Andil Besar dari Efek Sampah Terhadap Bumi

Efek sampah terhadap bumi sudah tidak dapat kita pungkiri lagi. Ketika kita sudah selesai dalam menggunakan sesuatu maka sisa-sisa dari proses tersebut yang menurut kita sudah tidak memiliki nilai guna lagi kemudian akan kita sebut sebagai sampah. Dalam kehidupan sehari-hari kita saja, kita dapat menghasilkan banyak sampah. Itu belum termasuk pada sampah-sampah yang dihasilkan dari industri yang sudah barang tentu akan menghasilkan sampah dalam jumlah yang jauh lebih besar. Jika jumlah sampah tersebut kita kalikan dengan jumlah penduduk yang ada di dunia serta jumlah industri yang ada di dunia ini, maka jumlah sampah tersebut akan menjadi tidak terhingga. Maka dari itu, diperlukan adanya penanganan terhadap keberadaan sampah-sampah tersebut secara efektif dan efisien.

Efek sampah terhadap bumi berupa gas rumah kaca

Hal ini akan sangat penting untuk kita lakukan mengingat efek sampah terhadap bumi yang akan dihasilkan jika keberadaannya dibiarkan begitu saja. Secara tidak langsung, sampah dapat memberi dampak bagi makin parahnya isu pemanasan global saat ini. Dapat dikatakan demikian karena sampah mempunyai andil dalam menyumbangkan gas metana dalam jumlah yang sangat besar pada atmosphere bumi yang akan berakibat pada adanya efek gas rumah kaca. Hal ini dapat terjadi ketika sampah, dalam jenis dan sifat apapun, tertimbun dalam waktu yang lama tanpa melalui proses pengolahan sedikitpun.

Kerusakan alam menjadi dampak dari efek sampah terhadap bumi

Keberadaan sampah yang tertimbun dalam waktu lama tersebut kemudian akan menghasilkan gas metana atau methane (CH4). Secara matematis, setiap ton sampah padat yang tertimbun berpotensi untuk menghasilkan gas metana sebanyak 50 kg. Jadi, cukup kita kalikan saja dengan total sampah yang ada di dunia ini dan akan kita dapatkan hasil dari gas metana yang sangat signifikan dan keberadaannya akan sangat membahayakan bumi ini dan kelangsungan makhluk hidupnya. Pada tahun 2020 saja sudah dapat diprediksikan bahwa sampah-sampah di Indonesia akan menghasilkan 9500 ton gas metan. Belum lagi gas metan yang akan dihasilkan oleh Negara-negara lain di dunia ini. Padahal, efek sampah terhadap bumi yang berupa gas rumah kaca dapat memperburuk kondisi pemanasan global yang sudah ada pada saat ini.

Sebagai contoh saja dapat kita ambil perkiraan kerusakan alam yang dapat terjadi sebagai akibat dari efek sampah terhadap bumi. Kerusakan alam tersebut antara lain adalah krisis air bersih, hilangnya delta pada sungai-sungai besar, hilangnya beberapa pulau, bergesernya letak gurun-gurun pasir besar, meningkatnya permukaan air laut yang disebabkan oleh mencairnya es di kutub dalam jumlah besar, serta ancaman badai yang disebabkan oleh perubahan iklim yang ekstrim. Selain itu, gas rumah kaca sendiri sangat berpotensi dalam mempengaruhi perubahan iklim di bumi ini. Seperti yang sudah kita alami saat ini saja bahwa musim panas jauh lebih panjang dibandingkan dengan berlangsungnya musim penghujan.

Keadaan iklim yang seperti ini mau tidak mau juga akan berdampak pada kehidupan kita.Sebagai contoh, saat ini kekeringan sudah mulai melanda beberapa daerah bahkan yang berada di kaki gunung sekalipun. Mengingat dampak sampah yang begitu berbahaya bagi bumi dan kelangsungan hidup makhluk yang ada di atasnya, maka kita perlu menjadi lebih bijak lagi dalam menyikapi hidup terutama dalam menyikapi sampah. Kita harus dapat mengelolanya dengan tepat sehingga kita dapat meminimalisir efek sampah terhadap bumi yang mungkin terjadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s