Mengenal Sampah Organik dan Sampah Anorganik

Kita menghasilkan sampah setiap hari dalam jumlah yang begitu banyak. Tidak peduli seberapa banyak sampah yang kita hasilkan, sampah bisa dibagi ke dalam dua kategori utama, yaitu sampah organik dan anorganik. Jika Anda berada di tempat umum, kebanyakan tempat sampah yang disediakan mempunyai dua tempat terpisah untuk setiap jenis sampah. Perbedaan antara dua jenis sampah tersebut memang cukup signifikan sehingga diperlukan pengolahan khusus untuk kedua kategori tersebut. Dengan pengolahan yang tempat, sampah bisa menjadi barang berharga yang mempunyai nilai jual.

Sampah organik seringkali kita temukan setiap hari. Sampah ini berasal dari sisa kegiatan memasak di dapur. Setiap kali dapur digunakan untuk memasak, ada sisa sayuran atau daging yang tidak terpakai. Jika tidak dikelola dengan baik sampah tersebut bisa menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat. Akibatnya, kenyamanan kita bisa terganggu. Sampah organik masih bisa dibedakan menjadi dua kategori, yaitu sampah organik hijau dan hewan. Kelompok pertama berasal dari sisa sayuran yang dimasak di dapur. Daun singkong, wortel, kulit buah, atau daun bayam adalah sampah yang berasal dari sisa aktivitas memasak di dapur. Kelompok kedua berasal dari sisa lauk daging yang dimakan. Setiap rumah menghasilkan sampah ini dan jumlah yang dihasilkan tidak sedikit. Mungkin diperlukan waktu, tenaga, dan tempat yang luas untuk mengolah sampah tersebut. Namun, sampah organik bisa diolah atau digunakan kembali untuk menghemat biaya dan tenaga dalam proses pengolahan. Cara paling tepat untuk mengolah sampah organik adalah pupuk kompos. Proses pembuatan kompos bisa memakan waktu beberapa hari karena pupuk ini dibuat secara alami tanpa tambahan zat kimia berbahaya. Selain itu, produk bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan hasil panen. Kulit pisang atau sisa sayuran bisa digunakan sebagai pakan ternak. Hal ini memang sangat mudah dilakukan karena Anda hanya perlu meluangkan sedikit waktu.

Sampah anorganik tidak menjengkelkan seperti sampah organik yang bisa membusuk dan menimbulkan bau tak sedap. Namun, sampah anorganik sangat sulit untuk diuraikan. Plastik, kertas, karton, dan kaleng adalah contoh sampah anorganik yang serind kita temukan sehari-hari. Cara pengolahan dan proses daur ulang juga berbeda karena sifat dasarnya tidak sama. Jika Anda bisa mengubah sampah organik menjadi kompos, Anda bisa mendapatkan berbagai barang baru dari proses daur ulang sampah anorganik. Sampah plastik adalah salah satu sampah terbanyak di dunia, tetapi proses daur ulangnya juga sangat mudah. Anda bisa mendapatkan plastik dari pemulung atau tempat penampungan sampah terdekat. Hasil dari daur ulang plastik adalah tas, dompet, dan aksesoris lainnya.  Gelas plastik tak terpakai bisa digunakan sebagai pot tanaman hias. Kerajinan tangan dari sampah anorganik bisa mempunyai harga jual yang tinggi. Bubur kertas bisa diubah menjadi patung atau frame foto. Kaleng bekas bisa menjadi tempat pensil. Selama Anda mempunyai kreativitas tanpa batas, Anda bisa mengubah sampah menjadi karya seni bernilai jual tinggi. Anda bisa memanfaatkan sampah tersebut untuk berbisnis. Peluang usaha ini memang sangat menjanjikan karena biaya produksinya sangat murah.

Pemahanan yang tepat terhadap setiap jenis sampah dan pengolahannya memang sangat penting. Sampah organik tidak bisa disamakan dengan sampah anorganik karena sifat dasarnya berbeda. Anda harus jeli dalam memisahkan setiap jenis sampah jika Anda ingin mengolah atau menggunakannya kembali (daur ulang). Memisahkan sampah adalah langkah pertama untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s