Membudayakan Mengurangi Limbah Plastik

Plastik sebagai Limbah Utama

Lingkungan sehat dan bersih menjadi impian setiap orang. Impian akan pemandangan lingkungan nan asri, tidak ada sampah yang berserakan justru masih jauh dari kenyataan. Pemandangan menjijikkan selalu menemani kemana pun kita melangkah.

Apalagi di kota-kota besar. Permasalahan sampah menjadi isu yang paling mengganggu dan belum ada solusi yang tepat. Akankah pemandangan elok nan asri bisa kita dapatkan? Tanpa ada aroma tak sedap dan lalat-lalat berterbangan di depan hidung kita?

Jika diperhatikan, sampah yang dominan adalah sampah plastik, yang mana merupakan limbah rumah tangga yang didapat dari belanjaan harian untuk pembungkus makanan, mainan, obat-obatan dan lain-lain. Sayangnya kebanyakan penggunaan kantong plastik membuat limbah plastik menjadi melimpah dan tidak bisa di hancurkan oleh mikroorganisme di dalam tanah.

Kantong plastik ini hanya bisa digunakan sekali pakai, setelah itu akan menjadi limbah. Bahkan limbah plastik sudah mencapai laut, mengganggu keindahan laut dan mengganggu keseimbangan alam laut kita.

Lihat saja, hampir setiap orang menyumbang limbah plastik dari hari ke hari, limbah mie instant, deterjen, dan masih banyak lagi. Apalagi jika anda belanja di supermarket, mereka memberi banyak kantong plastik untuk membedakan jenis barang yang kita beli, misalnya antara makanan dan perlengkapan kamar mandi anda.

Sampah plastik ini membutuhkan waktu sangat lama untuk hancur di dalam tanah, jika kita bakar, akan mengeluarkan reaksi senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan, Menjadi serba salah bagaimana cara melenyapkan limbah ini dari lingkungan kita. Jika di buang ke sungai atau laut akan merusak ekosistem laut dan sungai karena ini limbah sangat susah untuk hancur.

Mendaur ulang produk plastik adalah salah satu cara yang bisa diterapkan agar limbah ini tidak mengganggu keseimbangan lingkungan tapi masih tetap bermanfaat bagi kehidupan, dengan mendaur ulang plastik kita dapat memiliki berbagai peralatan rumah tangga yang berharga murah dan fungsional.

Upaya Pemerintah dan Masyarakat

Sebenarnya undang-undang telah mengatur tentang pengelolaan sampah. Jika orang itu membuang sampah sembarangan akan dikenakan sanksi hukum pidana serta dikenakan denda. Sebagai contoh, Australia telah menerapkan undang-undang ini terlebih dahulu, bahkan untuk membuang air ludah anda saja tidak bisa sembarangan.

Selain membuang sampah pada tempatnya, pastikan juga barang-barang yang akan di buang itu memang tidak lagi bisa digunakan, dan jangan membuangnya sembarangan. Beberapa pusat perbelanjaan sekarang sudah ada yang menggunakan kantong plastik ramah lingkungan yang jika ditimbun akan cepat hancur di makan mikroorganisme. Dan akan hancur dalam waktu singkat.

Namun meskipun sudah menggunakan kantong plastik ramah lingkungan, kita tetap harus selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dalam hal ini artinya kita sudah menjaga kelestarian lingkungan hidup dan tips lain adalah gunakan kantong plastik yang masih bagus untuk digunakan ketimbang setiap memerlukan anda harus membeli kantong plastik baru.

Anda juga bisa membiasakan diri dengan menyediakan selalu kantong plastik di kantong tas anda, atau di kantong mobil anda, agar kapan saja anda ingin belanja atau membeli sesuatu, anda bisa menggunakan kantong plastik lama ini daripada harus membeli lagi dan menambah limbah sampah plastik anda lagi.

Dan jika plastik bekas anda sudah terlalu banyak, anda bisa memberikan kepada para pemulung agar didaur-ulang lagi menjadi produk plastik baru atau anda bisa juga memberikan ke warung-warung kecil dekat kediaman anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s