Kompos Sampah Rumah Tangga, Gerakan Kecil Menyelamatkan Lingkungan

Salah satu masalah yang belum mendapatkan solusi yang jitu hingga saat ini adalah sampah. Hal ini menjadi masalah paling penting di kota besar, setelah masalah kemacetan. Bagi masyarakat kota, sampah adalah hal yang paling membuat pusing. Kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah di sungai juga menjadi satu penyebab utama membengkaknya masalah persampahan di kota besar.

Masalah sebagai dampak langsung dari penumpukan sampah yang berlebihan adalah banjir. Sampah yang dibuang secara sembarangan di sungai atau tempat lain, kemudian menghambat sistem drainase atau pengairan, lalu nantinya mengakibatkan banjir.

Pengolahan sampah yang tidak benar memang merupakan persoalan yang pelik, tetapi jika sistem pengolahannya diperbaiki secara perlahan dan benar, maka masyarakat akan teredukasi akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Produksi terbesar adalah sampah industri dan sampah rumah tangga. Dalam daerah yang memiliki populasi padat, kedua sumber sampah tersebut menjadi masalah yang penting untuk diperbaiki.

Sampah industri, misalnya sampah dari pabrik, rumah sakit, hotel, atau pun tempat pekerjaan lain. Sampah industri ini sangat besar jumlahnya. Sampah rumah tangga juga tidak kalah besar, ditambah dengan kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai, padahal sungai dan lingkungan sangat bermanfaat bagi kehidupan generasi yang akan datang.

Pengolahan sampah bisa berakibat positif bagi kehidupan sekarang dan yang akan datang. Pada dasarnya, sampah rumah tangga dibagi menjadi dua kategori, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik adalah jenis sampah yang bisa didaur ulang. Contohnya adalah sisa makanan, atau sisa sampah dapur yang merupakan hasil olahan. Sampah anorganik adalah jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang, jika bisa didaur ulang juga akan memakan waktu yang lama. Contohnya adalah botol, plastik, kaleng, kertas, dan lain – lain.

Mendaur ulang sampah organik atau pun sampah anorganik adalah langkah tepat untuk mengurangi penumpukan sampah yang terjadi di kota besar. Apalagi sampah rumah tangga skalanya lebih kecil dari pada sampah industri, dan pengelolaannya bisa dilakukan di rumah.

Contoh yang paling mudah adalah membuat kompos dari sampah dapur. Ada banyak keuntungan yang bisa didapat dari pembuatan kompos ini, antara lain lingkungan bisa lebih bersih dan nyaman. Selain itu, membuat kompos juga membantu proses rantai di ekosistem tingkat rumah tangga. Kerja mahkluk kecil seperti organisme pendaur ulang pada sampah akan membantu proses pembuatan kompos lebih cepat.

Proses pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga ini akan terasa menyenangkan, apalagi bagi orang yang suka berkebun. Tanaman yang diberi pupuk kompos dari sampah dapur juga akan lebih tumbuh subur dari pada tanaman yang diberi pupuk dari bahan kimia. Proses alami ini – lah yang sebenarnya harus dialami setiap tanaman di hidupnya. Proses alami ini membantu tanaman untuk menghasilkan produksi yang lebih sehat dan lebih banyak. Selain itu, tanaman yang diberi pupuk alami akan jauh lebih kuat dari serangan hama.

Proses pembuatan pupuk kompos ini sangat mudah, dan barang yang diperlukan tidak terlalu sulit untuk ditemukan. Pilah sampah rumah tangga yang akan dijadikan pupuk kompos, pisahkan daun dan sampah dapur. Kemudian siapkan karung, masukkan semua bahan sampah yang ada (termasuk kotoran hewan peliharaan anda), dan ikat karung dengan rapat agar hasil lebih maksimal dan sampah bisa membaur sempurna menjadi pupuk.

Setelah itu, simpan karung di tempat yang sejuk dan jangan lupa untuk mengaduk isi karung setiap tiga hari sekali, simpan karung selama kurang lebih satu bulan. Setelah waktu satu bulan terlewati, pupuk kompos hasil dari sampah rumah tangga sudah bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman.

Cara pakainya, campur pupuk kompos tersebut dengan tanah yang ada pada tanaman. Dengan menyumbang hal yang kecil, seperti membuat pupuk kompos, sama saja dengan langkah kecil menyelamatkan lingkungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s