Dampak Kasus Pencemaran Lingkungan

Jika kita berbicara tentang kasus pencemaran lingkungan yang kini marak terjadi di sekitar kita, pastinya penyebab utamanya adalah ulah manusia yang serakah dalam mengeksploitasi alam tanpa meregenerasikannya kembali.

Akibatnya, SDA yang diambil secara terus menerus akan semakin sedikit dan pada akhirnya akan habis tanpa tersisa. Tidak hanya berdampak pada menipisnya cadangan SDA yang ada di lingkungan kita, dampak negatif lainnya akan mengacu pada efek pengolahan SDA yang tidak bijak seperti banyak industrialisasi dan lain sebagainya.

Banyaknya industrialisasi yang dibangun di beberapa negara industri seperti Indonesia akan menimbulkan masalah lain seperti banyaknya kasus pencemaran lingkungan di sekitar kita.

Apa saja bentuk kasus pencemaran lingkungan yang umumnya terjadi di negara-negara industri seperti Indonesia?

Pencemaran lingkungan terbagi menjadi beberapa jenis yaitu: pencemaran tanah, pencemaran udara, pencemaran air, dan pencemaran suara. Dan berikut adalah beberapa contoh akibat adanya pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia.

Tanah kritis

Tanah kritis adalah kerusakan tanah yang akan berakibat pada menurunnya produktivitas tanah sebagai media tumbuhnya tanaman. Tidak hanya kualitas produktivitas tanahnya yang menurun, tanah kritis juga bisa menyebabkan tidak berfungsinya tanah sebagai media utama tumbuhnya tanaman.

Jika tanah sudah tidak produktif lagi tanah akan menjadi gersang dan tandus. Dan setiap tanaman yang ditanam di tanah yang gersang dan tandus, tanaman tersebut tidak bisa tumbuh dan menghasilkan apa pun.

Penyimpangan iklim

Dampak berikutnya dari adanya kasus pencemaran lingkungan adalah adanya penyimpangan iklim. Penyimpangan  iklim terjadi karena adanya perubahan atau pergeseran iklim akibat tidak stabilnya suhu di dalam bumi.  Penyimpangan iklim ini pastinya akan menjadi masalah lingkungan yang serius karena bisa mempengaruhi tatanan kehiudpan manusia di bumi.

Contoh kecilnya adalah para petani yang akan menurun produktivitas hasil panennya karena perubahan iklim yang tidak menentu. Contoh lainnya adalah nelayan yang juga akan mengalami masalah yang sama dengan petani.

Kemudian, penyimpangan iklim juga akan berdampak pada pelayaran dan penerbangan. Beberapa dampak adanya penyimpangan iklim antara lain: tidak akuratnya ramalan cuaca, terjadinya angin topan, curah hujan yang berlebihan, dan adanya kekeringan di beberapa kawasan di bumi.

Hujan asam

Hujan asam adalah salah satu dampak adanya kasus pencemaran lingkungan. Hujan asam hanya akan terjadi pada kawasan industri karena kawasan industri tersebut dipenuhi oleh pollutan seperti asap dan debu hasil industri.

Hasil industri lainnya yang paling berbahaya adalah korosif. Hujan asam ini akan berbahaya untuk benda-benda yang terbuat dari logam seperti besi atau bahan logam lainnya karena akan menimbulkan korosi pada logam tersebut.

Dan jika hujan asam ini mengenai manusia atau hewan, maka manusia atau hewan tersebut akan terkena penyakit kulit dan gangguan pernafasan. Tanaman yang terkena hujan asam ini juga akan mengalami penurunan produktivitas dan kekerdilan pada tanaman.

Salah satu faktor adanya hujan asam di beberapa negara industri besar adalah karena sedikit atau bahkan tidak adanya hutan atau vegetasi lebat lainnya.

Tipisnya lapisan ozon di atmosfer bumi

Dampak terakhir dari adanya kasus pencemaran lingkungan di bumi adalah menipisnya lapisan ozon di atmosfer bumi. Kita semua tahu bahwa fungsi utama atmosfer adalah sebagai pelindung bumi dari terpaan sinar Ultraviolet yang panas dan sinar infra merah matahari yang sangat berbahaya bagi penghuni bumi.

Berdasarkan hasil penelitian, lapisan ozon bumi menipis dan bahkan sudah berlubang pada  kedua kutub bumi. Akibat bocornya lapisan ozon di atmosphere bumi adalah naiknya suhu di bumi karena sinar ultraviolet dan infra merah tidak bisa dipantulkan kembali oleh lapisan atmosfer bumi.

Penyebab utama menipis dan bocornya lapisan ozon pada atmosfer bumi adalah karena perbuatan manusia yang tidak efisien dalam menggunakan gas CFC (Carbon Fluoro Oksida), Foem, Freon, dan Metanol yang biasa kita temukan pada AC dan benda-benda yang terbuat dari plastik dan busa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s