Bencana Bukanlah Murka

Bencana adalah akibat

Banyak orang berpendapat bahwa bencana mutlak datangnya dari Tuhan. Memang ada benarnya. Namun, manusia sebagai pelaksana kehidupan di Bumi, juga memiliki andil dalam terjadinya bencana. Jadi, bisa dikatakan jika bencana itu sebenarnya bisa dicegah.

Kembali lagi kepada diri manusia itu sendiri. Jika tak menginginkan bencana, maka sudah seharusnya manusia memiliki pola hidup dan kepedulian yang lebih tinggi terhadap lingkungan. Sebaliknya, jika manusia kerap kali berperilaku sembarangan, bukan tidak mungkin jika suatu hari ia akan menerima bencana, sebagai bentuk konsekuensi atas perilakunya.

Contohnya saja, bencana tanah longsor. Bukan semata-mata karena hujan bercurah tinggi yang menyebabkan terjadinya bencana itu, namun kesalahan manusia juga yang tidak mempertimbangkan dampak yang terjadi saat ‘mengelola’ tanah.

Sering kita temukan di daerah pegunungan, ada tebing-tebing curam yang justru di atas – atau di bawahnya – dibangun rumah. Atau, industry pertambangan yang mengeruk sumber daya alam tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi terhadap lingkungan di sekitarnya.

Dua contoh di atas, tentunya akan menyebabkan kondisi tanah yang tidak stabil, dan sangat berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana alam tanah longsor. Apalagi jika ditambah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi, maka resiko terjadinya bencana akan semakin besar.

Bencana pun tidak hanya mengintai sisi kehidupan yang berada di daerah pegunungan. Masyarakat kota besar seperti Jakarta, bahkan seolah menjadikan bencana banjir sebagai sebuah ritual tahunan. Di tahun 2013 misalnya, untuk pertama kalinya, jalan protocol nan sibuk mulai terkena dampak dari banjir.

Jika hujan turun dalam level sedang sampai lebat serta dalam waktu yang cukup lama, hampir bisa dipastikan banjir akan menyerbu, sehingga memutuskan rantai aktivitas warga kota Jakarta, seperti macet, listrik padam, dan lain sebagainya.

Lalu, bisakah dicegah?

Tentu saja bisa. Bencana merupakan sebuah akumulasi dari tindakan manusia. Oleh sebab itu, hal pertama yang perlu dirubah adalah perilaku manusia itu sendiri. Bencana alam bukanlah pekerjaan mudah yang bisa diselesaikan oleh satu orang. Semua lapisan masyarakat harus andil dalam satu tujuan: “mengurangi resiko bencana alam”.

Untuk warga di daerah pegunungan, mulailah berpikir untuk mencari tempat tinggal yang lebih aman dari bahaya tanah longsor. Jangan jadikan tepian tebing menjadi lokasi untuk membangun tempat tinggal. Sebaiknya, bangunlah rumah di lereng bukit.

Selain itu, jangan menebang pohon di lereng. Karena, akar pohon menjadi salah satu yang membantu menahan air agar tidak tumpah ke permukaan yang lebih rendah. Kemudian, area perbukitan atau pegunungan, sering dijadikan lokasi persawahan. Jangan membuat sawah dengan kolam, namun buatlah sawah dengan terasering atau sengkedan.

Sementara untuk warga kota besar, harus lebih memperhatikan pembuangan sampah. Jangan sampai sampah rumah tangga justru menjadi penyumbat aliran sungai. Selain itu, dibutuhkan adanya ruang terbuka hijau yang berguna sebagai drainase, atau daerah resapan air. Ini sangat membantu agar menjaga air tetap berada di bawah tanah.

Permukaan tanah kota besar yang diselimuti aspal dan semen, membuat air semakin sulit menyerap ke dalam tanah. Pemerintah pun harus memikirkan upaya lain seperti mensyaratkan adanya kolam atau sumur penampungan air sebagai bagian dari ijin mendirikan bangunan komersil.

Revitalisasi sungai dan saluran air juga menjadi hal utama yang perlu dilakukan segera, supaya fungsi sungai sebagai saluran mengalirnya air menuju laut, dapat dioptimalkan untuk mengurangi resiko banjir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s