Peralatan pemilah #Instalasi Pengolahan Sampah

 

Peralatan-alatan berikut ini digunakan untuk pemilahan material dari aliran, perlu diperhatikan bahwa efektifitas alat-alat pemilahan berikut tidak akan ada yang mencapai 100%.

1.  Magnetic Separator

Magnetic separator merupakan peralatan sederhana yang digunakan untuk memisahkan logam dari sampah. Magnet yang digunakan di alat ini bisa bersifat permanen ataupun sebuah elektromagnet. Memiliki 3 macam bentuk: silinder magnet, katrol/rantai magnet, dan magnetic belt. Peletakan magnet dalam pemilahan material dilakukan secara sejajar dengan aliran, bersebrangan dengan aliran, ataupun secara elevasi seperti pada katrol magnet.

Pronsip dasar dari katrol magnet adalah menarik material ke atas sehingga pada saat diujung katrol, material non logam akan jatuh lebih jauh/di depan katrol, sedangankan untuk logam akan terbawa/jatuh pada saat berada di bawah katrol. Untuk bentuk silinder magnet, material logam yang tertarik bisa berada di atas silinder maupun di bawah tergantung dari arah putaran dan aliran. Sedangkan untuk magnetic belt prinsipnya sangat sederhana, yaitu dengan meletakkan magnet besar di tengah sebuah conveyor yang berputar, sehingga material logam akan tertarik dan menempel pada belt yang memiliki penahan material. Logam akan tertarik pada ujung yang memiliki kekuatan medan magnet yang besar dan akan jatuh diujung lainnya karena kekuatan medan magnet melemah.

Efetifitas dari pemilahan logam tergantung kedalaman/ketebalan lapisan material di conveyor. Untuk efesiensi yang lebih tinggi, bisa ditambahkan magnetic separator tambahan. Conveyor dan hopper komponen yang berada disekitar medan magnet seharusnya merupakan komponen nonmagnetic (Peer Consultants, P.C., 1991).

Gambar 2‑3. Magnetic-belt conveyor (Peer Consultants, P.C., 1991).

Gambar 2‑4. Magnetic Seprator-chain conveyor (Peer Consultants, P.C., 1991).

Gambar 2‑5. Magnetic Separtor Silinder Ganda (Peer Consultants, P.C., 1991).

2.  Eddy Current Device (aluminum separator)

Aluminum separator menggunakan magnet permanen ataupun elektromagnet untuk menciptakan arus listrik yang menyebabkan kaleng/bahan alumunium (logam selain besi) terpisah dan keluar dari material lainnya. Pemilahan alumunium ini bisa dilakukan di conveyor troli ataupun tanjakan (Peer Consultants, P.C., 1991).

3.  Discs Screen

Discs Screen merupakan piringan-piringan yang berputar searah dan disusun secara pararel dalam sebuah barisan yang teratur. Piringan di setiap baris terletak ditengah-tengah antara 2 piringan barisan yang lain. Barisan piringan tersebut membentuk suatu pola yang teratur, dan diantara piringan tersebutlah terdapat celah yang akan menjatuhkan material-material yang berukuran kecil, misalnya pasir dan pecahan kaca. Untuk material lain yang tidak tersaring akan berjalan terus seperti fungsi pada conveyor. Material yang basah dan berserabut bisa melapisi dan membungkus piringan-piringan, sehingga menyebabkan celah tersebut tertutupi. Sedangkan material kasar seperti pecahan kaca dan pasir, bisa mengkikis pinggiran piringan-piringan dan memperlebar celah pada discs screen. Disamping itu material yang besar bisa menghalangi material kecil yang berada di atasnya untuk lolos melewati celah tersebut. Keadaan seperti keterangan di atas mempengaruhi kinerja discs screen (Peer Consultants, P.C., 1991).

4.  Trommel Screen

Trommel merupakan sebuah saringan silinder yang berputar, umumnya aliran material bergerak menurun. Permukaan saringan berupa jalinan kawat teratur atau plat dengan lubang teratur. Perputaran trommel meningkatkan efektifitas dari proses pemilahan, karena bisa memisahkan material yang saling menyatu/melekat ataupun memisahkan material dari wadahnya. Trommel ukuran besar (diameter 8-10ft, panjang 50ft) banyak digunakan untuk memisahkan wadah/kardus besar dan ataupun kertas koran dari campuran kertas-kertas ataupun dari wadah-wadah yang bercampur (terutama dari kardus-kardus kaca). Trommel ukuran kecil (diameter 1-2ft, panjang 2-4ft) digunakan untuk pemilahan label dan tutup botol dari pecahan gelas. Untuk ukuran kecil kadang-kadang menggunakan tambahan hembusan udara untuk membantu proses pemilahan (Peer Consultants, P.C., 1991).

Trommel dengan 2 tahap biasa digunakan untuk proses pemilahan. Pada tahap pertama (ujung bagian awal/depan-tengah dari panjang keseluruhan trommel) menggunakan lubang-lubang dengan ukuran kecil (diameter sekitar 1 inch), digunakan untuk pemilahan material-material yang berukuran kecil seperti pecahan kaca dan pasir. Pada tahap berikutnya (tengah-ujung akhir) menggunakan lubang-lubang dengan ukuran besar (diameter sekitar 5 inchi), digunakan untuk memisahkan kaca, alumunium, dan wadah plastik. Lebih jelasnya mengenai trommel dapat dilihat pada Gambar 2-6

Gambar 2‑6. Trommel (Peer Consultants, P.C., 1991).

Faktor yang mempengaruhi efisiensi pemilahan dari trommel:

  • Karakteristik dan jumlah sampah.
  • Ukuran dan kemiringan trommel.
  • Kecepatan putaran.
  • Ukuran dan jumlah lubang.

5.  Vibrating Screen

Vibrating screen merupakan saringan yang terbuat dari jalinan kawat atau plat berlubang yang digunakan untuk memisahkan material yang relatif padat, kering, dengan ukuran kecil. Vibrating screen  lebih toleran dengan material berserabut dibandingkan dengan peralatan yang lain. Material yang basah dan lengket merupakan suatu masalah yang bisa menyebabkan penyumbatan lubang saringan sehingga menyebabkan efektifitas menurun. Material dengan ukuran besar dengan bentuk yang bengkok-bengkok dan tumpukan material yang terlalu banyak bisa mengurangi efektifitas penyaringan (Peer Consultants, P.C., 1991).

Gambar 2‑7. Vibrating screen (Peer Consultants, P.C., 1991).

 

6.  Oscillating Screen

Oscillating screen mempunyai spesifikasi seperti vibrating screen kecuali pada gerakan yang dilakukan dengan gerakan berputar/berotasi (Peer Consultants, P.C., 1991).

7.  Traveling Chain Curtain

Traveling chain curtain tersusun dari satu sampai beberapa baris rantai yang saling bertautan membentuk tirai dan berputar seperti sebuah conveyor rantai yang berputar secara tegak lurus. Tirai ini menyebabkan material yang cukup padat/keras (misal: kaca) jatuh/turun melewatinya untuk material lunak/ringan (misal: plastik) tetap terus terbawa ke sisi yang lainnya. Efisiensi dari alat ini tergantung dari jumlah loading material, loading yang berlebihan menyebabkan material yang ringan untuk jatuh dibandingkan ikut terbawa ke sisi yang lain (Peer Consultants, P.C., 1991).

8.  Air Classifier

Air classifier menggunakan aliran udara untuk memisahkan material-material yang ringan (misal: plastik, kertas) dari material-material yang berat (misal: logam, kaca). Selain pengaruh dari berat, ukuran, luas, dan kekuatan aliran udara mempengaruhi proses pemilahan. Seperti kaleng alumunium dengan aliran udara yang besar dibandingkan dengan berat kaleng tersebut akan terbawa aliran udara seperti material-material ringan lainnya, dibandingkan dengan kertas basah yang kusut tidak akan terbawa aliran udara seperti material-material berat lainnya.

Air classifier mempunyai beberapa tipe. Tipe vertikal merupakan yang  sering digunakan (Peer Consultants, P.C., 1991).

Gambar 2‑8. Air Classifier (Peer Consultants, P.C., 1991).

Advertisements

2 thoughts on “Peralatan pemilah #Instalasi Pengolahan Sampah

  1. musthofahanini September 28, 2014 / 13:05

    ijin save gan ……semoga manfaat gan bagi umat….amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s