Pengolahan Plastik

Tahapan pengolahan plastik daur ulang biasa dilakukan oleh kelompok industri daur ulang plastik. Dibawah ini disajikan skema sederhana proses pengolahan plastik dari bentuk sampah plastik sampai plastik dapat dipasarkan.

                                  Gambar 2.8 Skema sederhana proses pengolahan plastik

1.  Pemilahan

Kegiatan ini meliputi kegiatan pemilahan plastik berdasarkan jenis-jenis yang dapat didaur ulang seperti HDPE bening, HDPE warna, HDPE lembaran, HDPE padat atau sering kali disebut plastik mainan, PP bening, PP warna, dan lain-lain. Hal ini dilakukan karena tidak semua jenis plastik telah dapat didaur ulang. Beberapa jenis plastik seperti plastik foil, beberapa plastik kresek masih belum dapat didaur ulang ataupun plastik yang kondisinya sudah terlalu buruk juga tidak lagi dapat didaur ulang. Pemilahan ini biasanya dilakukan secara manual oleh para pekerja yang biasanya juga berprofesi ganda sebagai pemulung. Mereka telah terbiasa dan sangat mengenal jenis-jenis plastik.

         Gambar 2.9 Pemilahan Sampah Plastik

2.  Pencucian

Kegiatan pencucian plastik yang akan didaur ulang ini biasanya juga dibarengi dengan pencacahan plastik. Plastik yang telah di pilah kemudian dimasukkan kedalam mesin pencacah plastik (proses pencacahan dan pencucian ini tetap dilakukan terpisah terhadap masing-masing jenis plastik). Dari mesin pencacah, plastik yang telah menjadi lembaran-lembaran kecil dengan ukuran ±1cm2 tersebut akan dicampur dengan air dan sabun pencuci yang kemudian akan ditampung dalam suatu bak penampung tertentu. Pencucian plastik akan lebih mudah jika plastik dicacah terlebih dahulu karena luas permukaannya kecil sehingga dengan perendaman sebentar pada air sabun plastik sudah bisa dikatakan bersih. Pencucian jenis ini dilakukan untuk proses pengolahan plastik dalam industri dengan skala kecil sampai menengah. Setelah beberapa saat direndam dalam bak pencuci  ± 5-10 menit, plastik diangkat dengan saringan kemudian ditempatkan dalam karung plastik untuk dikeringkan/diangin-anginkan. Dalam waktu 4-7 hari plastik dari tiap-tiap karung tersebut sudah kering dan siap diolah. Dalam skala industri besar pengering biasanya membutuhkan blower namun, pengadaan blower membutuhkan biaya yang tinggi selain biaya investasi juga jumlah pengadaan listrik. Proses pencucian memiliki peranan penting dalam pengolahan plastik karena jika pencucian tidak bersih dapat menyebabkan kegagalan proses selanjutnya.

   Gambar 2.10 Pencucian Plastik

3.  Penggilingan

Penggilingan plastik dilakukan mengunakan proses thermal dimana plastik dilebur dan dimurnikan menurut titik lebur dari masing-masing jenis plastik Proses penggilingan ini tidak memakan waktu yang lama. Plastik yang dihasilkan dari proses peleburan ini adalah plastik-plastik yang telah mencair dan berhasil melewati saringan yang pori-porinya sebesar kasa. Pada setiap proses peleburan akan dihasilkan residu alias plastik yang tidak berhasil termurnikan dengan sempurna sehingga tidak dapat melewati saringan. Akan tetapi residu ini dapat diproses ulang dengan melewati tahapan proses yang sama. Ketidak berhasilan proses biasanya disebabkan karena adanya kotoran seperti debu atau tanah yang tidak tercuci dengan sempurna pada proses pencucian. Oleh karena itu proses pencucian memiliki peranan penting dalam pengolahan plastik karena semakin bersih pencucian maka plastik akan semakin mudah  dilebur. Karena pengulangan proses untuk mengolah kembali plastik yang gagal diproses akan mengurangi efisiensi kerja dan akan menambah biaya.

Gambar 2.11 Penggilingan Plastik

4.  Pencetakan

Proses ini merupakan proses pencetakan plastik yang telah berhasil dilebur dengan sempurna. Plastik yang telah dilebur akan berwujud cairan yang sangat kental, setelah cairan plastik keluar dari saringan, cairan plastik ini akan masuk ke sebuah plat yang bentuknya menyerupai saringan dengan diameter ± 1 cm. Plastik yang tercetak akan membentuk seperti tali plastik yang panjang. Tali plastik yang masih lembek dimasukan kedalam suatu bak dengan ukuran 0,5m x 3 m untuk didinginkan sambil ditarik oleh suatu alat penarik yang terdiri dari jalur-jalur untuk menempatkan setiap tali plastiknya. Akibat tarikan tersebut maka diameter plastik akan mengecil sampai ± 0,2-0,3 cm. Tali plastik yang sudah mengeras dan mengecil tersebut kemudian dimasukan ke alat pemotong untuk dipotong menjadi pellet plastik dengan panjang ± 0,3-0,5 cm.

  

Gambar 2.12 Pencetakan Plastik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s