Daur Ulang untuk Mengatasi Kelangkaan Air dan Inovasinya

Daur ulang untuk mengatasi kelangkaan air adalah salah satu solusi yang ditawarkan oleh para ilmuan untuk mengatasi masalah kelangkaan air bersih yang sedang terjadi pada saat ini. Dalam hal ini, yang akan didaur ulang adalah air itu sendiri. Ada beberapa macam teknologi yang sengaja diciptakan untuk memproses ulang air yang awalnya sudah terkontaminasi dengan limbah dan kotoran untuk kemudian dapat digunakan lagi sebagai air bersih sehingga memenuhi kualitasnya sebagia air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup manusia. Pada dasarnya air adalah sumber daya alam yang jumlahnya sangat melimpah dan bahkan tidak terbatas. Terlebih, air mampu melakukan proses perbaharuannya sendiri untuk mengembalikan kualitasnya tanpa memerlukan waktu yang lama. Namun, proses tersebut juga harus disertai dengan ketersediaanya sumber daya alam lain seperti tanah untuk proses penyaringannya.

Untuk daerah perkotaan, akan sangat sulit untuk menyediakan tanah yang cukup agar dapat digunakan oleh air sebagai penyerap sekaligus penyaring dari kotoran yang dibawanya. Hal ini disebabkan oleh minimnya lahan yang masih berupa permukaan tanah yang tersedia di perkotaan. Permukaan tanah yang seharusnya ada dan mampu menyerap air dengan lebih sempurna sehingga mampu menyaring dan kemudian menyimpannya sebagai air tanah telah tergantikan oleh aspal dan beton-beton dari gedung-gedung bertingkat. Padahal, jumlah penduduk kota yang seringkali melampaui batas kemampuan kota itu sendiri membuat proses perputaran air di perkotaan menjadi semakin tidak seimbang. Makin banyak air kotor dan limbah yang dihasilkan namun air tersebut tidak mampu melalui siklusnya dengan normal, sehingga ketersediaan air bersih makin menurun setiap waktunya. Maka dari itu diperlukanlah teknologi yang mampu melakukan daur ulang untuk mengatasi kelangkaan air terutama di perkotaan.

Mengingat ketidak seimbangan yang terjadi pada air bersih di perkotaan tersebut, maka muncullah teknologi yang disebut dengan membrance bioreactor (MBR). Tekhnologi yang satu ini didesain untuk menjadi tekhnologi yang ramah lingkungan karena menggunakan unsur-unsur biologi daripada unsur kimia seperti yang pernah digunakan oleh tekhnologi-tekhnologi yang terdahulu. Cara kerja dari alat ini adalah dengan membunuh mikroorganisme yang ada pada limbah air, menyaring air hingga ke bentuk molekul sehingga semua kotoran, bakteri dan virus dapat dipisahkan dari air limbah tadi yang kemudian menjadi air yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.Dalam kinerjanya, alat ini sudah terbukti sangat efektif untuk digunakan sebagai alat daur ulang untuk mengatasi kelangkaan air terutama di perkotaan.Selain karena memiliki jumlah lahan dengan permukaan tanah yang sedikit, perkotaan juga merupakan pusat industry yang sudah pasti memutuhkan air dalam jumlah yang tidak sedikit.

Terlebih lagi, alat ini dapat membantu kita dalam meminimalisir dana yang harus kita keluarkan untuk membeli air bersih. Menurut survey, alat ini mampu menghemat sekitar Rp. 4000/m³. Akan sangat berguna bila alat ini dapat dipasang pada tiap gedung di perkotaan, baik itu kantor, restoran, pusat perbelanjaan maupun gedung-gedung lainnya karena hasilnya sangat mengesankan dan yang paling penting adalah bahwa alat ini sangat ramah lingkungan. Jadi kita bisa menyelamatkan satu sumber daya alam tanpa harus mengorbankan sumber daya alam yang lain. Semestinya hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerntah agar masalah kelangkaan air dapat segera teratasi mengingat betapa pentingnya peranan air bersih dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain, akan sangat bermanfaat bagi kita untuk mengembangkan sistem daur ulang untuk mengatasi kelangkaan air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s