Bumi Menua, Manusia Sekarat

Lingkungan yang sehat adalah dambaan semua orang. Karena jika kita hidup di lingkungan yang sehat, tentu saja akan memberi dampak positif bagi kelangsungan hidup kita. Dan kalau kita jatuh sakit, tentunya akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali pulih, jika kita hidup dalam lingkungan yang tercemar.

Sangat jelas kita ketahui bahwa lingkungan adalah elemen dasar yang menopang segala aktivitas kehidupan. Jika lingkungan sudah tidak sehat, tentu saja kita pun hidup dalam bayang-bayang penyakit yang kian menghantui.

Kita ambil contoh sederhana dalam sebuah rantai makanan, dimana sebuah tumbuhan yang hidup di tanah yang tercemar, akan menularkan racunnya kepada seekor sapi yang dikonsumsi oleh manusia. Dari contoh ini bisa terlihat dengan jelas betapa mudahnya perputaran racun tak terlihat yang ada di sekitar kita.

Contoh lainnya yang sedikit lebih kompleks adalah polusi udara yang mempengaruhi kesehatan udara yang setiap saat kita hirup. Namun, tahukah anda jika polusi udara ternyata juga mempengaruhi makanan yang kita makan, menjadi mengandung racun?

Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan kemungkinan itu sangat besar terjadi. Pasalnya, polusi yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor atau asap buangan indstri yang dilepaskan ke udara, tidak hanya mencemari udara saja.

Partikel kimia berbahaya seperti merkuri yang dilepaskan ke udara, ternyata tidak menguap di atmosfer, melainkan dapat terbawa hingga ribuan kilometer ke belahan dunia lainnya.

Skema sederhananya adalah seperti ini, asap polusi dilepaskan ke udara dan terbawa oleh angin mengelilingi dunia. Selama asap polusi berada di atmosfer, terjadi reaksi kimia yang memecah unsur-unsur berbahaya menjadi lebih sederhana.

Contohnya merkuri yang adalah logam berbahaya yang diproduksi oleh gas buang dari kendaraan atau pabrik berbahan bakar fosil. Merkuri ini kemudian turun lagi ke bumi lewat hujan maupun salju, dan langsung diserap oleh tanah dan secara langsung akan mencemari tanah dan air.

Kebiasaan hidup kita yang senantiasa mencemari lingkunan – baik sadar maupun tidak – secara langsung mempengaruhi kelangsungan hidup kita di bumi.

Bukan tidak mungkin jika di masa depan, kita akan hidup dalam dunia yang sangat tidak sehat seperti yang secara meyakinkan ditampilkan sebagai cerita fiksi film-film Hollywood seperti Wall-E, The Book Of Eli, dan beberapa film lainnya yang mengangkat tema kerusakan lingkungan.

Sebenarnya ada beberapa solusi yang bisa dilakukan, seperti menggunakan kembali barang bekas dengan tiga prinsip reduce-reuse-recycle. Selain itu, kita juga harus mulai memikirkan tentang sanitasi air untuk mendapatkan air yang lebih murni.

Langkah lainnya yang membutuhkan upaya dari masyarakat yang lebih luas adalah menggunakan bahan bakar alternative seperti bio-diesel, listrik, dan gas. Penggunaan bahan bakar alternative ini secara nyata memberi kontribusi yang sangat besar dalam mengurangi pencemaran udara lewat polusi.

Khusus di Indonesia, sepertinya pemerintah harus lebih memberi perhatian khusus kepada lingkungan, dengan menyediakan fasilitas angkutan umum yang memadai, aman, dan nyaman supaya orang-orang tertarik untuk menggunakan alat transportasi massal, untuk mengurangi kadar polusi yang dilepaskan ke udara.

Selain itu, gaya hidup kita pun harus diperbaiki sedikit demi sedikit. Biasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal kecil memang, namun hal itu menjadi cotoh nyata anda sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s