Manajemen Limbah Padat Surabaya

1.  Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah

Secara garis besarnya, manajemen limbah padat kota Surabaya terdiri dari aktivitas (DKP, 2007): Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah; Pengurangan Sampah Liar melalui pembersihan saluran; dan Implementasi 3R (reuse-reduce-recycle) dengan Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Komunitas dan Program Kompositing.

Gambar Bagan alur pengangkutan Limbah Padat (D KP, 2007)

Pengumpulan dan Pengangkutan sampah Surabaya memiliki orientasi utama pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

2.  Pengurangan Sampah Liar Melalui Pembersihan Saluran

Terdapat aktivitas pengurangan sampah liar melalui pembersihan saluran, yaitu

  1. Saluran kedung Cowek ke arah utara dengan personel 8 orang
  2. Saluran Jeblokan- Kenjeran- ke arah selatan (Puto gung, tambang boyo, rumah pompa Dharmahusada) dengan personel 6 orang
  3. Saluran Gubeng Masjid dengan personel 6 orang

3.  Implementasi 3R

Bentuk Implementasi 3R yang dilakukan D KP adalah Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Komunitas dan Program Komposting.

3.1.  Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Komunitas

Bentuk pengelolaan mandiri berbasis komunitas ini bertujuan untuk mengurangi sampah mulai dari sumbernya, yaitu permukiman. Aktivitas utamanya adalah pemilahan sampah antara sampah basah dan sampah kering. Pengolahan selanjutnya sampah basah diolah menjadi kompos dan sampah kering dijual kepada pemulung atau dijadikan bahan daur ulang produk komunitas tersebut. Adapun pelaku dalam pengelolaan sampah ini adalah masyarakat, Pemerintah, P KK, LSM, Swasta dan Media Masa.

Akivitas DKP untuk mendukung kegiatan ini adalah: Sosialiasasi dan penyuluhan penyadaran dan perubahan pola pikir terhadap sampah (dapat dilakukan oleh PKK atau LSM); Pembentukan kader lingkungan yang bertanggung jawab untuk memotivasi, menggerakkan, dan memonitor warga dalam wilayah pengelolaan kader tersebut; Pendampingan warga; Pembagian sarana kebersihan seperti Tong komposter, Keranjang Takakura, Gembak, dan Rumah Kompos; Operasi Yutisi Kebersihan; Menggandeng media masa dan swasta untuk program Green & Clean Merdeka dari Sampah.

3.2.  Program Composting

Program Composting yang dilaksankan D KP terdapat di 10 Lokasi yaitu Rumah Kompos Wonorejo, UDP K Bratang, Depo Kejawan Putih Tambak, LPS Keputran, Depo Bibis Karah, LPS Tenggilis Utara, Rumah Kompos Rungkut Asri, Rumah kompos Menur, Rumah Kompos Romokalisari, Rumah Kompos Tenggilis-Rayon taman.

Reference:
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2007). Manajemen Pengelolaan Sampah di Kota Surabaya. Presentasi dalam Symposium Sampah Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 23 November 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s