Tiga Langkah Tepat untuk Mengelola Sampah

Sampah adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari karena kita sendirilah yang menghasilkan sampah. Semua manusia di bumi ini menghasilkan sampah dalam jumlah yang sangat besar setiap hari. Jika sampah tidak dikelola secara efektif, sampah bisa menjadi sumber penyakit dan ancaman bagi kebersihan lingkungan hidup. Sampah bukan hanya masalah bagi negara miskin atau berkembang. Sampah juga menjadi masalah yang cukup rumit di negara maju. Namun, negara tersebut mempunyai cara yang lebih efektif untuk mengelolanya. Alangkah baiknya jika kita mau meluangkan waktu untuk belajar dari negara maju. Amerika Serikat dan Uni Eropa menerapkan tiga langkah tepat untuk mengelola sampah dan menyelamatkan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia.

Pertumbuhan jumlah sampah adalah sumber masalah yang membuat sampah menjadi tidak terbendung. Oleh karena itu, produksi sampah perlu ditekan/dicegah seminim mungkin. Srategi pertama ini sangat penting dan membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat atau perusahaan-perusahaan besar. Sampah yang paling banyak adalah sampah plastik. Sampah ini sangat sulit untuk diuraikan dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Masyarakat bisa berpartisipasi dengan menggunakan kembali wadah plastik yang telah digunakan untuk membawa barang ketika berbelanja di supermarket. Perusahaan harus menggunakan kemasan produk yang lebih ramah lingkungan bagi konsumennya sehingga bisa dikelola dengan lebih baik. Fokus utama dalam langkah ini adalah sampah plastik karena kebanyakan produk yang dijual di pasaran menggunakan plastik sebagai kemasannya. Plastik juga dijadikan sebagai bahan baku utama untuk produk tertentu, seperti mainan, gelas, atau furnitur.

Langkah kedua adalah daur ulang. Sampah bukanlah barang tak berguna karena masih memiliki fungsi tersendiri. Kita bisa menggunakannya kembali sebagai bahan baku untuk produk baru. Amerika Serikat menerapkan kebijakan untuk memisahkan sampah yang bisa didaur ulang untuk membuat produk baru. Sampah tersebut meliputi bekas kemasan, baterai, atau sampah elektronik. Uni Eropa juga menerapkan kebijakan sejenis untuk menggunakan sampah kembali sehingga jumlah sampah di tempat pembuangan bisa berkurang drastis. Hasil yang didapatkan dari kebijakan negara tersebut sangat menggembirakan. Jumlah aki kendaraan yang didaur ulang mencapai  96% dari keseluruhan jumlah aki di pasaran. Sementara itu, jumlah kertas yang didaur ulang mencapai angka 71%. Sampah elektronik agak sulit untuk didaur ulang , tetapi angka penurunan jumlah sampah elektronik masih signifikan dengan adanya kebijakan daur ulang. Semua sampah yang bisa didaur ulang harus dipisahkan terlebih dahulu. Kita seringkali menemukan tempat sampah dengan dua kotak terpisah, masing-masing untuk sampah organik atau anorganik. Setiap jenis samaph membutuhkan pengelolaan dan perlakuan tersendiri. Sampah organik bisa didaur ulang menjadi kompos. Sampah anorganik bisa diolah kembali menjadi barang baru dengan fungsi yang sama.

Langkah ketiga adalah pengawasan yang ketat terhadap tempat pembuangan sampah. Jika kedua langkah tersebut tidak menghasilkan perubahan yang berarti, masih ada cara terakhir untuk mengurangi jumlah sampah secara efektif. Sampah yang tidak bisa dikelola dan digunakan kembali harus dibakar. Polusi di sekitar tempat pembuangan juga harus dikurangi. Uni Eropa melarang pembuangan ban bekas ke tempat penampungan sampah untuk mencegah polusi berlebihan.

Sampah tidak mudah untuk dikelola ketika jumlahnya menjadi tidak terkendali. Cara yang paling tepat adalah mengurangi jumlah sampah. Sedikit sampah lebih mudah untuk dikelola. Ketiga langkah tersebut perlu diterapkan oleh semua negara atau semua orang yang masih peduli terhadap kebersihan lingkungan hidup. Namun, kebijakan tersebut harus disertai sanksi yang tegas kepada siapapun yang melanggar peraturan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s