Pembuatan Kompos dari Sampah Organik

Ternyata sampah yang kita anggap sebagai sumber banjir di beberapa kota besar seperti Jakarta ternyata mempunyai manfaat yang cukup banyak bagi kita. Pemanfaatan sampah agar tidak terbuang sia-sia bisa dilakukan dengan cara pendaur ulangan sampah baik sampah organik maupun sampah anorganik. Mungkin kita sangat familiar dengan kertas yang sudah tidak terpakai lagi bisa didaur ulang menjadi kertas baru setelah mengalami proses daur ulang. Contoh sampah anorganik lain seperti sampah plastik bekas bungkus snack bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai macam kerajinan rumah tangga seperti tas, sepatu, keranjang, dll. Sedangkan jenis-jenis logam seperti besi dan aluminum bekas bisa juga didaur ulang dan dileburkan menjadi satu setelah mengalami proses pemanasan. Logam-logam yang sudah dileburkan tersebut bisa digunakan kembali sebagai bahan dasar pembuatan alat-alat rumah tangga seperti panci dan wajan.

Begitu juga dengan sampah organik. Jenis sampah ini sangat mudah dimanfaatkan untuk dijadikan bahan yang bermanfaat untuk jenis material lain. Berbeda dengan sampah anorganik yang tidak bisa hancur dengan sendirinya dan tidak bisa diurai oleh bakteri penghancur yang berada di dalam tanah, sampah-sampah organik ini bisa terurai secara alami tanpa melalui proses bantuan manusia. Bakteri-bakteri yang ada di dalam tanah akan mengurai sampah-sampah organik ini agar hancur dan mudah terserap di dalam tanah. Sampah-sampah organik yang sudah terurai dan hancur mempunyai beberapa zat yang bermanfaat untuk kesuburan tanah. Oleh karena itu, saat ini banyak pecinta tanaman yang memanfaatkan sampah jenis ini sebagai pupuk alami yang aman dan baik bagi tanaman kesayangan mereka. Pupuk alami yang terbuat dari uraian sampah organik disebut kompos. Cara membuat pupuk kompos sangat mudah. kita hanya membutuhkan berbagai jenis sampah orgnik seperti daun-daun kering, batang tanaman, daun bungkus makanan, sisa nasi, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh sampah organik yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos.

Agar hasil pupuk kompos yang kita buat mempunyai kualitas yang bagus, sebaiknya kita hanya gunakan satu bahan dasar pupuk yang berasal dari satu jenis sampah organik.  Daun, misalnya, bisa dikumpulkan dan diolah sebagai bahan dasar pembuatan pupuk kompos. Berikut adalah beberapa step membuat pupuk kompos yang terbuat dari daun. Siapkan tempat khusus seperti sumur resapan yang sudah tidak terpakai sebagai lumbung pupuk kompos. Agar sumur resapan tidak mudah longsor, sebaiknya bagian tepi dalam sumur kita gunakan lapisan batu bata yang sudah disemen. Bagian dalam sumur biarkan telanjang agar air mudah terserap. Untuk bagian tutup sumur sebaiknya kita gunakan  ram sebagai penutupnya yang sudah diberi lubang sebagai jalan masuk air hujan. Ram disini digunakan agar kita tidak terperosok ketika melewati bagian atas sumur. Isi sumur resapan dengan duan-daun kering maupun daun segar yang berserakan di sekitar rumah kita. Padatkan isi sumur dan tambahkan mol buatan sendiri hingga penuh.

Kira-kira setelah satu bulan, kita bisa memanennya untuk keperluan tanaman kita. Jadi sumur resapan yang kita buat memiliki fungsi ganda yaitu sebagai sumur resapan air dan komposter sampah. Dengan begitu kita bisa memanfaatkan sampah-sampah organik yang ada di sekitar rumah kita. Kita juga bisa mengurangi kuantitas sampah di sekitar rumah kita. Rumah dan lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan pemandangan sekitar rumah tampak lebih asri karena taman kita penuh dengan tanaman hijau yang subur berkat pupuk kompos buatan kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s