Perbandingan Tenses Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia

Pengertian Tenses

Tenses merupakan salah satu peraturan dalam tata bahasa. Tenses menunjukan keterangan dalam suatu kalimat tentang situasi yang berhubungan dengan waktu yang menunjukkan kapan kejadian dalam kalimat yang dijelaskan terjadi. Bisa dipermudah bahwa tenses adalah klasifikasi tata bahasa dari indikator waktu. Dalam bahasa Indonesia tenses yang digunakan lebih sederhana dari pada tenses dari bahasa Inggris. Akan tetapi memiliki 3 kategori yang sama yaitu past tense atau lampau, kemudian present tense atau sekarang sedang terjadi, dan terakhir adalah future tense seperti pada kalimat dengan imbuhan “akan”.

Mengenai tenses lebih lanjut, pembagian tenses dari bahasa Inggris terdapat 4 kategori lain. Dari setiap 3 kategori masing-masing memiliki 4 kategori pembagian lagi yaitu simple tense, continuous tense, perfect tense, dan perfect continuous. Jadi total semua tenses adalah 12 tenses. Lebih mudahnya adalah seperti ini. Simple tense baik itu merupakan past, present, atau future tense hanya menunjukkan waktu kapan kejadian terjadi yaitu apakah lampau, sekarang, atau masa depan tanpa indikator waktu jelas seperti jam atau hari. Kemudian continuous adalah tense kalimat yang menunjukkan kejadian sedang terjadi pada saat kalimat diucapkan. Kemudian jika terdapat indikasi perfect tense berarti kalimat tersebut menunjukkan indikasi waktu yang jelas kapan terjadi jam atau hari dan sudah terjadi atau sedang terjadi dengan indikator waktu yang jelas.

Kata petunjuk “unmarked” atau tanpa tanda adalah sebuah tenses biasanya adalah jarak waktu dari ketika pengucapan kalimat dan saat kejadian pada kalimat terjadi. Pada kategori ini bisa tiga kemungkinan yaitu 3 kategori utama (past tense, present tense, atau future tense) dengan dua pilihan yaitu simple atau continuous. Kemudian terdapat relatif tenses yang merupakan indikator penunjuk waktu dari jarak waktu antara dua kejadian yang bukan terjadi pada saat sekarang. Relative tense adalah semua 3 kategori tense dengan imbuhan perfect baik itu perfect tense atau perfect continuous.

Tense sangat erat kaitannya dengan kata kerja atau verb dan atau kata bantu kerja atau auxiliary verb atau to be. Dalam tata bahasa Inggris tenses, umumnya setiap kata kerja atau verb memiliki 3 jenis bentuk yaitu verb I, Verb II, dan verb III. Kata kerja bentuk pertama atau verb I digunakan untuk present tense. Kemudian kata kerja bentuk dua atau verb II untuk past tense, dan kata kerja bentuk ketiga atau verb III digunakan untuk perfect tense.

Kemudian perbandingannya dengan tense bahasa Indonesia relatif lebih mudah. Kata petunjuk dalam bahasa indonesia bukan dari kata kerja namun dari kata imbuhan yang menunjukkan keterangan waktu kapan kejadian telah terjadi. Contohnya adalah sebagai berikut.

Saya makan nasi. (present atau sekarang)

Saya telah makan nasi. (past tense atau lampau)

Saya akan makan nasi. (future tense atau masa depan)

Dalam ketiga contoh tenses dalam bahasa Indoensia tersebut, ketiga-tiganya memberikan keterangan berbeda tense namun mempunya kata kerja yang sama yaitu “makan”. Indikator dari tense adalah kata imbuhannya yaitu “akan” untuk bentuk lampau dan “akan” untuk bentuk masa depan. Kemudian juga kata keterangan waktu dalam bahasa Indonesia juga sering digunakan sebagai penunjuk waktu dari pada tenses. Karena itu pembagian kategorinya tetap sederhana hanya sebagai 3 kategori tanpa ada simple, continuous, perfect atau bahkan perfect continuous. Ingat pembagian ini berdasarkan perbandingan dengan bahasa Inggris.

Selain itu penggunaan tense dalam bahasa Inggris benar-benar mempengaruhi makna dari suatu kalimat. Berbeda dengan bahasa Indonesia selama orang yang diajak berbicara mengerti maksudnya, tense dalam bahasa Indonesia tidak terlalu bermasalah karena penggunaanya yang sederhana. Oleh karena itu dalam belajar tenses bahasa Inggris, sangat penting untuk memahami makna dan logis dari suatu kalimat. Untuk kalimat-kalimat sederhana mungkin bisa diartikan ke bahasa Indonesia agar lebih mudah dalam pembelajarannya. Akan tetapi untuk pemahaman lebih lanjut mengenai tenses perlu pemahaman dalam makna kalimat dan tata bahasa Inggris dan bukan tata bahasa Indonesia. Oleh karena itu anda akan mengalami kesulitan jika belajar tenses dari level menengah keatas jika anda mengartikan kalimat tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Untuk memahami kalimat memang bisa menggunakan bahasa Indonesia, namun bukan memahami kalimat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Lebih dalam mengenai Past tense

Past tense merupakan salah satu kategori tata bahasa gramar tenses yang berfungsi untuk menunjukkan suatu keterangan dari kejadian atau kondisi yang berada di masa lalu atau sudah terjadi. Dalam makna bahasa Inggris, past tense memberikan arti bahwa kejadian yang disebut sudah terjadi atau berkejadian di masa lalu. Salah satu ciri adalah penggunaan verb atau auxiliry verb yang berubah bentuk. Bentuk verb II adalah misalnya sing menjadi sang, go menjadi went, buy menjadi bought, kill menjadi killed, book menjadi booked dan lain sebagainya. Kemudian untuk auxiliry verb yang digunakan adalah is menjadi was, am menjadi was, dan are menjadi were. Untuk verb II terdapat dua jenis perubahan dari verb I menjadi verb II. Regular verb adalah verb yang mengalami perubahan menjadi bentuk verb II hanya dengan menambahkan –ed dibelakang verb I. Contohnya adalah register – registered dan flip – flipped. Sedangkan iregular verb adalah kata dari verb I yang mengalami pergantian beberapa huruf menjadi verb II. Contohnya adalah buy – bough dan say – said. Untuk memahami lebih lanjut mengenai verb II sebaiknya menghafal tabel. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, past tense dalam bahasa Inggris menggunakan perubahan verb I menjadi verb II. Khusus untuk verb I menjadi verb II yang berupa reguler verb hanya perlu ditambah –ed sedangkan iregular verb II tidak pasti. Namun terdapat beberapa bentuk dari iregular bentuk yang mempunyai pula yang mirip namun tidak semua. Hal ini dapat digunakan untuk membantu dalam menghafalkan lebih lanjut tentang iregular verb.

Seperti yang disebutkan, setiap kategori memiliki 4 kategori lain yaitu simple, continuous, perfect dan perfect continuous. Past tense biasanya erat hubungannya dengan present perfect. Contohnya adalah I have finished. Finish sebagai verb dalam kalimat tersebut menggunakan verb II namun merupakan Present perfect. Hal itu karena dalam kalimat tersebut bahwa “Saya baru saja selesai.” Hal ini berarti pekerjaan dilakukan atau dimulai di masa lalu. Namun perlu diingat bahwa kalimat tersebut tidak termasuk dalam past tense karena verb yang dilihat adalah yang depan yaitu “have” yang merupakan auxiliry verb untuk perfect tense. Berikut fungsi setiap past tense kategori:

  • Simple past digunakan untuk menunjuk pada suatu kejadian di masa lalu yang sudah terjadi.
  • Past continuous digunakan untuk menunjukkan kejadian yang sedang terjadi pada waktu lampu dalam kondisi tertentu atau perbandingan dengan kegiatan lampau yang lain.
  • Past perfect digunakan untuk menekannya keterangan waktu bahwa kejadian tersebut dimulai dan berakhir di rentang waktu masa lalu.
  • Past perfect continuous adalah kondisi gabungan dari past continuous dan past perfect.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s