Mencari Dana untuk Renovasi Rumah

Ketika pertama kali membeli rumah baru, pasti ada perasaan senang dan ingin segera pindah ke rumah baru. Tetapi setelah pindah ke rumah baru, timbul berbagai masalah seperti air ledeng tidak mengucur, dapur belum tersedia dan kamar mandi masih terlalu sempit untuk digunakan keluarga.

Apalagi anak-anak meminta untuk diberikan kamar sendiri dan tidak mau tidur bersama saudara yang lain. Padahal dana yang tersedia sudah dabis untuk uang muka rumah beserta cicilannya. Belum lagi rencana untuk memberikan teralis pada rumah untuk menghindari pencurian. Semakin bertumpuk permasalahan rumah baru.

Mencari Pinjaman

Terbersit keinginan untuk merenovasi ulang rumah, namun tak jarang dibarengi banyak kendala. Hal-hal seperti ini wajar, dan banyak pilihan logis yang bisa ditempuh. Apabila masalah yang paling nampak adalah problem biaya, maka mencoba mencari pinjaman adalah pilihan yang logis. Saat ini berbagai macam perbankan telah dapat membantu untuk permasalahan perbaikan rumah.

Pencarian pinjaman tidak semata-mata dapat dilakukan. Harus menghitung suku bunga yang ada pada bank tersebut sebelum mengajukan pinjaman. Jangan sampai mengajukan pinjaman tetapi tidak sesuai dengan kemampuan dalam melunasi hutang. Sehingga tidak akan timbul permasalahan hutang berikutnya.

Beberapa bank biasanya memiliki persyaratan tertentu untuk memberikan pinjaman pada nasabahnya. Seperti pekerjaan tetap dari nasabah ataupun besarnya pinjaman berdasarkan 70% taksiran harga rumah.

Meskipun syarat yang diajukan tampaknya mudah, tetapi bank akan melakukan survey terhadap kreditur dan hak untuk memberikan pinjaman sepenuhnya ada pada bank. Sistem ini dinamakan kredit renovasi dan telah dilaksanakan oleh berbagai macam bank baik syariah ataupun konvensional.

Pengajuan dan Pencairan Dana

Selama proses pengajuan kredit, ada baiknya berkonsultasi dengan konsultan keuangan berkaitan dengan perencanaan renovasi rumah. Permasalahan rumah baru biasanya ada pada ketidak sesuaian rumah yang dijanjikan oleh developer kepada pembeli. Seharusnya permasalahan ini diselesaikan oleh developer karena masih ada dalam tanggung jawabnya.

Tetapi kebanyakan developer tidak mau tau dan menyerahkan rumah apa adanya dan tidak bertanggung jawab dengan timbulnya permasalahan berikutnya. Oleh karena itu alangkah baiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan pengembang agar mereka ikut terlibat. Setelah besarnya pinjaman diterima oleh pihak bank, kebanyakan bank sudah memberikan patokan besarnya bunga dan angsuran yang wajib dibayarkan beserta lamanya proses pelunasan.

Biasanya untuk proses persetujuan membutuhkan waktu 3 hari sampai dengan 3 bulan. Tetapi bila sampai dengan 2 minggu tidak terdapat perkembangan, segera cabut berkas dan mencari bank lain yang lebih fleksibel. Bila disetujui maka pencairan dana dapat dilakukan setelah semua persyaratan dipenuhi.

Dari dana ini, dapat dimulai untuk merenovasi rumah sesuai dengan kebutuhan. Oleh Karena itu ta perlu risau jika menemukan permasalahan rumah baru, karena sudah banyak orang telah menemukan solusinya, salah satunya dengan mengikuti saran-saran diatas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s