Teknologi dan Lingkungan

Dampak perkembangan IPTEK terhadap lingkungan

Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dikaruniai akal dan pikiran yang sempurna disbanding makhluk Tuhan yang lain. Dengan diberikannya kedua hal tadi, sudah sepantasnya manusia mempergunakan alam dengan sebaik-baiknya. Manusia memang diberikan kebebasan dalam mengelola lingkungan namun alangkah lebih baik pula apabila mereka mengelola sekaligus merawatnya. Hal ini perlu dilakukan agar keseimbangan alam selalu harmonis dan terjaga.

Manusia juga memiliki berbagai macam kebutuhan yang tiap hari sepertinya makin bertambah saja. Maka dari itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi hal yang wajib untuk dikembangkan demi kemudahan tercapainya suatu kebutuhan hidup. Dewasa ini, telah banyak kita temui beragam bukti nyata hasil perkembangan iptek. Namun kadangkala manusia tidak menyadari dampak yang ditimbulkan dari perkembangan iptek yang pesat.

Apa saja dampak nyata dari perkembangan iptek tersebut? Dampak yang diartikan disini ada yang bersifat positif dan negatif. Dari segi positif tentunya manusia mendapatkan kemudahan untuk pencapaian kebutuhan penunjang hidupnya. Selain itu, perkembangan iptek juga menunjukkan bahwa peradaban manusia sekarang lebih maju dan menunjukkan kemandirian yang nyata.

Akan tetapi dari segelintir dampak positif yang ada, kerusakan alam juga terjadi akibat perkembangan iptek ini. Kerusakan alam yang sering terjadi berupa pencemaran lingkungan. Jika pencemaran lingkungan ini terus dibiarkan, tentunya ketidakseimbangan ekosistem jelas akan terjadi. Ketidakseimbangan ekosistem diakibatkan manusia banyak dikarenakan mereka mengeksplorasi kekayaan alam sebagai bahan baku dalam percobaan iptek yang dilakukan.

Hal seperti ini tanpa mereka sadari akan memperburuk keadaan alam. Kadangkala perbuatan yang mereka lakukan tidak diimbangi dengan peremajaan kembali lingkungan. Kalaupun dilakukan maka perbandingannya tidak seberapa. Maka dari itu perlu upaya cepat untuk mencegah kerusakan alam akibat pencemaran lingkungan ini.

Teknologi “Ramah Lingkungan”

Salah satu upaya untuk mencegah pencemaran lingkungan yang sering digalakkan di masyarakat adalah dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Sebenarnya apa arti dari “ramah lingkungan” ini?

Ramah lingkungan yang dimaksud adalah segala sesuatu benda yang digunakan sehari-hari tidak membahayakan lingkungan sekitar baik dalam segi fisik, kimia maupun biologis. Kadangkala jenis teknologi yang digunakan akan berdampak negatif pada lingkungan.

Contoh mudahnya adalah penggunaan plastik pembungkus makanan. Pada plastik pembungkus makanan terutama yang berwarna gelap memiliki kandungan berbahaya sehingga sangat tidak dianjurkan untuk mengemasi makanan. Kitapun juga tahu bahwa plastik susah terurai oleh tanah sehingga plastik dikatakan sebagai sampah anorganik utama penyebab pencemaran di tanah. Mengingat bahayanya penggunaan plastik inilah banyak orang yang mengembangkan inovasi berupa plastik yang mudah terurai dalam tanah.

Selain contoh diatas, masih ada lagi beberapa teknologi ramah lingkungan yang sedang populer dikalangan masyarakat. Diantaranya:

1. Pembangkit listrik tenaga matahari atau biasa disebut nanosolar.

Teknologi ini dinilai ramah lingkungan dan hemat biaya karena kita mendapat tambahan energi pembangkit listrik berasal dari sinar matahari yang dapat dengan mudah kita dapatkan gratis.

2. Mobil tenaga listrik.

Ya, mobil ini sangat populer di negara-negara maju. Mereka memanfaatkan listrik sebagai tenaga pada mobil. Kita biasa mengenal mobil bertenaga bensin. Padahal bensin merupakan bahan bakar yang didapatkan dari dalam bumi yang ketika digunakan menjadi bahan bakar akan menghasilkan asap yang sangat menganggu dan dapat menjadi pencemaran udara. Maka dari itu, mobil tenaga listrik dinilai efektif dan efisien karena tidak menghasilkan asap dan tentunya ramah lingkungan.

Ada tiga macam mobil tenaga listrik yang ramah lingkungan ini yaitu mobil dengan gabungan bensin dan listrik atau hybrid; mobil tenaga surya atau matahari dan mobil tenaga listrik yang didapatkan dari baterai atau isi ulang seperticharger pada ponsel.

Memang teknologi yang ramah lingkungan memiliki kendala yaitu harganya yang mahal. Namun demi menjaga kelestarian lingkungan mengapa tidak?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s