Hukum untuk Pencemaran Lingkungan di Negara Kita

Seperti yang kita ketahui, polusi dan limbah adalah dua dari banyak hal yang dapat merusak lingkungan kita. Dan, yang menyebabkan semua polusi dan limbah ini tidak lain tidak bukan adalah kita manusia yang hidup di muka bumi ini. Sayangnya, banyak dari kita yang tidak sadar akan hal ini. Tentunya hal ini tidak bisa dibiarkan. Sebagai makhluk yang menghuni planet bumi, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga bumi kita agar bumi kita menjadi tempat yang layak untuk kita hidup. Saat kita menggunakan sumber daya alam, kita juga perlu untuk melestarikan asal dari sumber daya alam tersebut. Melestarikan dan menjaga disini tidak hanya dengan menggunakan cara yang benar saat kita mengambil sumber daya alam tersebut. Kita juga harus mengawasi penggunaan sumber daya alam ini, agar alam kita tidak rusak. Dan, bila ada seseorang yang tidak memperdulikan hal ini, sudah kewajiban kita untuk mengingatkan dan memperingatkan mereka akan kesalahannya. Dan, bila diperlukan, kita juga bisa mengambil langkah hukum untuk masalah ini.

Berbicara mengenai masalah hukum yang berkaitan dengan lingkungan, sudah banyak kasus hukum lingkungan yang terjadi di negara tercinta kita ini. Akan tetapi, banyak dari kasus tersebut tidak terselesaikan atau bahkan terlupakan. Contoh mudahnya adalah kasus lumpur Lapindo. Kasus ini belum terselesaikan sampai saat ini. Meskipun sudah ada putusan mengenai pemberian uang ganti rugi untuk para korban lumpur Lapindo yang kehilangan rumahnya, namun, yang paling penting adalah pemecahan masalah yang berkaitan dengan efek kasus ini terhadap alam sekitar. Tapi, tidak hanya itu saja. Masalah yang paling jelas mengenai kasus hukum yang berkaitan dengan lingkungan adalah hukuman yang dijatuhkan kepada seseorang atau perusahaan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Hukuman atau denda yang dijatuhkan untuk kasus pencemaran lingkungan sangatlah rendah. Contohnya adalah kasus pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Suparma yang hanya 90 juta rupiah. Dan pada umumnya, kasus pencemaran lingkungan hanya dikenakan denda sekitar 1 sampai 1.5 juta rupiah. Tentunya jumlah ini tidak sebanding dengan kerusakan yang mereka timbulkan. Bila kita bandingkan dengan kasus pencemaran lingkungan di Amerika, tentunya hukum di negara kita mengenai pencemaran lingkungan sangatlah ringan. Bila ada tuntutan mengenai pencemaran lingkungan di Amerika Serikat, maka pihak yang menyebabkan pencemaran lingkungan tersebut tidak hanya didenda dengan denda yang sangat besar. Pihak yang bersalah juga berkewajiban untuk membersihkan pencemaran yang mereka akibatkan. Dan, tidak hanya itu. Pihak yang bersalah juga wajib untuk menjaga tempat tersebut agar tidak terjadi lagi pencemaran seperti seblumnya. Bila ada banyak orang yang terkena dampak dari pencemaran ini, maka pihak yang bersalah harus juga bertanggung jawab. Dan hal ini diperhitungkan secara detail. Tidak hanya mengganti tempat tinggal yang mungkin rusak karena pencemaran tersebut, akan tetapi ada ganti rugi mengenai kesehatan, kehilangan pekerjaan dan lain-lain. Pada dasarnya, mereka sangat memperhatikan hak-hak warga mereka dan juga lingkungan tempat tinggal warga mereka.

Sebenarnya negara kita sudah mempunyai undang-undang yang melindungi kelestarian alam kita, yaitu UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jadi, sebenarnya tidak ada masalah tentang hukum lingkungan hidup di negara kita. Yang jadi masalah adalah pengaplikasiannya. Dan juga, hal ini tidak perlu terjadi, bila kita semua sadar dan mau untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitar kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s