Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Bahan Dasar Pembuatan Kompos

Sampah sampai saat ini masih menjadi permasalahan besar bagi warga kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Berdasarkan asalnya, kita mengenal ada dua jenis kategori sampah yaitu sampah organik yaitu sampah yang berasal dari unsur-unsur alam dan dapat diurai oleh bakteri pengurai dan sampah anorganik dimana sampah anorganik ini tidak bisa diurai oleh alam dan bakteri pengurai karena mempunyai unsur-unsur yang tidak bisa diperbaharui dan diurai. Jika bisa diurai pun, akan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Sampah dapur adalah salah satu contoh jenis sampah organik yang bisa diurai dengan baik oleh alam. Contoh jenis sampah dapur sebagai contoh sampah organik yang biasa kita temui sehari-hari adalah sisa-sisa potongan sayur yang tidak terpakai seperti tangkai, batang, kulit, dan daun kering, kulit buah,  sisa nasi, dan lain sebagainya.

Kemudian untuk contoh jenis sampah anorganik yang sering berada di sekitar kita antara lain: kaleng bekas, botol plastik bekas, botol kaca bekas, karet, kertas, kardus, stereofoam, kantung plastik, dan plastik kemasan produk-produk rumah tangga. Mungkin hanya sedikit orang yang tahu bahwa sampah organik dikelompokan lagi menjadi dua macam: Sampah organik hijau dan sampah organik hewan.

Sampah organik hijau bisa dicontohkan seperti sisa-sisa buah dan sayur yang tidak terpakai sedangkan sampah organik hewan adalah beberapa macam sampah yang mempunyai substansi hewani seperti tulang  ayam dan sapi, duri dan kepala ikan, dan masih banyak contoh lainnya.

Baik sampah organik maupun sampah anorganik bisa diolah dan hasil pengolahan sampah-sampah tersebut bisa bermanfaat untuk manusia. Sampah anorganik seperti plastik kemasan bisa didaur-ulang manjadi berbagai macam kerajinan tas, dompet, kantung HP,dll. Kertas dan kardus yang tidak terpakai, misalnya, bisa didaur ulang kembali menjadi kertas baru. Dan masih banyak contoh pendaur-ulangan yang lainnya.

Kemudian bagaimana dengan pengolahan dan manfaat sampah organik baik sampah organik hijau maupun sampah organik hewan?

Secara logis, sampah anorganik saja bisa kita manfaatkan, apalagi dengan sampah organik. Salah satu pengolahan sampah organik yang nantinya akan sangat berguna bagi kita adalah dengan mengolahnya menjadi bahan pupuk kompos. Kegiatan pengolahan sampah organik ini  pastinya akan membantu kita dalam mengurangi kuantitas sampah rumah tangga baik di TPA maupun di lingkungan tempat tinggal kita sendiri.

Bahan dasar pembuatan pupuk kompos adalah salah satu produk pengolahan sampah organik. Kompos adalah jenis pupuk alami yang terbuat dari sampah organik baik sampah organik hijau maupun sampah organik hewan.  Proses pembuatan pupuk kompos ini sangat mudah. Bahan yang diperlukan juga sangat mudah dicari.  Bahkan tidak perlu dicari, kita bisa menemukannya langsung di sekitar kita.

Pupuk kompos berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah. Bakteri dan mikroba yang ada di dalam pupuk kompos akan membantu tanaman untuk menyerap bahan makanan dan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Salah satu ciri tanah yang sudah diberi pupuk kompos adalah tekstur tanahnnya yang gembur.

Jika kita berminat untuk membuat pupuk kompos, caranya sangat mudah. Pertama, pisahkan sampah organik hijau dan sampah organik hewan ke dalam media yang berbeda. Diamkan sekitar 4-6 minggu. Untuk mempercepat proses penguraian, sampah-sampah organik tersebut sebaiknya ditimbun tanah agar bakteri dan mikroba yang ada di dalam tanah cepat mengurainya. Kita juga harus menggunakan media yang tepat dimana suhu, kelembaban, dan udara harus stabil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s