Bendungan Tadah Hujan, Cadangan Di Musim Kemarau Panjang

Bendungan tadah hujan adalah salah satu solusi yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir resiko kelangkaan air yang akhir-akhir ini sudah marak terjadi di banyak daerah di Indonesia, bahkan dunia. Kelangkaan air bersih memang sedang menjadi ancaman yang paling mengerikan bagi kelangsungan hidup dunia saat ini. Hal ini memang sangat aneh jika terjadi pada bumi kita yang pada dasarnya memiliki kuantitas air tiga kali labih banyak dibandingkan darantannya. Bahkan, air itu sendir memiliki sifat yang tidak terbatas jumlahnya.Hal ini dikarenakan air memiliki kemampuan untuk memperbaiki kualitasnya melalui siklus hidrology dan siklus itu tidak memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, yang kita temui saat ini adalah kuantitas air yang banyak dengan kualitas yang sangat minim.Minim di sini berarti air di kebanyakana daerah di dunia saat ini sudah tidak memenuhi syarat untuk dapat digunakan dalam pemenuhan kebutuhan manusia sehari-hari.

Hal ini dapat terjadi juga karena campur tangan manusia itu sendiri yang terlalu terlena dengan melimpahnya sumber daya alam yang tersedia tanpa ingat untuk tetap menjaga kelestariannya. Sehingga tidak jarang dari mereka yang menyia-nyiakan sumber daya alam, khususnya air, dalam setiap penggunaannya. Memang akibatnya tidak seketika kita rasakan, akan tetapi jika kebiasaan buruk itu diteruskan, kita tidak akan lagi mempunyai sumber daya air yang dapat kita wariskan pada anak cucu kita kelak. Maka dari itu, sejak saat ini, kita perlu berfikir keras untuk menemukan solusi dalam mengatasi peristiwa kelangkaan air ini.

Sampai saat ini, telah ada banyak ide yang dicetuskan untuk dapat mengatasi masalah krisis air dan salah satunya adalah dengan membangun bendungan tadah hujan. Seperti namanya, bendungan tadah hujan adalah bendungan yang digunakan untuk menampung air hujan pada musin penghujan yang kemudian dapat dimanfaatkan saat musim kemarau tiba.Bendungan tersebut pada umumnya dibangun pada daerah-daerah yang memiliki bentuk dan kemiringan yang cukup terjal. Pada bagian lembah di daerah-daerah tersebut akan sangat potensial untuk dibangun bendungan-bendungan kecil yang siap menampung limpahan air hujan di musim penghujan. Pada musim kemarau panjang kemungkinan jumlah air tanah akan terus menipis sehingga akan diperlukan pasokan air dari sumber lain. Maka dari itu, air yang telah tertampung pada bendungan-bendungan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama dalam bidang pertanian dan perkebunan.

Solusi ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu usaha dalam konversi sumber daya air dalam skala besar karena memanfaatkan keberadaan air selama musim penghujan untuk ditampung dan disimpan dahulu yang kemudian dimanfaatkan pada waktu yang tepat.Dengan melakukan system bendungan tadah hujan ini, kita dapat menghemat penggunaan air tanah yang keberadaannya pasti sangat minim pada musim kemarau panjang. Sehingga kita tidak perlu terlalu repot untuk dapat memperoleh air terutama dalam mengairi tanaman pertanian dan perkebunan kita. System ini juga sudah terbukti sangat efektif untuk dilakukan dan sudah sejak lama banyak daerah yang telah mengoptimalkan daerahnya untuk dibangun konversi sumber daya air dengan system ini. Untuk dapat mendukung kinerja dair system ini, sebaiknya kita juga mengubah gaya hidup kita yang semula boros dalam menggunaka air menjadi pola hidup yang lebih bijak dan lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, ekosistem alam ini khususnya ketersediaan air bersih, akan tetap terjaga dengan tidak hanya mengandalkan sepenuhnya pada system bendungan tadah hujan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s