Pemanfaatan Sampah yang Baik

Sampah menjadi masalah yang serius bagi para penduduk yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta. Sampai saat ini belum ada solusi yang terbaik untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan menumpuknya sampah di kota-kota besar. Sebaliknya, semakin hari sampah yang menumpuk semakin banyak. Berbagai macam usaha baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun para warga setempat telah dilakukan untuk meminimalisir kuantitas sampah yang menumpuk di sekitar lingkungan mereka. Sampah yang menumpuk tentunya akan mengancam kesehatan para warga yang tinggal di sekitar tempat pembuangan akhir sampah. Berbagai jenis sampah baik sampah rumah tangga maupun sampah pabrik akan menyebabkan lingkungan yang disekitarnya tidak akan menjadi steril kembali. Bau, kotor, kumuh, dan tidak sedap dipandang adalah hanya masalah umum yang sering kita jumpai di beberapa area tempat pembuangan akhir sampah. Belum lagi masalah-masalah serius yang ditimbulkan dari menumpuknya sampah di TPA sampah seperti masalah kesehatan, pemukiman warga, dan tentunya masalah kebersihan area sekitar TPA sampah tersebut.

Para warga yang menempati kawasan yang dekat dengan TPA sampah akan mengeluhkan kesehatan mereka yang menurun dan pemukiman mereka yang tidak bersih dan sehat. Isu tentang sampah ini seharusnya menjadi PR bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera menjadi solusi yang terbaik. Para warga pun harus mempunyai kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dengan bijak. Salah satu aplikasi membuang sampah dengan bijak adalah dengan memisahkan sampah dari jenisnya. Sampah organik harus dipisahkan dengan sampah anorganik. Pemerintah  Pusat dan Pemda juga harus mensosialisasikan penggunaan dua jenis tempat sampah: tempat sampah organik dan tempat sampah anorganik.

Tempat sampah organik digunakan untuk menampung berbagai jenis sampah yang berasal dari material organik seperti sampah yang berasal dari tumbuhan (dedaunan yang kering,  daun bungkus makanan, dll), ataupun berbagai macam bentuk olahan bahan organik. Sedangkan tempat sampah anorganik digunakan untuk menampung sampah yang tidak bisa terurai oleh bakteri penghancur di tanah. Sampah-sampah anorganik ini contohnya adalah botol, plastik, stereofoam, kaca, logam, dan masih banyak lainnya. Agar permasalahan sampah tidak bertambah buruk, kini terdapat beberapa warga yang kreatif yang bisa memanfaatkan sampah-sampah mereka baik sampah organik maupun sampah anorganik untuk dijadikan sebuah material yang bermanfaat untuk kehidupan mereka.

Sampah organik seperti dedaunan atau sisa nasi yang dibuang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang aman dan ampuh untuk meningkatkan kualitas tanaman peliharaan kita. Teknik ini sedang dikembangkan di bidang pertanian. Selain udah didapat bahannya, jenis pupuk organik ini juga sangat mudah diolah dan dibuat.  Semua bahan sampah organik dikumpulkan dalam tempat sampah khusus untuk menampung sampah organik dan tutup selama beberapa hari. Setelah lebih kurang 5 hari atau sekilas sampah organik tersebut sudah hancur, kita bisa menuangkannya sebagai pupuk alami untuk tanaman anda.

Berbeda dengan pemanfaatan sampah organik, sampah anorganik bisa kita manfaatkan untuk hal yang lain. Berbagai jenis sampah anorganik seperti bekas bungkus snack yang terbuat dari plastik bisa kita manfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai jenis kerajinan tas, sepatu, koper, dll. Sedangkan sampah anorganik seperti kaca bisa kita manfaatkan untuk hiasan lampu tidur atau lampu belajar anak-anak kita. Logam yang sudah tidak terpakai bisa juga didaur ulang kembali menjadi logam baru setelah melalui proses  penghancuran dan pemanasan. Begitu juga dengan pemanfaatan sampah ban bekas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s