Jenis peralatan transportasi #Instalasi Pengolahan Sampah

 

1.  Belt Conveyor

Belt conveyor merupakan sejumlah lembaran (belt) yang disatukan dengan menggunakan perekat polimer dan dilindungi dari gesekan dan pengaruh bahan kimia dengan menggunakan lapisan elastromeric. Belt terbuat dari bahan woven fabric, berupa sebuah lembaran utuh ataupun sebuah lapisan pararel.

1.1.  Jenis Belt conveyor berdasarkan bentuknya:

1.1.1.  Trough Type

Merupakan tipe belt conveyor yang bertumpu pada idle rolls dengan sudut kemiringan 25o, 35 o, atau 45 o membentuk cekungan (Gambar 2-1). Belt conveyor jenis ini digunakan untuk mengurangi tumpahnya material akibat dari material flow yang tidak terkontrol. Selain itu untuk mengurangi material yang tumpah saat pengisian, ditambahkan skirt board pada bagian ujungnya (Peer Consultants, P.C., 1991).

Gambar 2‑1. Trough Type Conveyor Belt (Peer Consultants, P.C., 1991).

Gambar 2‑2. Penahan tumpahan (Peer Consultants, P.C., 1991).

1.1.2.  Flat Belt Type

Belt conveyor jenis ini bertumpu pada permukaan yang rata (permukaan besi), bukan rol. Karena permukaannya yang rata, memudahkan akses untuk dilakukannya proses pemilahan di atas belt tersebut. Pada bagian tanjakan, belt conveyor jenis ini mempergunakan belt dengan permukaan yang kasar dan diperlukan skirt board untuk mencegah material turun dan tumpah.

Untuk menarik belt supaya berputar, digunakan motor yang dihubungkan dengan rol penarik di ujung bagian bawah yang memanfaatkan gaya gesek antara belt dan rol penarik. Disamping itu untuk mencegah material tumpah dari belt pada saat proses loading digunakan sebuah penahan yang dipasang pada bagian loading (Peer Consultants, P.C., 1991).

2.  Screw Conveyor

Screw conveyor, digunakan untuk transportasi material yang kering, padat, dan material yang bebas bergerak. Conveyor jenis ini biasa digunakan untuk pembongkaran kaleng dan biasa digunakan sebagai alat ukur. Conveyor jenis ini tidak didesain untuk transportasi material yang berserabut, kasar, ataupun material yang basah (Peer Consultants, P.C., 1991).

3.  Apron Conveyor

Apron conveyor terdiri dari wadah-wadah material (datar maupun cekung) yang terkait dalam sebuah rantai, digunakan untuk material yang keras dan kasar. Conveyor ini biasanya digunkan untuk loading material yang berada di bawah tanah. Untuk mengurangi gesekan digunakan guide rollers di rel rantai, sedangkan pada wadah material digunakan penahan guna mencegah material tumpah. Untuk proses pembersihan perlu dilakukan standar operasional tertentu untuk menjamin keselamatan kerja (Peer Consultants, P.C., 1991).

4.  Pneumatic Conveyor

Pneumatic conveyor merupakan conveyor yang berdasarkan pada aliran udara, digunakan untuk material yang ringan seperti alumunium dan debu melalui sebuah cerobong. Aliran udara tersebut bisa merupakan aliran hisap maupun dorong. Conveyor  ini desainnya sangat fleksibel terutama dalam penempatan ruang. Tetapi perlu diperhatikan masalah penggantian arah alur, karena akan mengurangi tekanan udara yang mengakibatkan kemacetan pada titik-titik tersebut (Peer Consultants, P.C., 1991).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s