Mengidentifikasi Lingkungan yang Sehat

Kenali 4 Indikator Lingkungan Sehat

Untuk mendapatkan lingkungan yang sehat, anda harus mengenal indikator lingkungan yang sehat itu seperti apa. Dalam menilai keadaan lingkungan dan menciptakan lingkungan sehat, di gunakan empat indikator penting.

Kualitas lingkungan akan memperkecil resiko terjadinya penurunan kesehatan. Sarana dan prasarana juga menjadi dasar dalam pengendalian kualitas lingkungan. Berbagai instansi terkait terutama Dinas Kesehatan sudah berupaya melakukan pemantauan, mendukung pembuatan sanitasi dasar bagi masyarakat agar tercipta lingkungan yang sehat. Berikut empat indikator utama dalam menciptakan lingkungan sehat:

Jumlah keluarga yang memiliki akses air bersih, dimana indikator pertama ini merupakan inti dari kesehatan lingkungan. Air yang menjadi sumber kehidupan bisa saja menjadi media penular berbagai macam penyakit. Oleh karena itu kualitas dan kuantitas air yang digunakan menjadi penentu dalam mengidentifikasi apakah air ini sehat untuk di konsumsi ataukah berbahaya.

Jika air yang digunakan masyarakat sudah berkualitas baik, bersih, jernih, tidak berbau dan tidak berasa serta aksess untuk mendapatkan airnya mudah berarti lingkungan ini sudah bisa di katakan lingkungan sehat

Rumah Sehat. Rumah sehat disini maksudnya rumah yang sudah memiliki jendela, ventilasi untuk sirkulasi udara, tidak lembab, tidak berdebu.

Tidak harus bagus, tapi minimal bisa menjadi tempat bernaung keluarga dari cuaca luar dan menjadi tempat berkumpul anggota keluarga yang nyaman dan bersih. Perabot dan peralatan rumah tanggan yang terdapat di dalam rumah pun harus selalu bersih dan terjaga dari vektor penyakit seperti binatang tikus, kecoa, dan lainnya.

Sarana sanitasi dasar. Minimal memiliki jamban umum, tersedia air bersih dan sarana sanitasi yang mencukupi. Tempat pembuangan sampah yang memadai dan pengelolaan air limbah keluarga yang tepat dan tidak mengganggu kenyamanan umum.

Sarana sanitasi dasar juga mencakup adanya septic tank untuk pembuangan akhir kotoran, dan parit atau selokan untuk menghindari penumpukan air kotor di sekitar lingkungan.Jika sarana sanitasi dasar ini belum memadai berarti lingkungan ini belum bisa dibilang sebagai lingkungan sehat.

Tempat umum dan pengolahan makanan. Dimana menjadi indikasi dasar jika tempat umum suatu lingkungan teridentifikasi bersih namun jika tempat pengolahan makanannya seperti warung, restoran dan rumah makan nya tidak higienis berarti belum bisa dibilang sebagai lingkungan sehat. Karena dikhawatirkan tempat pengolahan makanan yang tidak higienis akan rentan menularkan berbagai macam penyakit.

Sampah adalah Musuh Utama

Selain sangat mengganggu, sampah juga sangat berpengaruh pada kesehatan manusia, selengkap apapun indikator lingkungan sehat di atas, namun jika penanganan sampahnya tidak benar akan berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan. Jika tumpukan sampah rumah tangga masih saja dibiarkan akan menyebabkan menjangkitnya berbagai penyakit, seperti penyakit kulit, dan virus seperti pes dari tikus dan lalat.

Pengelolaan sampah yang tidak baik akan menghasilkan gas yang dapat memperparah pemanasan global seperti gas methan. Untuk itu penanganan sampah yang baik dan benar sangat diharapkan bisa dilakukan oleh semua pihak dan semua instansi terkait.

Sampah-sampah organik yang telah berubah menjadi pupuk kompos juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri. Semua ini adalah usaha kita, dari kita, oleh kita dan untuk kita. Tanggung jawab kita bersama dalam melestarikan lingkungan sehat di sekitar kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s