Mirisnya Kotaku, Gemah Ripah Desaku

Jakarta sebagai pusat kota merupakan titik vital pemerintahan Indonesia. Jakarta yang dahulunya dikenal dengan Batavia di masa penjajahan menjanjikan banyak lapangan pekerjaan. Hal ini yang membuat masyarakat pedesaan berduyun-duyun ke kota untuk mencari nafkah. Justru kepindahan inilah yang menjadi sumber masalah ibu kota.

Populasi yang semakin meningkat, tidak disertai dengan peningkatan pemerataan lapangan pekerjaan menjadi salah satu masalah. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki cukup modal dan ilmu, dan alhasil hanya akan berujung pada pengangguran. Lahan yang sempit membuat mereka membuat rumah gubug di pinggiran kali, lebih miris lagi ada juga yang tinggal di kolong jembatan. Untuk mencukupi kehidupannya di kota, mereka harus rela menjadi pengemis.

Berbanding terbalik dengan kehidupan perkotaan yang serba mahal dan susah, pedesaan memiliki sejuta keindahan dan kemudahan. Sawah nan hijau membentang, hidup rukun, lahan luas, dan biaya hidup terjangkau. Kondisi yang sangat kontras dengan hidup di perkotaan.

Permasalahan Perkotaan

Perkotaan memang menjanjikan segala modernitas hidup. Namun ternyata segala kemewahan tak lantas membuat kehidupan damai dan tentram, karena pada kenyataannya banyak permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat perkotaan. Masalah – masalah tersebut antara lain:

  1. Peningkatan populasi masyarakat. Peningkatan ini membuat masalah tempat tinggal, terutama bagi warga pendatang. Sebagian besar dari mereka yang berhijrah ke kota tidak memiliki cukup uang, sehingga mereka lebih memilih tinggal di pinggiran sungai, emperan toko, hingga kolong jembatan.
  2. Kemacetan parah menjadi masalah yang hingga saat ini masih belum bisa terpecahkan. Hal ini diakibatkan karena banyaknya kendaraan, serta pengaturan lalu lintas yang masih belum sepenuhnya teratur. Kemacetan terjadi pada jam-jam kerja.
  3. Polusi semakin meningkat akibat peningkatan kendaraan bermotor, serta pabrik-pabrik. Tidak salah jika suhu di Jakarta memanas.
  4. Banjir musiman juga merupakan permasalahan di Jakarta. Musibah ini biasanya kiriman dari bendungan Bogor atau kota sekitarnya, khususnya saat hujan datang. Banjir langganan ini efek dari masyarakat pinggiran yang membuang sampah di sungai. Sampah yang menumpuk di saluran air yang mengakibatkan air tidak mengalir dengan lancar.
  5. Semakin meningkatnya kriminalitas. Kejahatan masyarakat ini biasanya karena untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Penculikan, perampokan, hingga pemerkosaan semakin merajalela.

B. Kesederhanaan di Pedesaan

Suasana yang sangat berbeda ketika Anda harus menjadi warga desa, tinggal bersama dalam gubug, mandi di sungai, dan hanya makan sederhana dengan tahu dan tempe. Justru di balik kesederhanaan inilah tersembunyi kedamaian. Berbeda dengan kota yang memiliki banyak permasalahan yang belum tuntas, kehidupan di desa sangatlah tentram. Berikut gambaran ketika Anda harus tinggal di desa:

  1. Populasi masyarakat yang standar, sehingga tidak mengakibatkan permasalahan tempat tinggal. Sebagian besar kepala keluarga sudah memiliki rumah, meskipun dalam kesederhanaan, namun dan tidak harus tidur di kolong jembatan.
  2. Jalanan yang lengang dan jauh dari kemacetan. Para pegawai, petani, dan anak sekolahan tidak harus terlambat karena terjebak macet.
  3. Udara sejuk dan bersih menjadi angin segar bagi setiap warganya. Pepohonan yang masih hijau serta sawah membentang membuat udara di pedesaan lebih segar, dan aman tentunya.
  4. Aman dari banjir karena sungai tidak dipenuhi sampah. Masyarakat desa memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka membuang sampah ditempatnya, dan mereka lebih sering membakar sampah kering supaya tidak menumpuk.
  5. Tingkat kriminalitas di pedesaan terbilang rendah. Kejahatan yang biasa terjadi di desa adalah pencurian.

Pada dasarnya tinggal di desa maupun kota adalah sama, tergantung pada kebutuhan dan kesempatan bagi setiap orang. Dan hak Anda untuk memilih di mana harus menghabiskan hari bersama keluarga, di kota dengan modernitasnya atau desa dengan kesederhanaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s