Pemanasan Global; Dari Manusia untuk Kehidupan Semesta

Pemanasan global menjadi suatu hal yang benar – benar menghantui umat manusia sekarang ini. Telah banyak konsensus dari ilmuwan – ilmuwan yang menyatakan bahwa global warming benar – benar sedang terjadi di tengah – tengah kita. Manusia dipercaya menjadi penyebab utamanya dengan gas emisi hasil pembakaran bahan bakar fosil dan juga pembalakan hutan.

Perdebatan yang sesungguhnya sebenarnya lebih terletak pada seberapa cepat proses pemanasan ini akan berlangsung dan seberapa besar kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkannya.

Sebab Musabab Pemanasan Global

Pada tahun 1850an hanya ada beberapa stasiun pemantau cuaca yang bertugas mengumpulkan catatan tentang suhu dunia. Namun sekarang ini, di abad ke 20 telah ada ribuan stasiun pemantau cuaca baik dibangun di darat maupun sebagai pelampung di lautan. Alat – alat ini berfungsi untuk memonitoring setiap perubahan suhu di setiap sudut dunia.

Sungguh masuk akal bila ada banyak opini yang mengatakan bahwa manusia adalah pemegang peran utama dalam terjadinya pemanasan global. Gas CO2 yang merupakan sumber utama terjadinya, sebagian besar memang diproduksi oleh manusia lewat sektor industri dan transportasi yang dimanfaatkan manusia.

Pembakaran bahan bakar fosil dan batu bara yang meningkat dapat menyebabkan konsentrasi CO2 di atmosfer bumi meningkat. Hal ini dapat menyebabkan radiasi matahari yang harusnya dapat dipantulkan ke luar angkasa tertahan oleh lapisan CO2 yang tebal ini dan akhirnya temperatur permukaan bumi ikut meningkat. Inilah yang sering disebut – sebut sebagai efek rumah kaca.

Akibat Bagi Bumi

Seiring dengan menaiknya suhu permukaan bumi, berbagai peristiwa akan terjadi dan berdampak negatif terhadap kehidupan kita dan juga kealamian di dalamnya.

Ribuan spesies hewan terancam akan punah bila kita tak berhasil mengurangi penggundulan hutan dan emisi dari pemakaian bahan bakar fosil. Diperkirakan sekitar 20% – 30% spesies hewan ataupun tumbuhan akan punah pada tahun 2100.

Salah satu spesies hewan yang akan mengalami dampak langsung dari pemanasan global ini adalah beruang kutub. Habitat utama mereka adalah daratan es di laut Artik sedangkan daratan es ini adalah bagian pertama dari bumi yang akan terkena dampak langsung, yaitu lapisan es tersebut akan segera meleleh bila suhu udara terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selain itu, terumbu karang juga terancam punah. Terumbu karang tergolong spesies laut yang sangat sensitif terhadap perubahan iklim. Kenaikan suhu dapat menyebabkan terumbu karang ini melepaskan alga yang melekat dan memberi makan mereka. Hal ini dapat menyebabkan terumbu karang memutih dan kemudian mati. Bila dibiarkan terus menerus seperti ini, banyak ekosistem terumbu karang di seluruh dunia akan musnah.

Perubahan cuaca secara drastis ini juga dapat menyebabkan pola migrasi beberapa hewan seperti paus dan kupu – kupu juga akan terganggu. Yang jelas perubahan pola mendadak seperti ini jelas akan menuntut makhluk hidup tersebut untuk beradaptasi yang mana hal ini dapat menyebabkan banyak spesies akan mati dan bahkan punah.

Kenaikan tinggi permukaan laut juga akan menjadi momok yang luar biasa menakutkan terutama bagi manusia itu sendiri. Gambaran satelit menunjukkan bahwa sejak 1979 lapisan es di laut Artik berkurang 9% setiap dekadenya.

Bahkan berdasarkan riset dari National Oceanic and Atmospheric Administration, pada pertengahan abad ini, lapisan es Artik dapat tersapu bersih. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan level permukaan air laut dunia dan alhasil akan banyak kota di pinggir pantai yang akan tertelan air laut yang semakin meningkat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s