Krisis Air Bersih Di Perkotaan Perlu Solusi

Krisis air bersih di perkotaan adalah fenomena yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Seperti yang kita ketahui bahwa keberadaan air bersih di kota sudah sangat langka mengingat ketidakmampuan wilayah perkotaan untuk mendukung siklus alami air agar air dapat memperbaharui kualitasnya sendiri. Fenomena ini sangatlah mengkhawatirkan mengingat betapa pentingnya peranan air dalam kehidupan kita. Hampir semua kebutuhan hidup kita bergantung pada ketersediaan air, terutama air bersih. Sungguh sangat mengherankan memang ketika kita harus menghadapi masalah krisis air seperti saat in padahal bumi ini terdiri dari 70% air dan 30% daratan. Seharusnya, dengan presentase yang sekian itu, kita tidak perlu khawatir lagi akan kekurangan air bersih untuk hidup kita. Namun yang terjadi saat ini adalah minimnya kualitas air bersih yang menyengsarakan kehidupan jutaan orang di dunia ini.

Kejadian ini sudah bukan hal baru terutama di daerah perkotaan.Tidak dapat disangkal bahwa daerah perkotaan memang sudah tidak kompeten dalam menjaga kualitas airnya.Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab kirsis air bersih di perkotaan yang pertama adalah bahwa di daerah perkotaan telah didominasi oleh berbagai macam pembangunan, baik itu pembangunan jalan, gedung bertingkat serta sarana dan prasarana lainnya yang ternyata mengikis habis permukaan tanah. Hal ini menyebabkan daya serap tanah terhadap air hujan menjadi berkurang drastis.Akibatnya adalah tampungan air tanah yang seharusnya dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita tidak lagi mencukupi.Selain itu, karena terbatasnya lahan yang berupa tanah, maka terbatas pula lahan yang dapat digunakan untuk menanam tumbuh-tumbuhan yang sebenarnya mempunyai kemampuan untuk mengikat air dengan akarnya. Peran penduduk kota sendiri juga tidak dapat dipungkiri andilnya dalam memperparah fenomena krisis air bersih diperkotaan. Pola hidup yang kurang bijak dalam menggunaka air serta kurangnya kesadaran untuk mendukung siklus alami air membuat keberadaan air bersih di kota semakin menipis. Budaya untuk membuang sampah di sungaipun malah kian marak.Padahal sungai adalah salah satu sumber air yang palung utama.Namun keberadaanny kin sudah memprihatinkan dan sudah tidak layak lagi untuk disebut sebagia sumber air bersih. Namun, itu semua juga tidak terlepas dari kurangnya fasilitas pengolahan air kotor yang ada di kota sehingga keberadaan air kotor dan alat pengolah air kotor tidak seimbang yang kemudian menyebabkan keberadaan air kotor melebihi air bersih yang ada.

Sebagai contoh kecil yang dapat kita ambil dari akibat minimnya system pengolahan air kotor tersebut adalah, air yang mengalir dari pam sekalipun masih berbau tidak sedap atau bahkan berwarna keruh. Hal itu akan sangat mudah kita temui di perkotaan. Jika hal ini tidak segera diatasi, maka dampaknya akan sangat berbahaya terutama bagi kesehatan penduduk kota itu sendiri. Banyak penyakit yang akan menjadi buntut dari krisis air bersih di perkotaan ini seperti diare dan masih banyak lagi.  Maka dair itu, perlu adanya perhatian serius dari pemerintah untuk segera mengatasi masalah ini sehingga tidak berlarut-larut dan menimbulakan banyak masalah lain. Salah satu solusi yang mungkin diterapkan di perkotaan adalah dengan memperbanyak pembangunan pengolahan air kotor sehingga siklus air akan lebih seimbang. Selain itu, kesadaran pada diri masyarakat penduduk kota juga perlu dibangun untuk dapat menggunakan air secara lebih bijak serta untuk lebih peduli terhadap lingkungannya dengan menjalankan pola hidup yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian akan dapat meminimalisir resiko krisis air bersih di perkotaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s