Dampak Penerapan UU Tentang Lingkungan yang Lemah

Menjaga lingkungan adalah salah satu kewajiban kita sebagai warga Negara. Lingkungan sendiri mendukung kehidupan manusia di bumi. Sayangnya, masih banyak manusia yang tidak peduli dengan lingkungan mereka bahkan mengeksploitasi hingga merusaknya. Mereka juga tidak sadar bahwa sebenarnya mereka sudah melanggar UU tentang lingkungan yang sudah diatur oleh pemerintah. Contoh nyata dari pelanggaran tersebut adalah adanya 127 perusahaan yang dicatat sebagai perusahaan hitam.

Kebanyakkan dari perusahaan tersebut melanggar UU tentang lingkungan khususnya mengenai pencemaran air dan udara. Jika hal ini dibiarkan maka kondisi lingkungan akan sangat mengkhawatirkan. Disisi lain, penerapan hukum yang terkait dengan UU lingkungan juga masih lemah. Salah satu contohnya adalah UU No. 23 tahun 1997 dimana UU ini tidak terlalu efektif dalam menindak tegas pelaku tindak kriminal terkait lingkungan hidup. Salah seorang doktor ilmu hukum, Dr. Hartiwiningsih mengungkapkan bahwa beberapa UU lingkungan hidup yang dibuat pemerintah masih sulit untuk diterapkan Beliau juga mengungkapkan bahwa salah satu kelemahan perusahaan-perusahaan tersebut adalah mereka tidak memiliki sistem analisa lingkungan atau AMDAL. Hal dasar yang perlu diperhatikan adalah tentang izin pembukaan perusahaan. Mendirikan perusahaan tanpa izin dan berpotensi merusak lingkungan adalah melanggar hukum. Sayangnya, hal ini tidak didukung dengan UU yang jelas. Pasalnya, tidak ada UU lingkungan yang menjelaskan tentang sanksi tegas terhadap perusahaan yang berdiri tanpa izin. Lebih parahnya lagi, tidak ada pula UU lingkungan yang mengatur mengenai hukuman bagi perusahaan yang membuang limbah mereka disekitaran lingkungan yang berpotensi membahayakan. Kemudian, ada pembuatan UU mengenai lingkungan seperti UU No. 32 tahun 2009 dimana perusahaan atau organisasi yang sengaja merusak lingkungan akan dikenai sanksi pidana kurungan.

Dalam UU tentang lingkungan ini, pelaku dijatuhi hukuman minimal 3 tahun penjara hingga maksimal 10 tahun penjara. Pelaku juga dikenai sanksi material berupa denda minimal 100 juta rupiah dan maksimal 750 juta rupiah. Selain tindak pidana kurungan dan sanksi material, pelaku juga dikenai beberapa sanksi tambahan. Beberapa sanksi tersebut diantaranya perampasan hasil atau keuntungan yang didapat dari usaha tersebut, penutupan perusahaan, perbaikan lingkungan oleh pelaku, dan lain-lain. Jika perusahaan tersebut masih berpotensi melanggar maka akan dilakukan tindakkan preventif. Biasanya, tindakan preventif ini berkaitan erat dengan perizinan seperti yang dijelaskan di atas. Dalam memberikan izin usaha, pemerintah harus mempertimbangkan segala aspek termasuk aspek keamanan lingkungan. Bila perusahaan telah melakukan pelanggaran dan baru diketahui setelahnya maka pemerintah harus melakukan tindakan represif. Tentu saja, ada baiknya untuk mendahulukan tindakan preventif daripada represif. Hal paling mendasar adalah karena lingkungan tidak akan rusak sehingga pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk perbaikan karena sudah dicegah terlebih dahulu. Faktanya, biaya atau akibat dari pencemaran lingkungan sangatlah besar. Terlebih lagi ada beberapa akibat dari pencemaran lingkungan tersebut yang tidak bisa dipulihkan kembali. Akibatnya, lingkungan menjadi rusak secara permanen dan dipastikan menggangu ekosistem yang ada. Tindakan preventif juga harus dikombinasikan dengan tindakan pengawasan atau yang lebih dikenal dengan tindakan compliance. Pengawasan akan mencegah terjadinya kecurangan apabila tindakan preventif tidak diterima dengan baik oleh pihak perusahaan. Intinya, pelaksanaan dari UU lingkungan tersebut harus dilaksanakan dengan benar dan tegas. Tentunya, ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Perlu juga adanya peran aktif dari warga seperti melaporkan tindakan yang berpotensi merusak lingkungan atau mengikuti aturan yang berlaku agar tidak merusak lingkungan. Diharapkan dengan adanya peran aktif dari semua pihak lingkungan dapat terjaga sehingga bencana alam dapat diminimalisir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s