Pengolahan Kompos dengan Silo #Instalasi Pengolahan Sampah

Pengolahan kompos dilakukan dengan sistem aliran vertikal. Sistem aliran vertikal tersebut terutama untuk menghemat luas lahan yang diperlukan. Salah satu pengolahan kompos dengan aliran vertikal adalah pengolahan dengan aerated silo.  Pengolahan dengan aerated silo cocok untuk material sampah organik yang telah dipilah dari material pengotor lainnya. Aerated silo menggunakan silo sebagai tempat fermentasi dan pematangan kompos. Material masuk dan keluar dari silo dengan laju aliran tetap. Material masuk melalui bagian atas silo, kemudian akan turun seiring dengan pengambilan kompos yang dibawahnya. Proses pengomposan yang terjadi berlangsung lebih cepat karena material yang masuk akan dipanasi suhunya oleh material di bawahnya. Akibatnya material tersebut akan lebih cepat dalam mencapai suhu optimun, sehingga waktu proses pengomposan lebih cepat. Suhu material akan turun saat semakin mendekati dasar silo.

Gambar 3‑8.  Ilustrasi aliran material dan udara di aerated silo (Alberta, 1999)

Proses berikutnya adalah proses pematangan kompos. Kompos dari silo pertama akan dimasukkan dalam silo berikutnya. Setelah proses tersebut kompos siap dilakukan penyaringan untuk mendapatkan ukuran efektif dan menghilangkan pengotor-pengotor yang masih berada dalam kompos. Waktu yang diperlukan berkisar antara 8 – 21 hari.

Unit-unit Instalasi Pengomposan

1.  Pencacah

Ukuran kompos yang efektif diperlukan untuk mempercepat proses pematangan kompos. Semakin kecil ukuran material organik maka proses pengomposan akan berjalan labih baik.

2.  Silo

Silo digunakan untuk proses pengomposan dan pematangan kompos, serta penampungan sementara sebelum kompos di kemas dalam wadah untuk di distribusikan.

Dengan kriteria desain sebagai berikut :

  • Menampung kompos dalam jangka waktu pengomposan 10 hari.

3.  Aeration system

Unit aerasi terletak di bagian bawah tumpukan kompos di dalam silo yang berfungsi untuk memberikan aliran udara terus-menerus sehingga kondisi aerob dapat tercapai. Aliran udara yang digunakan adalah 2 m3/menit.

4.  Air Conveyor

Air conveyor digunakan sebagai sarana transportasi material. Seperti aliran air dalam pipa, kompos akan dialirkan ke dalam dan keluar silo dengan menggunakan aliran udara.

5.  Trommel screen

Penyaringan dilakukan utuk memisahakan material pengotor lain dari kompos. Pemilahan sebelumnya masih menghasilkan material yang mengotori kompos, dengan demikian kemurnian kompos bisa tercapai.

6.  Bagging

Bagging mengisi secara otomatis kantong-kantong kompos, mempercepat proses pewadahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s