Mempercantik Fasad Rumah dengan Menggunakan Batu Alam

Layaknya seorang penyihir, batu alam mampu menyihir banyak orang untuk menggunakannya sebagai material dalam pembangunan rumah, khususnya di bagian dekorasi rumah. Mungkin karena pesona batu alam yang memukau membuat banyak orang tergila-gila untuk menggunakannya. Batu alam yang bisa menimbulkan kesan alami pada bangunan dimana ia ditempelkan, akan membuat bangunan rumah anda semakin cantik. Salah satu kegunaan batu alam di dalam renovasi rumah yaitu pada bagian fasad rumah.

Banyak strategi yang digunakan terait dengan penggunaan batu alam di dalam setiap pembangunan rumah. Sebagian besar dari mereka yang memanfaatkan batu alam, mencoba memainkannya pada bagian finishing. Semakin anda jeli memainkan finishing di bagian tertentu rumah anda, khususnya fasad rumah, akan membuat rumah anda menjadi lebih indah. Kehadiran batu alam akan membuat rumah anda menjadi lebih alami. Selain itu, fasad rumah anda juga akan terhindar dari kesan kaku dan akan terlihat lebih luwes. Batu alam memang akan memberikan kesan menarik terhadap fasad rumah anda, namun anda tetap harus memperhatikan karakteristik batu alam sebelum anda mengaplikasikannya untuk rumah anda. Berikut adalah karakteristik batu alam.

Karakteristik Batu Alam

Ada banyak jenis batu alam yang bisa digunakan untuk dekorasi rumah anda, namun untuk fasad dikenal lima jenis batu alam yaitu batu candi, batu paras, batu lempeng kali, batu andesit dan batu marmer. Dari masing-masing jenis batuan tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri, termasuk kelebihan dan kelemahannya.

Yang pertama batu candi yang bertekstur kasar, berwarna gelap akan cocok sekali jika dipadukan dengan rumah anda yang bercat putih, akan memberikan kesan kontras sehingga bisa menjadi pusat perhatian di rumah anda. Dibalik kelebihannya tersebut, batu candi memiliki pori yang besar dan mudah menyerap air sehingga akan membuat fasad di rumah anda mudah berlumut.

Yang kedua yaitu batu paras, seperti batu candi juga memiliki pori yang besar sehingga kemungkinan belumut sangat besar. Untuk warna dan tekstur tidak jauh beda dengan batu candi. Setelah itu ada batu lempeng kali dengan warna gelap, keras dan tekstur yang kasar, hebatnya lagi batu ini memiliki pori yang kecil. Ada batu endesit yang karakteristiknya sama dengan batu kali yang berwarna gelap, keras, dan berpori kecil.

Yang terakhir yaitu batu marmer, sudah lama menjadi idola untuk dijadikan metrial dekorasi rumah. Batu dengan pilihan warna terang ini memiliki pori yang kecil dan sangat keras. Batu ini tergolong batu alam yang paling mahal harganya. Untuk itu anda harus mempertimbangkannya terlebih dahulu agar fasad rumah anda aman dari lumut.

Tempatkan Batu Alam di Posisi yang Pas

Fungsi utama batu alam adalah untuk mempercantik tampilan rumah anda, maka dari itu anda harus memperhatikan dimana posisi yang paling pas untuk batu alam. Jika memang batu alam yang ada inginkan dijadikan fasad rumah, jangan gunakan batu alam sebagai material yang mengingat fungsinya sebagai hiasan atau dekorasi, mestinya komposisi batu alam tidak melebihi 40% dari seluruh tembok anda. Terlalu banyak tempelan batu alam di dinding tembok anda tidak akan membuat rumah anda semakin bagus, namun justru membuat rumah anda layaknya goa yang gelap dan terkesan berlebihan. Maka dari itu,sebelum anda memulai pengerjaan dekorasi batu alam di rumah anda, ada baiknya jika anda memikirkan matang-matang lokasi mana di rumah anda yang paling tepat untuk ditempeli batu alam. Karena fungsi dari pemasangan batu alam yaitu untuk menjadi pusat perhatian di rumah anda, jika ada kesalahan dalam pemilihan spot yang tepat maka bisa jadi batu alam anda seperti tidak berguna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s