadi pergeseran kebudayaan yang cukup signifikan. Banyak pembangunan yang tidak menerapkan kearifan lokal lingkungan sehingga banyak lingkungan yang sudah tidak seperti dahulu lagi. Kita sering juga mendengar adanya tanah longsor serta kekeringan lama yang terjadi. Semua hal tersebut karena masyarakat lokal tidak bisa lagi menjaga lingkungan dengan baik serta memanfaatkan sumber daya yang ada untuk sesuatu hal yang baik pula. Kita tentu tahu kawasan Bukit Bintang Yogyakarta. Tempat ini ada dilereng perbukitan dan kini sudah dijadikan obyek wisata. Banyak bangunan yang berdiri dilereng tebing serta banyaknya sampah yang dibuang dilereng tentu membuat daerah resapan air semakin berkurang sehingga kekuatan tanah tidak lagi seperti sebelumnya. Daerah ini harus dikembalikan sebagai mana fungsi awalnya. Pemerintah seharusnya bisa mengupayakan hal yang terbaik bagi pendapatan daerah serta tetap melestarikan lingkungan. Walaupun terlihat cukup sulit, dengan tekad cinta lingkungan semua akan bisa dilakukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s