Air yang Makin Mangkir

Air yang krusial

Tubuh manusia terdiri dari 70% cairan. Diantara cairan yang mengisi tubuh kita adalah air, elemen yang sering kita temui sehari-hari. Fakta lain yang mencengangkan adalah manusia lebih cepat mati karena kekurangan cairan daripada kekurangan makanan.

Selain menjaga kuantitas atau volume cairan di dalam tubuh kita tetap stabil, air juga sangat berperan dalm proses ekskresi atau proses pembuangan zat sisa dari tubuh manusia. Kurang minum air dapat menyebabkan ginjal mengalami gangguan. Gangguan yang disebabkan kurang air yang menyerang ginjal yang paling terkenal adalah batu ginjal.

Batu ginjal adalah zat sisa yang mengkristal. Kristal ini, dengan konsumsi air yang cukup, akan dikeluarkan dengan mudah dan biasa melalui proses berkemih atau buang air kecil. Namun ketika kita tidak mengonsumsi cukup air, kristal ini akan mengendap di ginjal, menyebabkan rasa sakit yang hebat dan dapat menyebar hingga ke daerah pinggang.

Terlepas dari sifat kebutuhan air yang sangat penting, air semakin hari makin “mangkir”, baik secara kualitas atau kuantitas. Faktor utama yang menyebabkan masalah ini adalah kerusakan yang terjadi di lingkungan.

Pengrusakan lingkungan

Tidak dapat dipungkiri bahwa air yang kita kenal tidak dapat diciptakan melalui proses sintetis dan hanya tersedia di alam, lingkungan tempat kita hidup. Begitu kerusakan terjadi di alam, maka ketersediaan air juga ikut rusak. Air dihasilkan melalui siklus yang teratur. Dimulai dari proses penguapan air di lautan, lalu proses kondensasi di daerah pegunungan dengan suhu yang rendah, sampai akhirnya jatuh ke berbagai daerah. Air yang jatuh dari proses hujan jatuh di daerah pegunungan dan di sanalah distributor pusat yang mengalirkan air ke berbagai urat nadi kehidupan.

Pegunungan identik dengan pepohonan yang kita kenal dengan hutan. Rusak hutan, maka jangan harap persediaan air kita terjamin. Pengrusakan hutan seperti penebangan berlebihan merusak ketersediaan air dengan mengurangi, bahkan menghilangkan sumber resapan air ke dalam tanah. Bagaimana air dapat disimpan bila daerah resapannya saja tidak ada?

Tentu saja tidak akan dan malah membawa bencana. Karena pohon-pohon ditebangi, selain mengakibatkan daerah resapan air menghilang, air yang jatuh di dataran tinggi pegunungan akan langsung, dengan deras, turun ke dataran yang lebih rendah. Ini disebabkan pepohonan sebagai penghambat laju air menghilang. Akibatnya, sungai yang secara tiba-tiba diberi suplai air yang terlampau besar tidak dapat menampungnya dan otomatis membuangnya ke daratan.

Pembangunan yang pesat dan tidak memperhatikan lingkungan juga berpengaruh terhadap keberlangsungan air. Lihat Jakarta, salah satu penyebab menurunnya daratan ibukota salah satunya karena penyedotan air secara massive yang dilakukan gedung-gedung perkantoran, mall, hingga apartemen. Selain menyebabkan penurunan terhadap daratan, pendistribusian air juga menjadi tidak adil. Air akan sulit sampai ke mereka yang hidup di bawah batas cukup karena dihabiskan lebih dulu oleh orang perkotaan.

Pengelolaan limbah yang tidak bertanggung-jawab juga menjadi masalah. Sudah cukup sungai-sungai dikotori oleh sampah rumah tangga, yang umumnya kurang berbahaya, dengan membuang limbah ke sungai tanpa melakukan pengolahan terhadapnya, air yang sehat tidak akan berbeda dengan racun tikus. Jadi, apakah tanggung jawab pabrik-pabrik hanya sekedar membuat duit?

Perlu dilakukan usaha yang menyeluruh dan kerja sama semua pihak untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan tempat air tersimpan. Penggunaan yang wajar juga perlu dilakukan untuk meminimalisir penggunaan air yang percuma.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s